Jumat, 27 November 2020

MATERI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL KELAS TUJUH

 

BUKU

 

 

 

PEGANGAN PESERTADIDIK

BIMBINGAN DAN KONSELING

 

 

 

 

 

 

DELENGKAPI DENGAN

MATERI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

CERITA PENDEK

DAN

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

 

 

 

UNTUK

KELAS VII

 

 

 

 

 

 

 

 

TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH PERTAMA

TAHUN 2020


 

KATA PENGANTAR

 

Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya melalui layanan bimbingan dan konseling dan sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling mendukung pencapaian kompetensi tersebut.

 

Bila pada jenjang SD/MI, semua mata pelajaran digabung menjadi satu dan disajikan dalam bentuk tema-tema, maka pada jenjang SMP/MTs pembelajaran sudah mulai dipisah-pisah menjadi mata pelajaran. Sebagai transisi materi layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan sepenuhnya bagi pesertadidik SMP/MTs. Materi-materi dari bidang-bidang ilmu masih perlu disajikan sebagai suatu kesatuan dalam materi Layanan Bimbingan Klasikal. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan yang utuh bagi pesertadidik SMP/MTs khusus nya kelas VII tentang prinsip-prinsip dasar untuk mencegah permasalahan yang akan timbul pada pesertadidik dalam bidang pribadi, sosial, belajar dan karir, serta untuk mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki pesertadidik.

 

Buku ini sebagai pegangan pesertadidik yang didalam nya terdapat materi materi layanan bimbingan klasikal, cerita pendek dan lembar pesertadidik yang harus dipahami dan dikerjakan pesertadidik untuk mencapai kompetensi dan perkembangan yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, pesertadidik diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serap pesertadidik dengan ketersediaan kegiatan pada buku ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

 

Implementasi Kurikulum 2013 telah mendapat tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2019/2020 dan seterusnya. Buku ini merupakan edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan dimasa mendatang. Untuk itu, kami mengundang para pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan pada edisi berikutnya.

 

Atas kontribusi tersebut, kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus tahun Indonesia Merdeka (2045).

 

 

Padangratu, 3 januari 2020

Penyusun,

 

 

Dto.

Ahbirul Muqodas

 

 

DAFTAR ISI

 

A.       MATERI LAYANAN 1 ORIENTASI LAYANAN BK...................................... 4

CERITA         ............................................................................................. 7

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 8

B.       MATERI LAYANAN 2 SEKOLAHKU DULU DAN SEKARANG................... 10

CERITA         ............................................................................................. 11

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 13

C.       MATERI LAYANAN 3 MENTAATI PERATURAN SEKOLAH....................... 15

CERITA         ............................................................................................. 17

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 19

D.       MATERI LAYANAN 4 AGAMA ITU MEMULIAKAN..................................... 21

CERITA         ............................................................................................. 23

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 25

E.       MATERI LAYANAN 5 BELAJAR DAN HASIL BELAJAR............................ 27

CERITA         ............................................................................................. 30

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 31

F.        MATERI LAYANAN 6 INDAHNYA KEBERSAMAAN.................................. 33

CERITA         ............................................................................................. 36

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 37

G.      MATERI LAYANAN 7 KEGIATAN EKSKUL DAN PRESTASI BELAJAR.... 38

CERITA         ............................................................................................. 41

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 42

H.       MATERI LAYANAN 8 PENGARUH PERGAULAN REMAJA....................... 43

CERITA         ............................................................................................. 48

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 50

I.          MATERI LAYANAN 9 NILAI-NILAI SOSIAL................................................ 52

CERITA         ............................................................................................. 54

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 55

J.         MATERI LAYANAN 10 PERKEMBANGAN REMAJA.................................. 57

CERITA         ............................................................................................. 61

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 62


 

MATERI LAYANAN 1

ORIENTASI LAYANAN BK

 

A.     Pengertian.

Bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari bahasa Inggris ’guidance’ akar kata guide yang artinya mengarahkan, memandu, mengelola, atau menyetir, dan ’counseling’ yang artinya percakapan antara konselor dan konselee yang bertujuan untuk memahami masalah dan menyesuaikan diri terhadap masalah yang sedang dihadapi, dan dicapailah kebahagiaan dalam hidup.

 

Perlu difahami bahwa layanan bimbingan dan konseling sebenarnya sudah dilaksanakan dalam jalur pendidikan informal atau sejak anak berada di lingkungan keluarga. Orang tua selalu membimbing anak-anaknya dalam berperilaku dan bertutur kata, memberikan keteladanan dan pembiasaan yang baik, misalnya: menyapa seseorang atau mengucapkan salam saat bertemu dengan orang yang di kenal, berdoa sebelum mengerjakan sesuatu,  mengajak bermain, mengajari anak-anaknya untuk bernyanyi, mengenal huruf, membaca, dsb. Tujuannya adalah agar anak potensinya bisa berkembang secara optimal, anak mampu menyesuaian diri dengan lingkungan, dengan teman-teman sebayanya, dan anak akan merasa puas dan bahagia,

 

Dalam pendidikan formal bimbingan dan konseling sebenarnya sudah dilaksanakan sejak pendidikan Sekolah Dasar bahkan sejak pendidikan dini (PAUD). Dasar pemikirannya adalah memfasilitasi peserta didik agar mampu mengembangkan potensi diri atau mencapai tugas-tugas perkembangan baik aspek fisik, emosi, sosial, intelektual, moral dan spiritual. Peserta didik adalah individu yang sedang berkembang kearah kematangan dan kemandirian. Kesuksesan perkembangan sekarang akan berpengaruh pada perkembangan berikutnya.

 

B.     Bimbingan dan Konseling di SMP.

Perencanaan bimbingan dan konselng pada tingkat SD/MI ditujukan pada penyiapan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan SMP/MTs.Pelayanan bimbingan dan konseling mencakup bimbingan dan konseling bagi peserta didik yang memiliki kemauan dan kecerdasan luar biasa. Bentuk konkret layanan bidang belajar diantaranya yang diberikan guru kelas kepada peserta didik yang membutuhkan pengajaran remidi atau pendampingan khusus karena kemampuan intelektualnya yang luar biasa. Disamping layanan terbatas pada peserta didik yang menunjukkan gejala penyimpangan perkembangan normal, pelayanan juga tersedia untuk semua peserta didik.

 

Layanan Bimbingan dan konseling di SMP bercorak lain, lebih tegas dibedakan antara administrasi sekolah, bidang pengajaran, dan bidang pembinaan peserta didik.  Bidang pembinaan menunjukkan keanekaragaman, termasuk pelayanan bimbingan. Pelaksanan pelayanan bimbingan dan konseling menggunakan layanan terpadu, yaitu layanan yang dilaksanakan secara terpadu dengan seluruh kegiatan pendidikan di sekolah. Ketika di SD/MI belum ada petugas khusus, maka pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan guru kelas. Sedang untuk pendidikan di SMP/MTs dilakukan oleh guru BK atau konselor sekolah. Pendekatan pelayanan bimbingan dan konseling dilakukan secara integratif, yang mencakup bidang belajar, pribadi, sosial dan karir, dengan berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukukng.

 

Bimbingan dan Konseling di SMP dilaksanakan oleh seorang yang profesional di bidangnya yang dikenal dengan Guru BK atau Konselor sekolah. Terdapat beberapa alasan diantaranya adalah:

  1. Usia SMP berada pada remaja, merupakan periode pertumbuhan fisik yang merupakan kelanjutan pertumbuhan dan perkembangan di masa kanak-kanak. Fase pubertas (kematang seksual) yang dihadapkan dengan berbagai masalah dan ketidak siapan menghadapinya.
  2. Periode perkembangan menuju kedewasaan dengan implikasi, diantaranya: kemandirian, tanggungjawab, dan disiplin diri.
  3. Kebutuhan independensi dan kemampuan untuk menalar dan berhipotesis berkembang sangat cepat, sebagai akibatnya remaja sangat kritis dan memberontak terhadap solusi orang dewsa.
  4. Keanggotaan dalam kelompok sebaya yang dipilih sendiri, sebagai pusat aktifitas belajar dan hiburan. Remaja lebih mengutamakan kelompoknya daripada terhadap orang tuanya.
  5. Remaja mulai mencari arah, nilai-nilai dan identitas pribadi. Dalam upaya pencarian identitas diri, remaja sering berhadapan dengan masalah dalam perjalanan hidupnya.

 

Berbagai faktor kebutuhan remaja SMP diatas, menimbulkan kebutuhan pelayanan khusus yang harus ditangani oleh ahli yang profesional dalam membantu mengatasi masalah, atau perlu kehadiran konselor sekolah. Guru Mata pelajaran saja tidak cukup, karena sudah mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri terhadap mata pelajarannya.  

 

C.     Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling.

Visi pelayanan BK adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan sesuai karakter bangsa melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara opimal, mandiri, mampu mengendalikan diri dan bahagia.

Misi pelayanan BK, meliputi:

1)     Misi pendidikan, yaitu: pelayanan yang memfasilitasi pengembangan peserta didik, melalui pembentukan perilaku efektif-normatif dan berkarakter dalam kehidupan efektif sehari-hari (KES) dan masa depan melalui pendidikan.

2)     Misi pengembangan, yaitu misi pelayanan yang `memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik yang berkarakter dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

3)     Misi pencegahan dan pengentasan masalah, yaitu misi pelayanan yang memfasilitasi pencegahan dan pengentasan masalah peserta didik yang mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu (KES-T) ke arah kehidupan efektif sehari-hari (KES) dan berkarakter. 

 

Dalam pelaksanaan pelayanan BK yang diselenggarakan untuk memenuhi lima fungsi layanan, yaitu:

1.       Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi pelayanan BK untuk membantu peserta didik memahami diri, tuntutan studi,  dan lingkungannya.

2.       Fungsi pemeliharaan  dan  pengembangan,  yaitu  fungsi pelayanan BK  untuk  membantu peserta didik memelihara dan  menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya secara optimal sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji.

3.                  Fungsi pencegahan, yaitu fungsi pelayanan BK untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan diri pada umumnya, kesuksesan studi pada khususnya.

4.       Fungsi pengentasan, yaitu fungsi pelayanan BK untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.

5.       Fungsi  advokasi, yaitu fungsi pelayanan BK untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan/atau kepentingannya, baik yang berkenaan dengan hak-hak kehidupan pada umumnya, khususnya berkenaan dengan hak kependidikannya,  yang kurang atau tidak mendapat perhatian.


 

D.     Bidang Layanan Bimbingan

Berbagai masalah yang dihadapi remaja SMP, secara garis besar dikelompokkan menjadi 4 yaitu: masalah pribadi, sosial, belajar dan karir. Karena itu bidang bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan masalahnya, yaitu:

1.       Pengembangan Kehidupan Pribadi,

yaitu bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan  potensi  dan  kecakapan,  bakat  dan  minat, kondisi lingkungan serta kehidupan yang berkarakter beragama sesuai dengan karakteristik  kepribadian dan kebutuhan dirinya secara  realistik, cerdas dan berkarakter.

2.       Pengembangan Kehidupan Sosial,

yaitu bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat, efektif, cerdas dan berkarakter dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.

  1. Pengembangan  Kemampuan  Belajar

yaitu  bidang  pelayanan BK  yang membantu  peserta didik mengembangkan kemampuan belajar sesuai dengan arah minatnya, berdisiplin, ulet dan mandiri serta optimal dalam menjalani pendidikan  pada jenjang/jenis satuan pendidikannya mengarah kepada prestasi optimal. 

Tujuan bimbingan belajar adalah:

a)       Mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, terutama dalam mengerjakan tugas dan ketrampilan serta bersikap terhadap guru.

b)       Menumbuhkan disiplin belajar dan terlatih, baik mandiri atau kelompok.

c)       Mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan kondisi fisik, sosial dan budaya di
    lingkungan sekolah atau alam sekitar untuk pengembangan pengetahuan,
    ketrampilan dan pribadi.

4.       Pengembangan Kemampuan Karir,

yaitu bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam me ne r i m a,  memahami  dan  menilai  informasi,  serta  memilih  dan mengambil keputusan arah karir secara jelas, objektif dan bijak, sesuai dengan peminatannya berlandaskan kemampuan dasar, bakat, minat, dan kondisi lingkungan secara cerdas dan realistik.




 

Cerita

 

Tahun pelajaran baru telah tiba, berbagai kesiapan perlengkapan mulai dari alat tulis, tas, sepatu dan pakaian seragam, semua serba baru. Suasana seperti itu sangat terasa mewarnai di setiap lembaga sekolah, baik di tingkat TK, SD sampai di Perguruan Tinggi. Pagi itu di halaman SMPN Nusantara dipenuhi orangtua siswa yang mengantar putra-putrinya yang baru masuk sebagai siswa kelas VII, semua tampak ceria kecuali Maya. Hari pertama di sekolah baru, dia berharap bertemu dengan teman-teman baru yang baik-baik dan  enak diajak bergaul. Ia merasa sulit mendapatkan teman karena dia satu-satunya yang berasal dari SD Pancasila. Teman-temannya di kelas berasal dari berbagai SD di lingkungan kecamatan. Betapa resahnya menghadapi teman-teman baru, mereka ada yang suka usil, suka menceritakan keadaan keluarga dengan kekayaannya, ada yang asyik dengan game di hp barunya, dan ada yang bicaranya jorok dsb. Maya menjadi terdiam mengamati peristiwa di lingkungannya yang bermacam-macam dan dia merasa kesulitan untuk bisa bergabung dengan mereka. Ketika waktu istirahat, Maya membuka bekal yang telah disiapkan ibunya. Betapa sakit hatinya tiba-tiba ada seorang teman anak laki-laki yang datang dan menertawakan, ”ada anak TK ke sekolah membawa bekal”. Tanpa respon Maya menghabiskan bekal yang dibawanya. Sesampai di rumah, diceritakan peristiwa itu kepada ibunya. Maya merasa lega, karena kondisi seperti itu kata ibunya akan selalu dihadapi bila berada di lingkungan yang baru.

 

Refleksi

 

1)       Maya sebagai siswa baru kelas VII di SMP Nusantara, masalah apa saja yang sedang dihadapinya?

2)       Apa yang dilakukan Maya terhadap masalah yang sedang dihadapinya? 

3)       Sesampai di rumah, diceritakan masalah itu kepada ibunya. Berikan komentar Anda!

4)       Anda sekarang sebagai peserta didik baru di SMP, permasalahan apa sajakah yang Anda hadapi?

5)       Bila Anda sebagai Maya, ketika sedang makan bekal yang dibawa dari rumah, ada teman yang menertawakan dan mengatakan bahwa Anda seperti anak TK, Bagaimana pendapat Anda? 

6)       Bila Anda menghadapi masalah di sekolah, kepada siapakah Anda minta bantuan untuk menyelesaikan?

 

Lembar Jawaban

............………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………












 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

 

1)       Apakah yang dimaksud bimbingan dan konseling?

2)       Layanan bimbingan dan konseling di tingkat SMP berbeda dengan ketika di Sekolah Dasar. Berikan penjelasan!

3)       Mengapa bimbingan dan konseling harus dilaksanakan seorang yang ahli dibidangnya (profesional)?

4)       Sebutkan dan berikan penjelasan tentang jenis-jenis masalah yang dihadapi peserta didik di SMP?

 

Lembar Jawaban

............………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………


 

TUGAS KELOMPOK

 

Secara berkelompok 4 atau 5 orang lakukanlah observasi ke ruang Bimbingan dan Konseling dan lakukan wawancara  terhadap konselor sekolah yang ada di sekolah Anda!

1.       Buatlah denah ruang  BK yang ada di sekolah Anda!

2.       Tuliskan nama guru BK (Konselor Sekolah) yang ada di sekolah Anda dan tugas masing-masing!

3.       Tuliskan layanan yang diberikan guru BK (Konselor sekolah)!

 

                                   

Lembar Jawaban

............……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… 

 


 

MATERI LAYANAN 2

SEKOLAHKU DULU DAN SEKARANG

 

Saat kamu pertama kali masuk SMP/MTS, ngerasa beda, nggak? Ya beda pasti iya, baik dari segi lingkungan, teman, guru dll.

Banyak permasalahan yang muncul saat duduk di bangku SMP/MTS. Permasalahan itu baik masalah pribadi, belajar, sosial dll. Mengapa ini terjadi saat di SMP/MTS ? 

Dulu ketika di SD/MI rasanya sangat menyenangkan, yang ada hanya bermain baik dengan teman laki-laki maupun dengan teman perempuan.

Bapak Ibu guru tidak banyak memberikan tugas, bahkan beliau tak jarang melihat saat kami bermain di halaman sekolah.Begitu pula dengan teman-teman, tidak ada persaingan, tidak ada rebutan pacar, tidak ada perkelahian yang membahayakan.

Hal ini sangat berbeda dengan di SMP/MTS. Saya banyak menemukan masalah yang di alami oleh teman-teman bahkan ada juga masalah yang saya alami sendiri. Adapun permasalahan yang muncul antara lain adalah merasa pribadi rendah diri karena bentuk fisik yang mengalami perkembangan dan perubahan ( dari kurus menjadi gendut, mulai tumbuh jerawat dll ), ada yang sedih karena kehilangan teman SD/MI atau berpisah dengan teman SD/MI karena beda sekolah, ada masalah belajar karena banyaknya jumlah pelajaran yang berbeda waktu SD/MI,  banyaknya tugas yang diberikan oleh guru, waktu belajar di sekolah yang lebih lama.

Itulah gambaran perbedaan sekolahku dulu dan sekolahku sekarang. Untuk lebih jelasnya di bawah ini dituliskan pokok- pokok  perbedaan pendidikan tingakat SD/MI dan SMP/MTS.

 

FORMAT POKOK-POKOK PERBEDAAN PENDIDIKAN TINGKAT  SD/MI DAN SMP/MTs.

NO

Hal-hal yang perlu diperhatikan

Tingkat

SD/MI

Tingkat

SMP?MTs

1.

Awal masuk sekolah

Tidak ada kegiatan MOPDB/ masa orientasi peserta didik baru

Ada kegiatan MOPDB/ masa orientasi peserta didik baru

2.

Seragam

Putih Merah

Putih Biru

3.

Jam bangun

Mepet jam masuk sekolah

Lebih awal

4.

Jarak sekolah dari rumah

Dekat

Lebih jauh

5.

Waktu di rumah

Lebih banyak

Lebih sedikit

6.

Jam belajar di sekolah

Lebih sedikit/ sebentar

Lebih banyak/ lama

7.

Fasilitas sekolah

Kurang lengkap

Lebih lengkap

8.

Teman

Teman baru, teman TK

Teman baru, teman TK, teman SD/ MI

9.

Kegiatan ekstrakurikuler

Lebih sedikit

Lebih banyak pilihan

10.

Lama pendidikan

6 tahun

3 tahun

11.

Cara belajar

Lebih banyak mendengarkan

Lebih banyak berpikir dan kegiatan kelompok

12.

Perpustakaan

Kurang lengkap

Lebih lengkap

13.

Arah peminatan

Minat belajar

Minat belajar, dan arah karir/pekerjaan

14.

Bermain

Teman sedesa/ sekomplek

Teman sedesa, luar desa/kecamatan 

15.

Kalau ulang tahun

Di beri ucapan

Di guyur air, di tabur tepung, dilempar telur dll

16.

Masalah yang dialami

Lebih jarang

Lebih banyak/ komplek

17.

Guru yang mengajar

Guru kelas

Guru mata pelajaran

18.

Pelayanan BK

Guru kelas

Guru BK / Konselor

19.

Ujian Nasional

Tidak ada Ujian Nasional

Ada Ujian Nasional

20.

Arah Studi Lanjut

Ke SMP/ MTs

Ke SMA,  SMK


CERITA

 

Andin begitu bangga saat pertama kali masuk sekolah di SMP. Dia sudah mempersiapkan semua perlengkapan sejak semalam. Andin bangun pagi-pagi, setelah berseragam Andin berdiri di depan cermin dan berkata dalam hatinya, ” wah cantik sekali aku dengan seragam baruku di SMP, pakai rok panjang berwarna biru, beda saat aku di SD pakai rok pendek berwarna merah. “Pertama masuk sekolah aku mengikuti upacara pembukaan MOPDB ( masa orientasi peserta didik baru ). Andin baris di urutan kedua.Dia sangat senang dan semangat  mengikuti  kegiatan MOPDB selama satu minggu.

Setelah satu minggu menjalani kegiatan MOPDB, mulailah ada pembagian kelas dan menempati kelas sesuai dengan daftar pembagian kelas yang ditempel di papan. Ketika berada di dalam kelas, Andin mengamati satu persatu temannya, ternyata tidak satupun di dalam kelas yang dulunya adalah teman SD. Andin mulai merasakan kesedihan, kesepian, dan tidak nyaman berada di dalam kelas.

Andin mulai tidak bersemangat untuk ke sekolah, karena dia merasa sendirian di dalam kelas itu. Teman SD-nya yang sekarang satu sekolah dengannya ternyata berada di kelas yang berbeda. Andin bilang ke ibunya bahwa dia ingin pindah kelas yang ada teman SD-nya dulu. Ibu Andin memberikan pengertian kepadanya bahwa di SMP itu temannya lebih banyak, berasal dari berbagai SD / MI, untuk itu Andin harus belajar mau bersosialisasi dengan teman-teman baru di dalam kelasnya dan nanti bila istirahat bisa menemui temannya waktu SD dulu. Tidak selamanya kita harus berteman dan bermain  dengan  teman yang sama atau dengan teman yang itu-itu terus. Semakin banyak teman maka kita akan bertambah ilmu, bertambah pengalaman, dan yang pasti kita akan merasa lebih bahagia dan lebih nyaman karena di mana-mana kita punya teman. Itu adalah permasalahan yang di alami Andin sejak duduk di bangku SMP. Beda lagi dengan Fian, soal teman Fian tidak ada masalah, siapapun anaknya dan berasal dari SD/MI manapun Fian tidak pernah peduli. Justru yang membuat Fian sedih berada di SMP saat ini adalah karena jarak antara rumah dan sekolah yang jauh. Dulu waktu SD bersepeda cukup lima menit sudah sampai di sekolah.Sekarang di SMP, Fian harus mengayuh sepeda lebih dari setengah jam. Fian sering malas bangun bila pagi telah tiba, rasanya capai, lelah bila harus berangkat sekolah, belum lagi nanti kalau pulang sekolah di tengah terik panas matahari, debu kendaraan bermotor, semua itu menambah kekesalan Fian. 

Fian pernah menyampaikan keluhannya itu kepada ayahnya. Ayahnya memberikan semangat dan bercerita bahwa dulu ayahnya malah lebih jauh dari Fian, jalan tidak semulus dan seenak sekarang, dan itu dijalani ayah dengan senang hati, ikhlas dan sekarang tinggal menikmati hasil dari semua perjuangan itu. Oleh karena itu kalau Fian ingin hidup enak, senang,dan berkecukupan di kemudian hari maka sekarang harus berjuang dan salah satu bentuk perjuangan itu adalah dengan rajin bersekolah dengan senang dan ikhlas. Jangan putus asa, jangan malas, jangan ngedumel, dan jangan meminta fasilitas lebih yang tidak sesuai dengan kondisi diri. Fian sebenarnya ingin minta sepeda motor, agar dia tidak terlalu capai pulang pergi ke sekolah. Keinginan Fian itu di tolak oleh ayahnya, karena menurut ayah Fian belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor, Fian tidak punya KTP,SIM, dan itulah yang menyebabkan ayahnya menolak keinginan Fian, karena pengguna kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM ( Surat Ijin Mengemudi ), merupakan tindakan yang melanggar hukum.

Ayah Fian berjanji akan membelikan sepeda motor baru kalau Fian bisa lulus dari SMP dengan nilai yang baik. Fian dengan senang hati menerima tawaran ayahnya dan Fian-pun berjanji akan aktif  ke sekolah dan rajin belajar.

Fian juga tidak akan mengeluh dan tidak membeda-bedakan saat dia sekolah di SD.Fian akan mmeniru apa yang dulu  pernah dilakukakan oleh ayahnya yaitu “ berakit-rakit ke hulu berenang ketepian “ yang artinya bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Description: https://docs.google.com/drawings/u/0/d/sl8PeBXjNT4XFLSaCxxCf5g/image?w=421&h=111&rev=1&ac=1&parent=0B6hwb5D4OajjLXRrM0RaMGllb1U

 

 

 




REFLEKSI

Description: 31

  1. Tuliskan pendapat atau komentar kalian tentang gambar di samping !

......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

 

2.       Apa yang akan kamu lakukan untuk memberi motivasi kepada Andin agar dia tidak bersedih di kelas yang baru ?

................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

  1. Apa yang kamu lakukan untuk membatu Fian agar dia tidak merasa lelah saat ke sekolah ?

............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

 


 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

 

1.       Tuliskan pokok – pokok perbedaan yang kamu alami ketika kamu duduk di bangku SD/MI dengan ketika kamu duduk di bangku SMP saat ini ?

2.       Tuliskan pengalamanmu yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan yang pernah kamu alami saat di SD/Mi

3.       Tuliskan pengalamanmu yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan yang pernah kamu alami saat di SMP?.

 

Lembar Jawaban :

................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

 







 

Diskusi Kelompok

 

Tuliskan semua pengalaman yang tidak menyenangkan saat di SMP yang di alami oleh temanmu sekelompok, lalu diskusikan dalam kelompokmu untuk mencari solusinya agar pengalaman yang tidak menyenangkan bisa menjadi hal yang menyenangkan !

 

 

Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 


 

MATERI LAYANAN 3

MENTAATI PERATURAN SEKOLAH

A. Pengertian Peraturan

Peraturan adalah kesepakatan yang dibuat oleh perorangan maupun kelompok agar tercipta keamanan, ketertiban dan keteraturan dalam masyarakat, Dalam kehidupan sehari-hari terdapat bermacam-macam kepentingan dalam setiap individu diperlukan petunjuk hidup yang konkret dalam masyarakat. Selain adanya kebiasaan adat istiadat dan norma dalam masyarakatdibuatlah suatu aturan yang disepakati dan ditaati oleh masyarakat itu sendiri.Aturan tersebut yang sering disebut peraturan. Peraturan adalah perangkat yang berisi sejumlah aturan yang dibuat untuk menegakkan ketertiban dalam masyarakat. Peraturan diciptakan untuk mengatur perilaku dan hubungan antar anggota kelompok. Peraturan bisa berupa tertulis maupun tidak tertulis.

Peraturan merupakan sebuah kebutuhan untuk menciptakan keteraturan hidup bersama.Keteraturan itu haruslah demi terciptanya keadilan, kedamaian, dan kebaikan bersama.Peraturan pada hakikatnya adalah tatanan, petunjuk atau kaidah yang dibuat untuk mengatur perilaku manusia agar tercipta kebaikan bersama. Peraturan yang baik harus, memenuhi persyaratan sebagai berikut;

  1. Bertujuan mewujudkan keteraturan hidup bersama.
  2. Memerhatikan kebutuhan dan norma-norma masyarakat.
  3. Dilandasi prinsip keadilan, perdamaian, dan kebaikan bersama.
  4. Proses penyusunannya berlangsung secara demokratis

B. Peraturan sekolah

Peraturan sekolah merupakan suatu hal mutlak yang harus dipenuhi oleh semua siswa disekolah.Peraturan tersebut biasanya dibuat secara tertulis maupun tidak tertulis. Didalam kehidupan sehari-hari,banyak orang yang menyangkut pautkan suatu peraturan dengan disiplin,ketertiban,pelanggaran dan hukuman. Semua hal tersebut sering kali kita dengar dan selalu berkaitan dengan peraturan,baik peraturan disekolah,maupun peraturan dimana saja.suatu peraturan dibuat pastinya untuk membuat seseorang menjadi lebih baik daripada sebelumnya. 

Disiplin sekolah merupakan keseluruhan ukuran bagi tindakan-tindakan yang menjamin kondisi-kondisi moral yang diperlukan,sehingga proses pendidikan berjalan lancar dan tidak terganggu.Namun di zaman sekarang,ketertiban siswa sering kita dengar sebagai suatu masalah disebuah sekolah,apalagi pada jenjang sekolah menengah yang siswa-siswanya beranjakremaja yang sedang mencari jati diri pribadinya dimana siswa sering melakukan pelanggaran sekolah. Inilah salah satu contoh bentuk moralitas masyarakat Indonesia yang tidak menjunjung tinggi nilai-nilai kedisiplinan,dan ketertiban. yang mereka sering lakukan hanyalah pelanggaran yang pada akhirnya hanya berbuah hukuman.

Agar sekolah lebih baik,maka sekolah secara umum perlu dibentuk Tim Ketertiban Sekolah untuk memantau apakah aturan-aturan disekolah berjalan dengan baik. Supaya ketertiban di sekolah dapat berjalan dengan baik.Kadang kala ada siswa yang dengan sengaja melanggar peraturan sekolah, rasa ingin dianggap sebagai pemberani biasanya yang melatarbelakangi siswa melakukan pelaggaran.Tindakan tegas perlu diambil untuk menegakkan peraturan disekolah.

 

C. Penyesuaian Diri

            Siswa yang baru saja masuk SMP butuh waktu dan kesiapan diri untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.Peraturan  atau tata tertib di SD berbeda dengan peraturan atau tata tertib di SMP. Oleh karena itu diperlukan bantuan semua pihak yang ada di sekolah untuk dapat membantu peserta didik dalam proses penyesuaian diri. 

Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer terhadap penyesuaian diri. Penentu berarti faktor yang mendukung, mempengaruhi, atau menimbulkan efek pada proses penyesuaian. Secara sekunder proses penyesuaian ditentukan oleh faktor-faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik internal maupun eksternal. Penentu penyesuaian identik dengan faktor-faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bartahap. Penentu-penentu itu dapat dikelompokkan sebagai berikut:

 

1.    Kondisi Jasmaniah

Kondisi jasmaniah seperti pembawaan dan struktur/konstitusi fisik dan temperamen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembangannya secara instrinsik bekaitan erat dengan susunan/konstitusi tubuh.Shekdon mengemukakan bahwa terdapat korelasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe temperamen (Moh.Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ektomorf yaitu yang ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktifitas sosial, pemalu, dan sebagainya.

Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa system saraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan-gangguan dalam system saraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian.Dengan demikian, kondisi sistem-sistem tubuh yang baik merupakan syarat bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik.

 

2.    Perkembangan, Kematangan dan Penyesuaian Diri

Dalam proses perkembangan, respon anak berkembang dari respon yang bersifat instinktif menjadi respon yang diperoleh melalui belajar dan pengalaman. Dengan bertambahnya usia perubahan dan perkembangan respon, tidak hanya melalui proses belajar saja melainkan anak juga menjadi matang untuk melakukan respon dan ini menentukan pola-pola penyesuaian dirinya.

Sesuai dengan hukum perkembangan, tingkat kematangan yang dicapai berbeda antara individu yang satu dengan yang lainnya, sehingga pencapaian pola-pola penyesuaian diri pun berbeda pula secara individual. Dengan kata lain, pola penyesuaian diri akan bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan dan kematangan yang dicapainya. Disamping itu, hubungan antara penyesuaian dengan perkembangan dapat berbeda menurut jenis aspek perkembangan yang dicapai.Kondisi-kondisi perkembangan mempengaruhi setiap aspek kepribadian seperti emosional, sosial, moral, keagamaan dan intelektual.

 

3.    Penentu Psikologis terhadap Penyesuaian diri

a)       Pengalaman, Tidak semua pengalaman mempunyai arti bagi penyesuaian diri.Pengalaman-pengalaman tertentu yang mempunyai arti dalam penyesuaian diri adalah pengalaman yang menyenangkan dan pengalaman traumatik (menyusahkan).

b)       Belajar, Proses belajar merupakan suatu dasar yang fundamental dalam proses penyesuaian diri, karena melalui belajar ini akan berkembang pola-pola respon yang akan membentuk kepribadian.

c)       Determinasi Diri, Dalam proses penyesuaian diri, disamping ditentukan oleh faktor-faktor tersebut diatas, manusia itu sendiri menentukan dirinya, terdapat faktor kekuatan yang mendorong untuk mencapai sesuatu yang baik atau buruk, untuk mencapai taraf penyesuaian yang tinggi, dan atau merusak diri. Faktor-faktor itulah yang disebut determinasi diri.

d)       Konflik dan Penyesuaian, Ada beberapa pandangan bahwa semua konflik bersifat mengganggu atau merugikan.Sebenarnya, beberapa konflik dapat bermanfaat memotivasi seseorang untuk meningkatkan kegiatan.

e)       Lingkungan Sebagai Penentu Penyesuaian Diri, Berbagai lingkungan anak seperti keluarga dan pola hubungan didalamnya, sekolah, masyarakat, kultur dan agama berpengaruh terhadap penyesuaian diri anak.

 

4.   Pengaruh rumah dan keluarga.

Dari sekian banyak faktor yang mengondisikan penyesuaian diri, faktor rumah dan keluarga merupakan faktor yang sangat penting, karena keluarga merupakan satuan kelompok sosial terkecil.Interaksi sosial yang pertama diperoleh individu adalah dalam keluarga. Kemampuan interaksi sosial ini kemudian akan dikembangkan di masyarakat.

 

5.   Hubungan Orang Tua dan Anak 

Pola hubungan antara orang tua dengan anak akan mempunyai pengaruh terhadap proses penyesuaian diri anak. Beberapa pola hubungan yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri antara lain :

 

a)       Menerima (acceptance).

b)       Menghukum dan disiplin yang berlebihan.

c)       Memanjakan dan melindungi anak secara berlebihan.

d)       Penolakan.

e)       Hubungan saudara, Suasana hubungan saudara yang penuh persahabatan, kooperatif, saling menghormati, penuh kasih sayang, mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk tercapainya penyesuaian yang lebih baik.Sebaliknya suasana permusuhan, perselisihan, iri hati, kebencian, dan sebagainya dapat menimbulkan kesulitan dan kegagalan penyesuaian diri.

f)        Masyarakat, Keadaan lingkungan masyarakat dimana individu berada merupakan kondisi yang menentukan proses dan pola-pola penyesuaian diri. Kondisi studi menunjukkan bahwa banyak gejala tingkah laku salah bersumber dari keadaan masyarakat.Pergaulan yang salah di kalangan remaja dapat mempengaruhi pola-pola penyesuaian dirinya.

g)       Sekolah, Sekolah mempunyai peranan sebagai media untuk mempengaruhi kehidupan intelektual, sosial dan moral para siswa. Suasana di sekolah baik sosial maupun psikologis menentukan proses dan pola penyesuaian diri. Disamping itu, hasil pendidikan yang diterima anak disekolah akan merupakan bekal bagi proses penyesuaian diri di masyarakat.


Cerita

 

Rita adalah murid baru di SMP Ibu Pertiwi.Sekarang ini Rita duduk di kelas VII A. Di dalam kelas Rita duduk sebangku dengan Maya. Mereka berdua teman sekelas waktu duduk di bangku Sekolah dasar dan kebetulan mereka bertemu di sekolah yang sama.

Pembelajaran di SMP sudah berjalan sebulan lamanya, Dalam waktu sebulan itu mereka berdua harus sudah mulai menyesuaikan diri dengan segala peraturan di lingkungan sekolah yang baru.Rita dan Maya sudah mulai mengenal teman –teman di kelas lainnya.Mereka juga sudah bisa mengenali ruangan – ruangan dan fungsinya yang ada di lingkungan sekolah.

Beberapa hari terakhir ini mereka berdua terlihat sering keluar kelas setiap pergantian jam  pelajaran. Apabila ditanya oleh ketua kelas mereka selalu menjawab ingin ke kamar mandi. Bahkan hari ini mereka berdua tidak berada di kelas ketika pelajaran matematika. Pak Hari guru Matematika menanyakan keberadaan mereka.Semua temannya tidak ada yang tahu mereka kemana. Akhirnya Pak Hari meminta ketua kelas untuk mencari mereka. Rio sang ketua kelas menemukan mereka sedang asyik ngobrol di kantin. Lalu Rio mengajak mereka untuk kembali masuk ke kelas. Namun mereka justru marah kepada Rio dan mengejek kata-kata yang tidak sopan. Mengetahui hal itu  Pak Hari langsung melerai mereka dan mengajak mereka bertiga untuk menyelesaikan masalah di ruang BK. 

Setelah dilakukan kongseling dengan guru BK diketahui bahwa mereka sering keluar kelas hanya ingin berjalan-jalan di lingkungan sekolah. Tentu saja perbuatan mereka ini tidak dibenarkan, karena mereka melanggar peraturan sekolah. Mereka seharusnya tetap berada di dalam kelas selama jam pelajaran berlangsung. Mereka juga harus bisa menyesuaikan diri dengan peratuan bahwa di SMP itu berbeda dengan di SD. Kalau di SD mereka hanya bertemu dengan satu guru, tetapi di SMP setiap mata pelajaran gurunya berbeda. Untuk itu semua siswa  yang masuk ke SMP harus sudah siap menyesuaikan diri dengan segala peraturan yang ada di SMP. 

Refleksi Diri

 

  1. Sebagai teman yang baik apa yang sebaiknya kamu lakukan bila melihat temanmu meninggalkan jam pelajaran tanpa izin terlebih dulu kepada guru?
  2. Jika kamu jadi Rio apa yang harus kamu lakukan?
  3. Apa yang sebaiknya dilakukan Rita dan Maya supaya bisa menyesuaikan diri di lingkungan sekolah?
  4. Dengan membaca cerita di atas, apakah kamu merasa kesulitan untuk melakukan penyesuaian diri di lingkungan sekolah?
  5. Apa yang harus kamu lakukan supaya tidak terjadi kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan peratuan sekolah di SMP?

 

Lembar Jawaban :

................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................


 

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK

 

1.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan peraturan!

2.       Apakah kegunaan dari peraturan!

3.       Sebutkan syarat-syarat peraturan yang baik!

4.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan peraturan sekolah!

5.       Sebutkan dua macam peraturan sekolah!

6.       Berilah contoh peraturan tertulis di sekolah?

7.       Berilah contoh peraturan tidak tertulis di sekolah!

8.       Bagaimana caranya supaya peraturan sekolah bisa ditegakkan?

9.       Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri siswa?

 

Lembar Jawaban :

................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................







 

Diskusi Kelompok

Diskusikan dengan kelompokmu hasil Refleksi dan Tagihan, hasilnya tuangkan pada lembar Jawaban berikut!

 

Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………....................................................................................................

 

 


 

MATERI LAYANAN 4

AGAMA ITU MEMULIAKAN

 

Untuk apa manusia beragama? Apakah selain manusia juga punya agama? Jawabannya agama diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa itu hanya untuk manusia. Mengapa begitu? Karena manusia itu makluk Tuhan yang diberi kelebihan berupa akal fikiran, ini yang membedakannya dengan makluk lain, sehingga bisa menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama. 

Sementara makhluk yang lain seperti tumbuhan, hewan, air, udara, bulan bintang, bulan, matahari, angin, api, pelangi, gunung, lautan, semuanya tidak ada yang punya akal pikiran, sehingga tidak mungkin bisa menjalankan ajaran agama, maka wajar jika kemudian muncul hukum rimba, yang kuat itu yang menang dan sebagainya.   

 

A.     Agar hidup manusia selaras, serasi dan seimbang

 Agama  itu berasal dari kata A yang artinya tidak dan Gama artinya kacau. Jadi diturunkannya agama untuk manusia  oleh Tuhan Yang Maha Esa itu punya tujuan agar hidup manusia tidak kacau , atau dengan kata lain agar hidup manusia itu selaras, serasi dan seimbang. Selaras, serasi,seimbang  dalam hubungannya dengan Tuhan sebagai pencipta alam semesta ini,  maupun selaras dengan alam semesta sebagai ciptaan Tuhan. 

Hubungan manusia  dengan Tuhan  dan antara sesama manusia mendapatkan porsi yang seimbang dalam menjalankan praktek beragama. Dalam agama Islam itu penting dilakukan, demikian juga  agama lain, seperti Kristen,  Katolik, Hindu, dan Budha mengajarkan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan menurut  ajaran agamanya. Bahkan belakangan pemeluk Konghucu pun mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ajarannya menuju selaras serasi seimbang menurut ajarannya. 

 

B.     Menjalankan perintah agama dengan baik dan benar

Di Indonesia yang berdasarkan Pancasila dimana sila pertamanya berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Negara menjamin kemerdekaan setiap warga ( termasuk kita) untuk menjalankan ajaran agama secara baik dan benar, apapun agama kita. Maka kita bisa melihat bagaimana rukunnya bangsa Indonesia ini yang walau berbeda agama tetapi bisa hidup berdampingan satu dengan lainnya. Saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama satu dengan lainnya di negara kita ini sungguh merupakan suatu nilai luhur yang wajib dipelihara hingga kapanpun, sehingga akan tercipta tatanan  masyarakat bangsa Indonesia yang harmonis, rukun dan aman tentram, sebagaimana di pewayangan sering dikatakan tata, titi, tentrem kertaraharja, ( aman, tentram, damai, sejahtera: Indonesia).

Ini didasari kesadaran bahwa jika urusan agama menjadi hak tiap-tiap warga untuk memeluknya dan melaksanakan ajarannya. Tak ada paksaan dalam beragama. Semua diberi kebebasan  untuk beribadah menurut agamanya, bahkan itu dijamin dalam UUD ’45.   

Kita sebagai siswa kelas I SMP semester ganjil yang beragama  sebagai anak yang  baik pasti selalu berusaha keras sekuat tenaga agar dalam hidup sehari-hari bisa menjalankan perannya secara baik dan seimbang antara hubungan manusia dengan Tuhannya dan antara sesama manusia. Jika keduanya bisa berjalan secara seimbang maka hidup ini akan menjadi nikmat, membahagiakan dan memuliakan martabat. Kok bisa begitu ? Uraian di bawah ini akan bisa menjelaskan jawabnya.

Dunia ini diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sangat lengkap. Yang ditugaskan untuk mengelola dunia seisinya itu adalah manusia. Sementara Tuhan juga memberi manusia itu dua sifat dasar yakni sifat patuh kepada Tuhan dan sifat inkar pada Tuhan. Nah begitu banyaknya manusia maka berbeda-beda juga sifatnya, ada yang patuh pada Tuhan ada yang inkar . 

Yang patuh pada Tuhan,  hatinya selalu dekat dengan Tuhan, selalu ingin menjalankan perintahnya, rindu membaca kitab sucinya, tak pernah merasa berat untuk beribadah. Misalnya bagi yang beragama Islam kalau waktunya mendengar adzan dikumandangkan, hatinya bergetar dan menghentikan bermain atau belajarnya kemudian mengambil air wudlu berpakaian rapi, pakai sarung atau celana panjang,  berbaju muslim pakai kopiah, pakai minyak wangi, menyisir rambut secara rapi terus berjalan menuju masjid untuk sholat jama’ah. 

Sesampainya di masjid sholat  sunnah dua raka’at, sambil menunggu sholat wajib, hatinya terus berdzikir dan saat sholat berjama’ah dilakukannya secara khusyu’ seolah-olah Tuhan ada di depannya sehingga rasa rindu ingin bertemu, takut kalau salah dan penuh harapan untuk selalu ditolong, dilindungi dan dikabulkan do’anya, bercampur menjadi satu. 

Jadi sholat itu terasa ni’mat sekali, nggak pakai rame atau guyon, apalagi main cubit kaki temannya, atau ketawa- ketiwi yang nggak ada arti, malah bisa menghinakan diri di hadapan Illahi. Kalau sholatnya tidak khusyu’ bisa mengganggu teman sebelahnya, sholatnya jadi tidak fokus. Padahal sholat itu sarana komunikasi antara kita denganNYA. 

 Bagi pemeluk agama lain  demikian juga tentunya sesuai dengan koridor ajaran agamanya, lewat ibadah do’a, pergi ke gereja, ke wihara dan ke pura, untuk menjalankan perintah agamanya. Semua dilakukan sebagai bentuk kebaktian kepadaNYA. .

Kita tahu bahwa setiap gerak gerik jiwa dan raga kita direkam oleh CCTV-nya Tuhan yang menyertai kita, Jadi amat takut kalau sholatnya tak diterima oleh Tuhan. Hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa selalu dijaga. Bagi anak yang patuh pada Tuhan, bayangan surga nanti di akhirat menjadi pemicu motivasi untuk terus menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. 

Sementara anak yang inkar atau tidak patuh pada Tuhan Yang Maha Esa, tidak pernah mau sembahyang, berdo’a, apalagi membaca kitab suci, mempelajari dan mengamalkannya, menyentuh pun mungkin tidak mau dan tak tertarik.. Baginya agama dianggap tak penting, yang penting senang-senang, menuruti kemauan, tak menghiraukan perintahNYA. 

Anak seperti ini mungkin belum begitu mengerti bahwa hidup itu ada tugas tertentu yakni mengabdi kepada Tuhan dan Tuhan itu adil , maha sayang, maha pemurah maha pengasih. Jika kita menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya kita disebut sebagai orang yang bertaqwa, di dunia akan mendapat kebahagiaan dan kemuliaan, dan nanti di akherat setelah mati akan dimasukkan surgaNYA. Sementara yang tetap inkar sampai akhir hayatnya tak mau menjalankan perintah , larangnya dilanggar maka hidupnya di dunia menjadi hina, tak bahagia, dan nanti di akherat masuk neraka mendapat siksa . 

 

C.     Jalankan  Perintah Jauhi LaranganNYA

Setiap agama ada perintah dan larangan. Di Islam  misalnya perintahNYA sudah jelas dan laranganNYA pun sudah jelas. Semua ada dalam kitab suci. Dalam pelaksanaanya ada  kategori hukumnya  wajib, sunah, mubah, makruh dan  kharam. (Lebih jelasnya pelajari buku agamamu).  Contoh perintah bagi umat Islam misalnya yang ada pada rukun Islam yaitu, syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji ( bagi yang mampu). 

Syahadat, sholat dan puasa itu masuk kategori hubungan manusia dengan Tuhannya, karena murni hubungan kita dengan Tuhan. Apakah hati kita benar-benar syahadat, atau cuma pura-pura walaupun lisan kita telah mengucapkannya, hanya antara kita dengan Alloh yang tahu. 

Demikian juga apakah jiwa/hati/batin kita juga sholat sewaktu badan kita bergerak sholat sesuai ketentuan, hanya antara kita dengan Alloh yang tahu.

Apakah kalau tidak ada orang kita tetap puasa atau tidak , apakah kita puasa itu karena menjalankan perintahNYA  semata dan mengharap ampunan dan pahala  dariNYA, atau hanya bohong-bohongan, hanya antara kita denganNYA yang tahu ( lain soal kalau kita memberi tahu teman kalau kita puasa bohong-bohongan ). 

Sementara zakat dan haji tergolong hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan esama manusia, karena zakat itu memberi kepada yang berhak menerima oleh pemberi yang wajib mengeluarkannya. Niat zakat itu untuk mensucikan diri, nah niat itu ditujukan kepada Tuhan , sementara manfaat zakat untuk sesama manusia.

Sedangkan haji disamping berhubungan dengan Tuhan dalam niat, wukuf,  towaf dan sya’i, juga ada yang berhubungan dengan manusia yakni dalam kewajiban membayar dam, berupa sembelihan seekor domba yang dagingnya dibagikan kepada yang berhak menerima. 

Demikian juga  di luar itu, masih ada perintah lain misalnya   diperintah untuk tolong menolong dalam hal kebaikan dan taqwa seperti  mengajari membaca kitab suci, memberi bagi yang kekuraangan, menengok teman yang sakit, belajar ilmu dunia dan ilmu akhirat, berbakti kepada Ibu Bapak, menyumbang anak yatim, membersihkan rumah dan kelas, dan sebagainya. 

Sementara laranganNYA seperti mencuri, menyontek ketika ulangan, memfitnah, mencela orang lain, mengadu domba, minum minuman yang memabukkan, memakan bangkai dan darah, riba dalam jual beli, korupsi, inkar janji, berkata/ berbicata kotor (misuh: jw), , membicarakan aib orang lain, berburuk sangka, putus asa,  hingga membunuh tanpa ada alasan yang dibolehkan oleh agama,  dan masih banyak lagi.  . 

Jika kita bisa menjalankan perintah  dan menjauhi larangaNYA dengan tulus ikhlas sesuai dengan kaidah agama kita maka kita akan mendapat kebahagian, pahala dan di hadapanNYA akan digolongkan menjadi hambaNYA yang taqwa yang mulia di dunia di akherat masuk surga, Namun jika sebaliknya melanggar larangNYA dan tidak menjalankan  perintahNYA  maka  diancam dengan nerakaNYA. 

Agama Kristen, Hindu dan Budha juga mengajarkan kepada penganutnya untuk mejalankan ajaran agamanya, Buktinya ada banyak gereja dan  wihara serta pura.  Di Indonesia semuanya dijamin bisa dilaksanakan dengan penuh kebebasan tanpa ada paksaaan. Semua oleh negara diberi kesempatan untuk beribadah menurut agamanya, 

Sekarang pilih yang mana kita? So pasti kita pilih surga bukan? Yuk kita laksanakan semua perintahNYA jauhi laranganNYA sekuat tenaga kita, semoga kita selalu dalam lindungan, ridlo dan petunjukNYA. Agar Kita Mendapat Nikmat, Bahagia, Mulia Dunia Akherat. 

Agama Kristen, Hindu dan Budha juga mengajarkan kepada penganutnya untuk mejalankan ajaran agamanya, Buktinya ada banyak gereja dan  wihara serta pura.  Di Indonesia semuanya dijamin bisa dilaksanakan dengan penuh kebebasan tanpa ada paksaaan. Semua oleh negara diberi kesempatan untuk beribadah menurut agamanya, (Mars)


Cerita

Sebagai siswa kelas 1 SMP yang baru, Hamid tergolong anak yang amat ta’at beribadah. Ia.punya teman sebangku namanya Sumanto.  Berbeda dengan Hamid, Sumanto sejak kecil jauh dari kebiasaan menjalankan perintah agama. Rumahnya sebenarnya dekat dengan masjid, namun entah kenapa Sumanto hingga usianya kini tak begitu tertarik dengan suara adzan, bacaan Qur’an, atau sholat jama’ah. Setiap hari tak peduli terdengar adzan, hati Sumanto sama sekali tak pernah terusik untuk ambil air wudlu, berpakaian sepantasnya yang menutupi aurat terus pergi ke masjid untuk sholat jama’ah. Kalau lagi pegang gitar ya gitaran aja, kalau lagi main sepakbola ya terus saja main, kalau lagi asyik game on line ya nggak mikirin sholat. Itulah keseharian Sumanto selama ini.

Nah sekarang ia punya teman sebangku  yang taat ibadah yaitu si Hamid. Kebetulan di sekolah itu setiap hari sebelum pelajaran selalu berdo’a dan mendengarkan kalimat motivasi dari tokoh-tokoh dunia dari berbagai bidang, terutama bidang agama. Kemudian di setiap jam pelajaran agama, anak-anak tak terkecuali Hamid dan Sumanto menuju masjid sekolah untuk sholat dukha, kebetulan jam pelajarannya selalu sebelum jam istirahat pertama. Dan saat istirahat ke –dua selalu bertepatan dengan waktunya sholat dhuhur dimana sekolah ini membiasakan sholat berjamaah seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9 yang beragama Islam dan yang tidak sedang berhalangan bagi siswa perempuan. Ada sekitar 600 an anak sholat jama’ah dhuhur di masjid dengan imam bergantian dari bapak-bapak guru. Selesai sholat ada kultum, tausyiah singkat sebelum diakhiri do’a, kemudian  setelah usai, siswa ke kantin untuk  beli makan baru kemudian masuk jam ke-7 dan 8.

Awal-awalnya Sumanto  tak menampakkan ‘keanehan’ baru setelah minggu ke -3 mulai ada sesuatu pada dirinya. Sifat asli bawaanya nampak. Setiap do’a pagi ia selalu bikin ulah, kalau tidak mencolek pinggang ya menginjak kaki atau meniup telinga atau menjambak rambut Hamid sehingga menjadikan Hamid terkejut, mangkel, mau marah tapi tak enak, merasa terganggu sehingga do’anya tak khusyu’, pendengarannya terhadap ungkapan motivasi dari tokoh-tokoh dunia menjadi tak bisa masuk secara sempurna dalam pencernaan jiwanya.

Tak berhenti sampai di situ, saat sholat, jikapun ia ikut masuk masjid bukan sholat yang dilakukan tetapi mengganggu temannya dari mulai seperti yang dilakukannya terhadap Hamid saat di kelas hingga menendang kaki teman, mendorong, tertawa-tawa saat sholat, sehingga teman-temannya merasa terganggu, bahkan juga ada satu dua yang kemudian ikut-ikutan menjadi seperti dia, terutama saat sholat dukha tanpa ditunggui oleh guru agamanya. Hingga suatu saat aksinya itu diketahui gurunya kemudian dinasehati oleh Pak guru agama supaya jangan bertindak seperti itu sebab tidak baik diri sendiri maupun teman-temannya.

Sejenak kemudian memang ia tenang, namun belakangan bukannya tambah sadar dan menjadi baik, tetapi justru sebaliknya semakin menjadi-jadi. Bahkan sering ia tak pergi  ke masjid untuk sholat jama’ah, namun malah bersembunyi di bawah kolong bangku. Sehingga di mata teman-temannya ia semakin tak mendapat tempat, banyak temannya yang tak simpati kepadanya, sehingga ia semakin tak nyaman berada di kelas itu dan di sekolah itu. Yang paling tidak suka  kepadanya ya si Hamid teman sebangkunya itu. 

  

 

Refleksi Diri

 

  1.  Jika saya menjadi Sumanto  saya akan:. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………Alasannya ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………………
  2. Untuk mengatasi konflkik dengan dengan Hamid dan teman satu kelas jika saya jadi Sumanto,  saya akan :…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… Alasannya

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Jika  saya jadi Hamid saya akan: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Alasannya

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Agar tetap bisa menegembangkan kebiasaan menjalankan perintah agama dengan baik saya akan : ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Alasannya

………………………………………………………………………………….…………..………………

………………………………………………………………………………………………


 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

 

  1. Menurut pendapat saya agama diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk manusia bertujuan agar    …………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Dalam menjalankan perintah agama semua warga negara dijamin oleh UUD’5,  penjelesannya sebagai berikut:

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

  1. Menjalankan perintah agama bisa menjadikan manusia mulia di sisi Tuhan. Bagaimana penjelasannya ?

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

  1. Kita tak boleh memaksakan agama kepada orang lain , bagaimana penjelasannya ?

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

 


 

Diskusi Kelompok

 

Diskusikan dengan kelompokmu hasil Refleksi dan Tagihan, hasilnya tuangkan pada lembar Jawaban berikut!

 

Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 


 

MATERI LAYANAN 5

BELAJAR DAN HASIL BELAJAR

 

A.       Pengertian Belajar

Semua orang mengenal istilah belajar, aktifitas belajar telah ada sejak adanya manusia. Manusia melaksanakan aktifitas belajar karena belajar sebagai salah satu kebutuhan. Ahli belajar ada yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk belajar, karena dalam dirinya terdapat potensi untuk belajar. Belajar menjadi suatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia, hampir sepanjang waktu melakukan ritual belajar. Pengertian umum belajar adalah mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari orang lain yang lebih tahu, dari pengalaman, dari membaca dan sebagainya. Beberapa pengertian tentang belajar diantaranya:

1.       Faham behavioristik, belajar sebagai pengubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dilakukan melalui latihan/ membiasakan reaksi atas stimulus/ rangsangan yang ada.

2.       Faham kognitif, belajar sebagai usaha untuk mengerti tentang sesuatu, yang dilakukan secara aktif oleh pembelajar. Keaktifan belajar tersebut bisa berupa mencari pengalaman, mencari informasi, memecahkan masalah, mencermati lingkungan, mempraktekkan, dan respon lainnya untuk mencapai tujuan.

3.       Dalam kamus besar bahasa indonesia, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu tertentu dengan bergantung pada kekuatan harapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh hasil bagi orang yang bersangkutan.

Dari faham diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian dan tingkah laku manusia dalam bentuk kebiasaan, penguasaan pengetahuan atau ketrampilan, dan sikap berdasarkan latihan dan pengalaman dalam mencari informasi, memecahkan masalah, mencermati lingkungan untuk mengumpulkan pengetahuan melalui pemahaman, penguasaan, ingatan, pengungkapan kembali di waktu yang akan datang. Belajar berlangsung terus-menerus dan tidak boleh dipaksakan. 

 

Belajar juga mengandung  pengertian bahwa perubahan perilaku itu akibat pengalaman yang diperoleh melalui pengamatan, pendengaran, membaca dan meniru. Manusia adalah makhluk yang berbudaya, befikiran modern, cekatan, pandai dan bijaksana yang diperoleh melalui proses membaca, melihat, mendengar dan meniru. Seseorang belajar dengan mengagumi suatu obyek, figure melalui bacaan, pengamatan dan pendengaran, yang kemudian disenangi dan dikagumi, seperti tertarik pada keindahan, kerapian dan kedamaian suatu obyek. Seorang figure atau tokoh yang dikenal melalui pengamatan, bacaan, drama sinetron, karena dia berkata benar, logis dan nyata, maka pengamat tertarik dan berupaya untuk meniru dan mengikutinya.

Karena pentingnya masalah belajar dan mencari ilmu pengetahuan, sampai Allah memerintahkan ‘Carilah Ilmu sampai ke negeri Cina’, mempunyai makna bahwa manusia dilahirkan ke bumi untuk menjadi kholifah dan menjadi orang pandai. Menuntut ilmu tidak cukup di negeri sendiri, perlu mengembangkan sampai ke negeri orang meskipun itu tempatnya jauh dan sebagai negara konflik atau tidak mengenal peradaban agama, kita diperintah untuk menggali kemajuan melalui ilmu pengetahuan. 

Membaca merupakan kegiatan belajar, membaca informasi, membaca pengetahuan, membaca situasi, membaca ketatanegaraan, membaca norma agama agar mampu hidup dalam masyarakat. Membaca tidak hanya sekedar membaca yang tertulis, tetapi juga yang tidak tertulis, misalnya membaca gejala alam, membaca data, situasi politik dsb. Agar kita tahu tentang informasi tersebut. Alvin Toffler, tokoh komunikasi menyebutkan “Siapa yang menguasai informasi maka dialah yang menguasai dunia”.


 

  1. Hasil Belajar.

 

Hasil belajar menurut Djamarah (2000;45), sebagai prestasi dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secara individu maupun kelompok. Untuk menghasilkan sebuah prestasi dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar, keuletan, kesungguhan dan kemauan, rasa optimisme yang tinggi untuk bisa mencapainya. Sementara itu Arikunto (1990;133), mengatakan bahwa hasil belajar adalah hasil akhir setelah mengalami proses belajar, perubahan itu tampak dalam perbuatan yang dapat diamati dan dapat diukur. Perubahan pada diri individu yang belajar berupa pengetahuan, kecakapan, sikap, pengertiam dan penghargaan diri pada individu tersebut. 

Tujuan kegiatan belajar dapat diklasifikasikan  menjadi 3 kelompok yaitu: Kawasan 

1.       Kognitif

2.       Afektif

3.       Psikomotor 

Tujuan kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir, mencakup kemampuan intelektual, dari yang sederhana yaitu mengingat sampai memecahkan masalah, menghubungkan gagasan. Terdapat 6 tingkatan yaitu: mengingat, mengerti, memakai, menganalisa, menilai dan mencipta.

Tujuan afektif, merupakan tujuan belajar yang berhubunhgan dengan perasaan, emosi, system nilai, dan sikap hati (attitude) yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. Tujuann afektif dari yang paling sederhana yaitu memperhatikan fenomena sampai kepada yang komplek yang merupakan factor internal seseorang. Seperti: minat, sikat hati, sikap menghargai, system nilai serta kecenderungan emosi.Dalam mencapai tujuan afektif memerlukan keteladanan dan waktu yang cukup, tidak seperti pencapaian kawasan kognitif. Kawasan afektif diantaranya adalah kemampuan dalam menerima, menanggapi, menghargai, mengorganisasikan dan menghayati. 

Kawasan psikomotor adalah, kawasan yang berorientasi pada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh, atau tindakan (action), yang memerlukan koordinasi antara syaraf, fikiran dan otot, sihingga diperoleh tingkat keterampilan fisik tertentu. Misalnya kegiatan yang dihubungkan dengan latihan menuls, berbicara, olahraga serta bidang studi berkaitan dengan keterampilan. Ketrampilan dalam membongkar dan memasang mesin, mereparasi mesin, mengatur muatan kapal, menggunakan berbagai alat atau perkakas bengkel, membuat grafik dan lain-lain.

Perubahan tingkah laku sebagai Hasil belajar dapat dapat disimpulkan, individu yang belajar akan memiliki ciri-ciri sbb:

1.       Adanya kepuasan dan kebanggaan yang dapat memotivasi diri untuk terus belajar.

2.       Menambah keyakinan akan kemampuan dirinya.

3.       Hasil belajar yang dicapai bermakna bagi diri sendiri, akan tahan lama diingat, membentuk perilaku, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain, dan dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lainnya.

4.       Kemampuan untuk mengontrol, menilai dan mengendalikan diri dalam proses dan usaha belajarnya.

Berkaitan dengan usaha untuk mencapai hasil belajar, sering dijumpai masalah sehingga prestasi tidak bisa mencapai hasil yang optimal. Masalah yang muncul dapat mengganggu tugas perkembangan pada fase berikutnya, bahkan akan mengganggu dalam menjalani kehidupan. Masalah-masalah tersebut adalah:

  1. Kemampuan akademik, yaitu yang memiliki kemampuan inteligensi tinggi tetapi tidak dapat memanfaatkan secara optimal.
  2. Ketercepatan dalam belajar, yaitu yang memiliki kecerdasan(IQ ≥ 130), yang memerlukan tugas-tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan belajar yang amat tinggi.
  3. Sangat lambat dalam belajar, yaitu yang memiliki kemampuan akademik kurang memadahi dan perlu mendapat pendidikan/pengajaran khusus.
  4. Kurang motivasi dalam belajar, yaitu keadaan kurang bersemangat dalam belajar, malas.
  5. Bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar, yaitu kondisi dan kegiatan belajar sehari-hari antagonistic dengan yang seharusnya, misal suka menunda-nunda tugas, mengulur waktu, membenci guru, tidak mau bertanya, dst.

 

Sedangkan berkaitan dengan masalah atau gangguan emosional yang berpengaruh terhadap hasil belajar, diantaranya adalah:

  1. Hiperaktif, cenderung tidak bisa duduk dengan tenang saat belajar.
  2. Cepat bosan (distractibility), sering mengalihkan perhatian ke berbagai obyek lain, mudah dipengaruhi, dan tidak bisa memusatkan perhatian.
  3. Pendiam, pasif, sangat perasa (poor self concept), sehingga mudah tersinggung.
  4. Cepat bereaksi (impulsif), atas pertanyaan yang diberikan tetapi jawabannya tidak menunjukkan berfikir yang logis.
  5. Suka merusak benda-benda disekitarnya (destuctive behavior), sikap agresif yang negatif, mudah tersinggung.
  6. Suka mengeluarkan kata-kata kasar, tidak sopan (distruptive behavior), cenderung suka mengejek, menentang guru.
  7. Selalu tergantung kepada orang tua (dependency), merasa takut dan tidak mampu untuk berani melakukan sendiri dan sangat bergantung kepada orang-orang disekitarnya.
  8. Withdrawl, yaitu anak yang mempunyai sosial ekonomi sangat rendah, sehingga merasa dirinya bodoh, tdk mampu  dan enggan mencoba membuat tugas.
  9. Learning disability, adalah anak yang tidak memiliki kemampuan mental setara dengan teman sebayanya, sehingga sulit menganalisis, menangkap isi mata pelajaran, dan mengaplikasikan yang telah dipelajari.
  10. Learning disorder, anak yang mempunyai cacat bawaan baik kerusakan fisik atau syaraf. Pada umumnya sulit untuk belajar secara normal, mereka butuh penanganan ahli.
  11. Underachiever, yaitu anak yang mempunyai potensi intelektual diatas rata-rata, tetapi prestasinya di kelas sangat rendah, semangat belajar juga rendah, sering menyepelekan tugas dan lupa mengerjakan PR.
  12. Overachiever, yaitu anak yang mempunyai semangat belajat sangat tinggi, merespon dengan cara cepat. Biasanya tidak bisa menerima kegagalan, sulit menerima kritik.
  13. Slow learning, adalah anak yang sulit menangkap pelajaran, butuh waktu lebih lama untuk menjawab dan mengerjakan tugas.
  14. Sosial interseption, yaitu anak yang kurang peka dan tidak peduli terhadap lingkungannya. Kurang tanggap dalam membaca ekspresi dan sulit bergaul dengan teman-teman di kelas.
  1. Sikap dalam Belajar

Beberapa tips, sikap dalam belajar yang baik agar diperoleh hasil yang optimal adalah:

  1. Rumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam belajar.
  2. Belajar harus percaya diri dan memiliki motivasi yang kuat.
  3. Lingkungan belajar harus menyenangkan.
  4. Sarana dan prasarana belajar yang memadahi.
  5. Lengkapi buku-buku pelajaran, buku tulis dan alat-alat tulis (pensil, fulpen, penghapus, penggaris, busur, jangka, text marker, pensil warna-warni, rautan dst), karena peralatan tersebut sebagai dukungan kekuatan pribadi Anda untuk siap dalam belajar.
  6. Miliki ketrampilan belajar dengan suka membaca, menuliskan dan membuat pertanyaan.
  7. Buat catatan (tulis dan susun), jadikan menulis dan bertanya sebagai hal yang menyenangkan.
  8. Berlatihlah disiplin, jujur dan bertanggung jawab atas hasil belajar.
  9. Kenalilah gaya belajar dan optimalkan sesuai kemampuan Anda.
  10. Belajar dikatakan berhasil bila ada perubahan sikap perilaku. 




Cerita

 

Suasana pagi itu di kelas VIIIK sebelum bel masuk berbunyi, anak-anak ada yang bergerombol mengerjakan PR Matematika yang kebetulan jadwalnya ada di jam pertama. Sedangkan Zia gadis cantik itu mengambil tempat duduk di belakang, rupanya sedang menghafal doa-doa pendek dalam pelajaran Agama. Begitu juga di teras kelas, beberapa anak laki-laki bermain sepak dengan bola kertas yang diremas-remas. Namun ditengah suasana yang ceria pagi itu dijumpai juga beberapa anak perempuan hanya duduk-duduk santai mengamati aktifitas temannya, dan beberapa lainnya sibuk dengan mengoperasionalkan game dengan telepon genggamnya. Bel masuk berbunyi, waktu selang 15 menit, tiba-tiba ada 2 anak yang baru datang, oleh guru matematika mereka disarankan agar kali lain bisa berangkat lebih pagi agar tidak terlambat lagi.



Refleksi

1)       Sebutkan suasana belajar yang sedang terjadi di dalam kelas VIIIK dalam ilustrasi ceritadiatas!

2)       Diantara cara belajar yang dilakukan, kira-kira yang mana paling Anda sukai?

3)       Dari cerita tersebut terdapat aktifitas yang tidak menguntungkan dan merupakan masalah dalam pemanfaatan waktu yang tidak efektif untuk belajar, yaitu Kalau Anda amati kegiatan belajar di kelas Anda. Permasalah belajar yang mana sering dijumpai, sebutkan!

 

Lembar Jawaban :

..................................................................................................................................................... .....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

 










 

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK

 

1)       Belajar menurut pendapat Anda adalah?

2)       Apakah belajar merupakan kebutuhan bagi Anda?

3)       Bagaimana cara Anda belajar yang paling efektif?

4)       Anda tentunya pernah merasakan hasil belajar yang paling memuaskan, ceritakan bagaimana cara belajar Anda waktu itu!

5)       Carilah ilmu sampai ke negeri Cina, berikan komentar Anda!

 

Lembar Jawaban :

..................................................................................................................................................... .....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................




 

Diskusi Kelompok

 

Anda tentunya pernah ditugasi bapak/ibu guru belajar kelompok, dan diminta  untuk mempresentasikan hasil belajar Anda secara. Amati kegiatan yang telah Anda lakukan itu dan diskusikan dengan teman Anda: 

  1. Kegiatan belajar untuk mengungkap kawasan apa saja yang telah Anda lakukan tersebut!
  2. Tuliskan masalah/kesulitas yang dijumpai ketika belajar kelompok!
  3. Tuliskan masalah/kesulitan yang dijumpai ketika presentasi!

 

Lembar Jawaban :

..................................................................................................................................................... .....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................















 

MATERI LAYANAN 6

INDAHNYA KEBERSAMAAN

A. Pengertian Keluarga

Keluarga adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga.                                  .
Terdapat beberapa definisi keluarga dari beberapa sumber, yaitu:

  1. Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga (Duvall dan Logan, 1986).
  2. Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Bailon dan Maglaya,1978 ).
  3. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Departemen Kesehatan RI, 1988). 

Suatu keluarga setidaknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Terdiri dari orang-orang yang memiliki ikatan darah atau adopsi.
  2. Anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk satu rumah tangga.
  3. Memiliki satu kesatuan orang-orang  yang berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan istri, bapak dan ibu, anak dan saudara.
  4. Mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.

B. Fungsi keluarga

 

Menurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) bahwa fungsi keluarga dibagi menjadi 8. Fungsi keluarga yang dikemukakan oleh BKKBN ini senada dengan fungsi keluarga menurut Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994, yaitu :

1. Fungsi keagamaan, yaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.

2.  Fungsi sosial budaya, dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.

3.  Fungsi cinta kasih, diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman, serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga.

4. Fungsi melindungi, bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.

5. Fungsi reproduksi, merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga

6. Fungsi sosialisasi dan pendidikan, merupakan fungsi dalam keluarga yang dilakukan dengan cara mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya, menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga dilakukan untuk mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik

7. Fungsi ekonomi, adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang.

8. Fungsi pembinaan lingkungan, keluarga berperan sangat besar dalam pembinaan lingkungan, pembentukan perilakusangatdipengaruhioleh lingkungan dimana individu tersebut bertempat tinggal. Disinilah peran keluarga sangat diperlukan sebagai pelindung dari pengaruh negatif lingkungan.

C.  Bentuk keluarga

 

Keluarga dibagi menjadi beberapa bentuk berdasarkan garis keturunan, jenis perkawinan, pemukiman, jenis anggota keluarga dan kekuasaan.

1)       Berdasarkan Garis Keturunan 

Ø  Patrilinear adalah keturunan  sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.

Ø  Matrilinear adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa ganerasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.

2)       Berdasarkan Jenis Perkawinan

Ø  Monogami adalah keluarga dimana terdapat seorang suami dengan seorang istri.

Ø  Poligami adalah keluarga dimana terdapat seorang suami dengan lebih dari satu istri.

3)       Berdasarkan Pemukiman

Ø  Patrilokal adalah pasangan suami istri, tinggal bersama atau dekat dengan keluarga sedarah suami.

Ø  Matrilokal adalah pasangan suami istri, tinggal bersama atau dekat dengan keluarga satu istri

Ø  Neolokal adalah pasangan suami istri, tinggal jauh dari keluarga suami maupun istri.

4)       Berdasarkan Jenis Anggota Keluarga

Ø  Keluarga inti (Nuclear Family) adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.

Ø  Keluarga besar (Extended Family) adalah keluarga inti ditambahkan dengan sanak saudara. Misalnya : kakak, nenek, keponakan, dan lain-lain.

Ø  Keluarga Berantai (Serial Family) adalah keluarga yang terdiiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.

Ø  Keluarga Duda/janda (Single Family) dalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.

Ø  Keluarga berkomposisi (Composite) adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.

Ø  Keluarga Kabitas (Cahabitation) adalah dua orang yang terjadi tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.

5)       Berdasarkan Kekuasaan

Ø  Patriakal adalah keluarga yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ayah.

Ø  Matrikal adalah keluarga yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak ibu.

Ø  Equalitarium adalah keluarga yang memegang kekuasaan adalah ayah dan ibu.

 

D.    Kedudukan Anggota Keluarga

Setiap anggota keluarga memiliki kedudukan sendiri-sendiri. Ayah berkedudukan sebagai pemimpin rumah tangga dan kepala keluarga. Sedang ibu berkedudukan sebagai istri sekaligus sebagai pendamping suami.Anak-anak merupakan anggota keluarga yang berkedudukan sebagai anak yang harus berbakti kepada kedua orang tuanya.Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak.Keluarga inti yang terdiri darri ayah, ibu, dan 2 orang anak disebut caturwarga.Sedangkan Keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan 3 orang anak disebut pancawarga.Keluarga bukan inti keluarg yang tinggal dalam satu rumah selain ayah, ibu, dan anak.

Keluarga hidup bahagia, jika saling menyayangi, saling mengasihi, saling membantu, dan saling menjaga kerukunan keluarga, agar suasana rumah tenag dan bahagia.Berikut ini beberapa macam kedudukan anggota keluarga di rumah.

1)       Ayah

Dalam keluarga, ayah berkedudkan sebagai Kepala Keluarga (KK).Ayah juga sebagai pemimpin rumah tangga. Ayah bertanggung jawab atas seluruh anggota keluarga. Kepala keluarga yang baik adalah kepala keluarga yang demokratis.Tidak berbuat semaunya, senantiasa mengajak seluruh anggota keluarga bermusyawarah dalam mengatasi masalah dan mengambil keputusan.

2)       Ibu

Ibu adalah istri ayah.Ibu disebut ibu rumah tangga.Tugas utama ibu rumah tangga adalah mengurus rumah tangga dan keluarga.Bertanggung jawab atas kegiatan kebersihan dan kerapian di rumah. Adapun kedudukan ibu di dalam keluarga anatar lain:

Ø  Pendamping suami,

Ø  Penjaga harta benda yang ada dirumahnya,

Ø  Pendidik putra-putrinya,

Ø  Sebagai pengganti kedudukan ayah, bila ayah tiada.

3)       Anak

Sebagai anggota keluarga, anak berhak mendapat perhatian dan kasih saying serta bimbingan dari orang tua.Orang tua berkewajiban memnuhi kebutuhan anak, seperti buku untuk sekolah, pakaian, makanan yang bergizi, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.Anak mempunyai kewajiban belajar dan membantu orang tua. Kedudukan anak di dalam keluarga yaitu;

Ø  Taat dan tunduk kepda perintah ayah dan ibu,

Ø  Wajib membantu pekerjaan oraang tua dirumah,

Ø  Jika orang tua tidak ada dirumah, anak berkewajiban menjaga seluruh harta benda yang ada dirumah. (YUN)

 


 

Cerita

Dina anak pertama dari empat bersaudara, adik Dina ada tiga.usia Dina sudah 15 tahun. Ayahnya bekerja sebagai supervisor di salah satu perusahaan terkenal di Surabaya. Ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga yang sehari–hari hanya mengurus rumah dan keluarga. Pada awalnya kehidupan keluarga Dina cukup bahagia, meskipun tidak mewah tetapi ayahnya mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

                        Sampai suatu ketika, Ayah Dina mengalami kecelakaan lalu lintas pada saat berangkat kerja. Ayah Dina mengalami lumpuh permanen akibat kecelakaan tersebut.Karena sudah sudah tidak ada yang bekerja lagi di keluarga Dina, secara otomatis kehidupan keluarga jadi berantakan, Ibunya bingung harus bagaimana mengatasi masalah perekonomian keluarga, sedangkan adik-adik Dina masih butuh perhatian karena masih kecil-kecil.

                        Dina jadi sedih sekali, Dia ingin berhenti sekolah agar bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga.Sebagai anak tertua Dina merasa bertanggujawab terhadap kehidupan Ayah, Ibu dan adik-adiknya. Namun apa yang bisa dilakukan oleh anak seusia Dina? Sementara dia tidak memiliki Ijasah dan keahlian apa-apa.Sedangkan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sangat diperlukan keahlian tertentu.


Refleksi Diri

 

1)       Apa yang akan kamu lakukan jika kamu menjadi Dina?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

2)       Apa yang akan kamu lakukan jika kamu jadi teman Dina?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

3)       Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Ibu Dina?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

4)       Bagaimana menurut pendapatmu tentang langkah Dina yang ingin berhenti sekolah?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

5)       Apa yang harus dilakukan Dina supaya ia tidak sampai berhenti sekolah? .......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................


 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

1)       Jelaskan apa yang dimaksud dengan keluarga!

2)       Sebutkan salah satu difinisi tentang keluarga beserta tokohnya!

3)       Sebutkan ciri-ciri sebuah keluarga!

4)       Sebutkan 8 fungsi keluarga menurut BKKBN!

5)       Sebutkan Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang keluarga!

6)       Jelaskan apa yang dimaksud dengan keluarga sebagai fungsi sosial budaya!

7)       Sebutkan bentuk-bentuk keluarga?

8)       Jelaskan apa yang dimaksud dengan Patrilinear dan Matrilinear!

9)       Jelaskan apa yang dimaksud dengan Monogami dan Poligami!

10)   Jelaskan tugas dan peranan masing-masing anggota keluarga (ayah, ibu dan anak)!

 

Lembar Jawaban :

..................................................................................................................................................... .....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

 






 

MATERI LAYANAN 7

KEGIATAN EKSKUL DAN PRESTASI BELAJAR

 

 

A. Kegiatan Ekstrakurikuler

            Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan siswa sekolah atau universitas, di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai universitas. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Kegiatan ini diadakan secara swadaya dari pihak sekolah maupun siswa-siswi itu sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah.

Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri dapat berbentuk kegiatan pada seni, olahraga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain yang bertujuan positif untuk kemajuan dari siswa-siswi itu sendiri.

Berikut beberapa contoh kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah-sekolah di Indonesia:

1)       Olahraga 

Ø  Bola Basket

Ø  Bola Voli

Ø  Futsal

Ø  Sepak Bola

Ø  Bulu tangkis

Ø  Renang

Ø  Takraw

Ø  Pecinta Alam

2)       Beladiri 

Ø  Judo

Ø  Karate

Ø  Pencak silat

Ø  Tarung derajat

Ø  Taekwondo

3)       Keagamaan (Pendalaman agama) 

Ø  Kerohanian Islam

Ø  Kerohanian Kristen

4)       Kesenian/Apresiasi/Musik 

Ø  Drum band

Ø  Jurnalis

Ø  Pemandu sorak

Ø  Paduan suara

Ø  Tari 

Ø  Tari modern

Ø  Tari tradisonal

Ø  Teater

Ø  Vokal grup

5)       Keilmuan 

Ø  Kelompok Ilmiah Remaja 

Ø  Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan Alam

Ø  Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan Sosial

6)       Komunitas

Ø  Information and Communications Technology Club 

Ø  English Study Club

Ø  English Debate Club

Ø  Japanese Club

7)       Baris-berbaris 

Ø  Pasukan Pengibar Bendera

Ø  Praja muda karana (pramuka)

8)       Medis 

Ø  Palang Merah Remaja

Ø  UKS

 

Kegiatan ekstraurikuler diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang diminati siswa untuk  memperoleh pengetahuan dan pengalaman terhadap berbagai mata pelajaran yang pada suatu saat nanti bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, melalui kegiatan ekstrakurikuler akan memberikan sumbangan yang berarti bagi siswa untuk mengembangkan minat-minat baru, menanamkan tanggung jawab sebagai warga negara, melalui pengalaman-pengalaman dan pandangan-pandangan kerja sama dan terbiasa dengan kegiatan mandiri.

Pengembangan kepribadian peserta didik merupakan inti dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler. Karena itu, profil kepribadian yang matang merupakan tujuan utama kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan kepribadian yang matang dalam konteks pengembangan kegiatan ekstrakurikuler tentunya dalam tahap-tahap kemampuan peserta didik.

 Mereka dituntut untuk memiliki kematangan dan keutuhan dalam lingkup dunia hunian mereka sebagai anak yang tengah belajar. Mereka mampu mengembangkan bakat dan minat, menghargai orang lain, bersikap kritis, terhadap suatu kesenjangan, berani mencoba hal-hal positif yang menantang, peduli terhadap lingkungan, sampai pada melakuan kegiatan-kegiatan intelektual dan ritual keagamaan.

Dalam konteks Pendidikan Nasional, semua cara, kondisi, dan peristiwa dalam kegiatan ekstrakurikuler sebaiknya diarahkan  pada kesadaran nilai-nilai universal agama sekaligus pada upaya pemeliharaan beragam. Karena itu, pada beberapa sekolah, program ekstrakurikuler dikembangkan secara integral baik dalam pengalaman fisik maupun dalam pengalaman psikis. Model-model pengembangan kegiatan ekstrakurikuler hendaknya selalu diarahkan secara integral untuk mencapai tahapan-tahapan perkembangan kepribadian peserta didik yang matang.

B. Prestasi Belajar

 

Winkel (1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar. Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993 : 77) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.

Prestasi belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen yang relevan. 

Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Saifudin Anwar (2005 : 8-9) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan sesorang dalam belajar. Tes prestasi belajar berupa tes yang disusun secara terencana  untuk mengukur kemampuan siswa dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan. Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar dapat berbentuk ulangan harian, tes formatif, tes sumatif, bahkan Ujian Nasional dan ujian-ujian masuk perguruan tinggi. Untuk mencapai suatu prestasi belajar siswa harus mengalami proses pembelajaran, yang dalam proses pembelajaran itu siswa akan mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan.

 

       Pengetahuan , pengalaman dan keterampilan yang diperoleh akan membentuk kepribadian siswa, memperluas kepribadian siswa, memperluas wawasan kehidupan serta meningkatkan kemampuan siswa. Bertolak dari hal tersebut maka siswa yang aktif melaksanakan kegiatan dalam pembelajaran akan memperoleh banyak pengalaman, dengan demikian prestasi belajarnya akan meningkat. Sebaliknya siswa yang tidak aktif akan sedikit pengalaman sehingga dapat dikatakan prestasi belajarnya tidak meningkat atau tidak berhasil. Dari beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah sesuatu yang dapat dicapai yang diwujudkan dalam pengetahuan, sikap, dan keahlian.

 

C. Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler terhadap prestasi belajar 

           

Dengan membaca pokok bahasan di atas, dapat disimpulkan bagaimana kegiatan ekstrakurikuler juga memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dari beberapa lomba kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan oleh Dinas Pendidikan bisa bermanfaat untuk meraih sekolah lanjutan melalui jalur prestasi. Penyaluran bakat dan minat juga sangat diperlukan dalam mengembangkan potensi yang ada pada diri peserta didik. Sangat dibutuhkan keselarasan dalam membagi waktu antara belajar dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Kadang kala ada peserta didik yang lebih suka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler daripada mengikuti pelajaran di dalam kelas, mereka lebih mengutamakan kegiatan ekstrakurikuler dari pada pelajaran. Hal inilah yang biasanya menjadi masalah dalam meraih prestasi belajar yang diinginkannya. Mereka kurang memahami bahwa kegiatan ekstrakurikuler hanya merupakan pendukung untuk meraih prestasi belajar. Nilai yang kurang dalam pelajaran tertentu bisa ditingkatkan dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Meskipun tidak menutup kemungkinan dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minatnya, suatu hari nanti keahlian itu bisa bermanfaat untuk mendapatkan pekerjaan sebagai bekal hidupnya kelak. Misalnya saja dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler menari, mungkin kelak ia juga bisa menjadi guru tari. Atau kegiatan Pramuka, ia bisa menjadi Pembina pramuka dan melatih adik-adiknya. Intinya untuk meraih prestasi belajar yang baik peserta didik harus pandai membagi waktu antara belajar di kelas, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan di rumah. Jangan sampai hanya karena terlalu senang dengan salah satu kegiatan ekstrakurikuler sampai harus mengorbankan salah satunya.

Kebersamaan dengan keluarga juga harus diperhatikan. Adakalanya peserta didik yang menyukai kegiatan ekstrakurikuler tertentu sangat senang berlama-lama di sekolah. Bahkan ia menganggap sekolah sebagai rumah keduanya. Sampai-sampai di hari Minggupun ia ada di sekolah hanya untuk berkumpul dengan teman-teman sesama anggota. Biasanya orang tua mengeluhkan kondisi yang demikian itu. Meskipun kegiatan yang dilakukan bersifat positif, sebaiknya luangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga. Misalnya kerja bakti membersihkan rumah, makan bersama, berkebun, memancing bersama, rekreasi atau sekedar menonton televisi bersama.

Sebagai gerasi penerus bangsa yang cerdas, peserta didik harus lebih bijak dalam memanfaatkan waktu dan kesempatan. Semua kegiatan yang dilaksanakan harus terjadwal dengan rapi. Tertib dan disiplin menjadi kunci keberhasilan dalam meraih prestasi belajar yang baik. Disamping itu kepercayaan pada kemampuan diri sendiri juga mempunyai peran yang sangat besar. Janganlah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hanya sekedar ikut-ikutan teman dan tidak sesuai dengan bakat dan minat. Hal itu tidak akan membawa hasil yang maksimal. Oleh karena itu peserta didik perlu untuk berkonsultasi dengan guru atau orang tua supaya peserta didik mampu mnegnali bakat dan minatnya.

CERITA

 

            Ronald adalah anak yang berprestasi di bidang olahraga.Ronald sangat senang dengan olahraga sepak bola.Berkat prestasinya yang sangat bagus dibidang olahraga itu Ronald bisa masuk ke sekolah favorit dengan menggunankan jalur prestasi.Namun prestasi Ronald dibidang olahraga yang sangat baik itu, sayangnya tidak diikuti oleh prestasi Ronald di bidang akademik. Nilai – nilai Ronald di bidang akademik sangat jauh dari apa yang diharapkan. 

            Akhir-akhir ini banyak keluhan dari guru mata pelajaran yang mengajar dikelas Ronald, kalau dia sering tidak mengikuti pelajaran di kelas. Dalam seminggu sudah 4 hari Ronald tidak masuk, menurut laporan petugas absensi kelas Ronald sedang mengikuti turnamen sepak bola di luar kota. Namun ketika Ronald masuk sekolah justru Ronald tidak mengikuti pelajaran dengan baik, dia malah asyik nongkrong di kantin mentraktir bebrapa temannya karena dia menang dalam turnament tersebut.Buakn hanya itu saja, guru – guru yang mengajar di kelas juga mengeluhkan kalau selama ini Ronald tidak pernah mengumpulkan tugas yang diberikan.

            Bu Nina selaku wali kelas sangat prihatin dengan kondisi Ronald saat ini.Bu Nina sangat memahami bahwa Ronal sebenarnya anak yang pandai.Tetapi karena Ronald kurang dalam belajar di bidang akademik maka prestasi Ronald jadi menurun.Kemudian beliau mendiskusikan masalah Ronald dengan guru Bimbingan Konseling. Bu Yuni selaku guru Bimbingan Konseling  kemudian mengambil tindakan dengan mengundang orang tua Ronald datang ke sekolah untuk membicarakan mengenai perkembangan prestasi belajar Ronald.

REFLEKSI DIRI

1)       Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu mempunyai prestasi yang baik di luar bidang akademik?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

2)       Apa yang akan kamu lakukan jika kamu jadi teman Ronald?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

3)       Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua Ronald?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

4)       Bagaimana menurut pendapatmu tentang tingkah laku Ronald yang dengan sengaja tidak mengikuti pelajaran di kelas?

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

5)       Apa yang sebaiknya dilakukan Ronald Ketika dia mengetahui prestasi akademiknya menurun?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................


 

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK

 

1)       Jelaskan apa yang dimaksud dengan kegiatan ekstrakurikuler!

2)       Sebutkan 5 macam kegiatan ekstrakurikuler yang ada di Indonesia!

3)       Sebutkan 5 contoh kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni!

4)       Sebutkan 5 contoh kegiatan ekstrakurikuler di bidang olahraga!

5)       Jelaskan pengertian  prestasibelajar!

6)       Apakah tujuan dilaksanakannya tes hasil belajar?

7)       Dengan apa prestasi belajar dapat diukur dan sebutkan contohnya?

8)       Bagaimanakah caranya supaya kegiatan ekstrakurikuler tidak berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar?

9)       Sebutkan kegiatan ekstrakurikuler  yang kamu ikuti di sekolah!

10)   Buatlah  jadwal kegiatanmu mulai dari bangun tidur sampai kamu berangkat ridur  lagi!

 

 

Lembar Jawaban :

..................................................................................................................................................... .....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

.....................................................................................................................................................

 


 

MATERI LAYANAN 8

PENGARUH PERGAULAN REMAJA

 

I.      Pergaulan Remaja

 

Pergaulan merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, dapat juga oleh individu dengan kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon), yang artinya manusia sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia lain. Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal – hal yang positif.Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang masih mencari jati dirinya. Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu yang baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak. 

 

II.    Pentingnya pergaulan untuk remaja 

Jika kau berkumpul dengan penjual minyak wangi maka kau akan berbau wangi. Jika kau berkumpul dengan penjual ikan maka kau akan berbau ikan. Begitulah perumpamaan betapa pentingnya memilih pergaulan.Berkumpul dengan ilmuwan kita menjadi pintar. Berkumpul dengan pecundang kita akan menjadi pecundang pula.

 

Manusia memiliki naluri mengikuti dan meniru perilaku dan ucapan orang yang berada disekitarnya.Oleh karena itu, watak atau sifat manusia terbentuk dari lingkungan dan pergaulan.Manusia mulai bisa mendengar ketika masih berupa janin dalam kandungan yang berusia 4 bulan.Makanya bagi seorang ibu waktu hamil disarankan berkelakuan, berucap dan mendengarkan suara yang baik agar bayi yang dilahirkan terbentuk wataknya sesuai dengan masukan dari orang tua.

 

Sebuah nasehat mengatakan rumahmu adalah sekolahanmu, orang tuamu adalah gurumu.Dari kata-kata singkat penuh arti tersebut, jelas bahwa sekolah pertama dan utama dalam hidup adalah lingkungan di rumah. Kelakuan kedua orang tua akan ditiru oleh anaknya. Setelah lulus berguru dari orang tua, sekolah lanjutannya adalah pergaulan. Jadi manusia itu secara gen anak produk dari kedua orang tua. Namun secara perilaku anak produk dari lingkungan atau pergaulannya.Sifat atau watak kita juga terbentuk dari dua lingkungan tersebut. Sebaik-baiknya sifat orang tua kalau lingkungan pergaulannya buruk maka si anak akan berwatak buruk, begitu juga sebaliknya. Dalam ketiga bahasan di atas pergaualan dalam lingkungan remaja yaitu sekolah ataupun lingkungan rumah mempengaruhi pola pikir dan cara mereka hidup , jadi remaja di haruskan untuk bisa memilih pergaulan agar tidak salah langkah.

III.  Faktor  yang mempengaruhi pergaulan  

 

Terdapat banyak Faktor yang mempengaruhi pergaulan dalam lingkungan keluarga :

 

  1. Orang Tua

Peran keluarga amatlah penting dalam memberikan pengarahan,  karena orang tua itu sangat besar pengaruhnya terhadap pergaulan anaknya. Jika orang tuanya mengajarkan yang baik-baik, misalnya tatakrama, pengetahuan agama, sopan santun, dan lain lain maka anak tersebut akan nenerapkan juga di lingkungan luarnya dan ia pun  mencari pergaulan yang hamper sama dengan lingkungan keluarganya. Sedangkan sebaliknya jika orang tua mengajarkan yang tidak baik kepada anaknya maka anaknya tersebut akan terpengaruh dan mengikuti orang tuanya yaitu berperilaku buruk karena ada pepatah bilang “ buah itu jatuh tidak jauh dari pohonya “, oleh karena itu jika orang tuanya baik anaknya pun akan baik dan begitu sebaiknya.   

Tetapi walaupun perhatian keluarga/ orang tua sangat penting, orang tua pun terlalu keras terhadap anaknya karena dengan begitu mungkin anak pun akan jenuh dengan perhatian orang tua yang berlebihan dan mungkin agak keras jadi sebaiknya keluarga / orang tua memberikan perhatian yang wajar-wajar saja tidak berlebihan tetapi juga tidak membebaskan pergaulan anak remajanya., (adanya umpan timbal balik , yaitu dimana jika orang tua memberikan kasih sayang maka anaknya pun akan memberikan kasih sayang kepada orang tuanya )  

 

B.     Saudara 

Adik atau kakak juga memiliki peran serta dalam mempengerahui pergaulan, contohnya seorang kakak berperilaku yang tidak baik dalam hal sering membolos saat sekolah, berbohong kepada keluarga maka seorang adik yang melihat kakaknya seperti itu akan mengikuti  perilaku yang buruk juga seperti kakanya. Begitu juga saudara sepupu yang tinggal satu rumah, mungkin akan berperlikau yang sama jika tidak ada peran kontrol orang tua dalam pergaulan.Oleh karena itu, sebagai saudara yang lebih tua, dalam hal ini kakak sebaiknya memberikan contoh yang baik buat adiknya. 

 

C.     Lingkungan 

Lingkungan dalam pergaulan remaja ini pun tak kalah pentingya dengan keluarga, jika remaja tersebut tinggal dan bergaul di lingkungan yang buruk maka ia akan terbawa buruk juga misalnya remaja tersebut hidup di lingkungan yang kebanyakan orang –orangnya selalu berbuat yang tidak baik misalnya berjudi bisa jadi anak tersebut akan terpengaruh pergaulan yang seperti itu akan tetapi sebaliknya jika anak tersebut tinggal dan bergaul di lingkungan yang baik maka anak tersebut secara tidak langsung akan mengikuti perilaku baiktersebut.

 

 

D.     Spritual 

Pendidikan spiritual seharusnya di tanamkan kepada para remaja sejak dini agar tercipta suatu remaja yang berahklak dan berbudi luhur baik, karena remaja yang berakhlak akan membuat moral remaja tersebut menjadi baik dan remaja tersebut mempunyai pegangan dalam hidupnya, karena suatu agama adalah pegangan bagi manusia di dunia ini. Jika seorang remaja tidak pernah menanamkan keagamaan dalam kehidupannya remaja tersebut akan terjerumus ke dalam pegaulan bebas karena ia tidak punya pegangan dalam hidupnya, keagamaan tersebut bisa di dapat dari keluarga, lingkungan, dan  kehidupa sehari-harinya.

Dari ke empat faktor diatas kita dapat melihat dampak-dampak sosialnya bagi remaja yaitu dimana jika seorang remaja berada di keluarga yang baik yaitu mengajarkan tentang tatakrama dalam bergaul, di lingkungan yang didalamnya rata-rata terdapat masyarakat yang baik yaitu masyarakat yang dapat memberikan contoh yang baik bagi remaja-remaja di sekitarnya,dan spiritual yang mendalam dapat membuat seorang remaja menjadi remaja yang berakhlak dan berbudi luhur. Akan tetapi sebaliknya jika seorang remaja tersebut berada di keluarga, lingkungan , dan spiritual yang tidak baik maka remaja tersebut bisa terjerumus ke dalam pergalan bebas dan seorang remaja tersebut tidak akan mempunyai pegangan dalam hidupnya. 

 

IV.                Pergaulan Bebas

 

Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.
Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan.

 

A. Penyebab pergaulan bebas

1)    Faktor Orang Tua, Para orang tua perlu menyadari bahwa jaman telah berubah.System komunikasi, pengaruh media masa, kebebasan pergaulan dan modernisasi di berbagai bidang dengan cepat mempengaruhi anak-anak kita.Budaya hidup kaum muda masa kini, berbeda dengan jamanpara orang tua masih remaja dulu. Pengaruh pergaulan yang datang dari orang tuadalam era ini, dapat kita sebutkan antara lain:

2)    Kesenjangan, pada sebagian masyarakat kita masih terdapat anak-anak yang merasa bahwa orang tua mereka ketinggalan jaman dalam urusan orang muda. Anak-anak muda cenderung meninggalkan orang tua, termasuk dalam menentukan bagaimana mereka akan bergaul. Sementara orang tua tidak menyadari kesenjangan ini       sehingga     tidak ada usaha mengatasinya.

3)    Kekurang pedulian Orang tua, kurang perduli terhadap pergaulan muda-mudi. Mereka cenderung menganggap bahwa masalah pergaulan adalah urusan anak-anak muda, nanti orang tua akan campur tangan ketika telah terjadi sesuatu. Padahal ketika sesuatu itu telah terjadi, segala sesuatu sudah terlambat

4)    Ketidak mengertian, kasus ini banyak terjadi pada para orang tua yang kurang menyadari kondisi jaman sekarang. Mereka merasa sudah melakukan kewajibannya dengan baik, tetapi dalam urusan pergaulan anak-anaknya, ternyata tidak banyak yang mereka lakukan. Bukannya mereka tidak perduli, tetapi memang mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat.

5)    Faktor agama dan iman, Agama dan keimanan merupakan landasan hidup seorang individu. Tanpa agama hidup mereka akan kacau, karena mereka tidak mempunyai pandangan hidup. Agama dan keimanan juga dapat membentuk kepribadian individu.Dengan agama individu dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.Tetapi pada remaja yang ikut kedalam pergaulan bebas ini biasanya tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak.

6)    Faktor perubahan Zaman, Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan pun ikut berkembang atau yang lebih sering dikenal dengan globalisasi. Remaja biasanya lebih tertarik untuk meniru kebudayaan barat yang berbeda dengan kebudayaan kita, sehingga memicu mereka untuk bergaul seperti orang barat yang lebih bebas.


 

B.   Dampak Pergaulan Bebas

           Pergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya “dugem” (dunia gemerlap). Yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalamnya marak sekali pemakaian narkoba.Ini identik sekali dengan adanya seks bebas.Yang akhirnya berujung kepada HIV/AIDS. Dan pastinya setelah terkena virus ini kehidupan remaja akan menjadi sangat timpang dari segala segi.

Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja.Seharusnya kita sebagai remaja yang berpendidikan haruslah mengetahui dampak dan akibat dari pergaulan bebas tadi. Sehingga kita tidak akan terjerumus dalam tindakan yang dilarangan oleh agama dan hukum.

Pergaulan bebas dalam kehidupan bermasyarakat memang bukan hal yang asing lagi karena setiap hari para remaja sudah sering melihat dan mendengarkan hal tersebut baik lewat media maupun secara langsung. Untuk mencegah hal itu maka haruslah ditanamkan pengetahuan tentang bahayanya pergaulan bebas karena dampak dari pergaulan bebas ini akan dirasakan oleh berbagai macam pihak seperti keluarga, masyarakat dan yang lebih menyesali atas tindakannya tersebut adalah dirinya sendiri.

Untuk menumbuhkan kesadaran akan bahayanya pergaulan bebas maka para remaja haruslah diberikan pendidikan mengenai dampak pergaulan bebas dan memberikan pendidikan kerokhanian agar mereka terhindar dari pergulan yang bisa menghancurkan masa depannya. 

 

V.  Pergaulan yang sehat

 

Pergaulan merupakan jalinan hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain yang berlangsung dalam jangka relatif lama sehingga terjadi saling mempengaruhi satu dengan lainnya. Pergaulan merupakan kelanjutan dari proses interaksi sosial yang terjalin antara individu dalam lingkungan sosialnya. Kuat lemahnya suatu interaksi sosial mempengaruhi erat tidaknya pergaulan yang terjalin. Seorang anak yang selalu bertemu dan berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu relatif lama akan membentuk pergaulan yang lebih. Beda dengan orang yang hanya sesekali bertemu atau hanya melakukan interaksi sosial secara tidak langsung.

Dalam kehidupan sosial ada berbagai bentuk pergaulan, ada yang sehat ada pula yang dikategorikan pergaulan yang tidak sehat.Pergaulan sehat adalah pergaulan yang membawa pengaruh positif bagi perkembangan kepribadian seseorang. Sebaliknya pergaulan tidak sehat mengarah kepada pola perilaku yang merugikan bagi perkembangan dirinya sendiri maupun dampaknya bagi orang lain. 

Misalnya, pergaulan yang diisi dengan kebut-kebutan di jalan raya, atau minum-minuman keras di tempat mereka berkumpul, merupakan bentuk pergaulan yang kurang sehat.Sebab pola pergaulan dengan kegiatan semacam itu bukan hanya membahayakan bagi dirinya sendiri melainkan juga bagi lingkungan sekitarnya.Banyak tindak kejahatan berawal dari kebiasaan menegak minuman keras sehingga pola perilakunya di bawah pengaruh alkohol.Jika pergaulan diisi dengan diskusi, balajar kelompok, kogiatan olah raga, pecinta alam atau kegiatan keagamaan, maka ini termasuk pergaulan yang sehat. Sebab bukan hanya dirinya sendiri yang memperoleh manfaat positif tetapi juga lingkungan secara tidak langsung akan terbawa dalam situasi yang baik/positif. Pencapaian prestasi di bidang seni, olahraga, maupuu IPTEK senantiasa diawali dari bentuk pergaulan yang positif yang mengasah kemampuan dan kecakapan berpikir.

 


 

Berikut ini adalah beberapa bentuk pergaulan yang sehat: 

1)       Kelompok bermain teman sebaya, Dalam hal ini adalah permainan yang mengarah kepada pembentukan tubuh yang sehat yang berlangsung pada kanak-kanak.Bentuk permainan sebagai sarana pergaulan yang sehat.

2)       Kelompok belajar, Pembentukan kelompok belajar merupakan bentuk pergaulan yang sehat mengarah pada pemupukan aspek kecerdasan. Melalui kegiatan kelompok belajar inilah daya pikir anak lebih terasa bukan untuk dirinya sendiri, melainkan juga dalam bentuk penyimpangan terhadap orang lain. 

3)       Kegiatan pengembangan diri, Dalam bentuk perkumpulan-perkumpulan yang mengarah kepada pengembangan bakat dan minat.Dengan menjadi anggota suatu perkumpulan pengembangan diri inilah anak disamping dapat membentuk kecakapan sesuai bakatnya, juga memperluas pergaulan dari berbagai latar belakang yang memiliki kesamaan minat.

4)       Kegiataan keagamaan, Sesuai agama yang dianutnya pembinaan mental spiritual yang berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME secara intensif dapat dilakukan dengan aktif terjun dalam kegiatan keagamaan sesuai dengan agama yang dianutnya.

5)       Kegiatan karang taruna, Karang taruna merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi kegiatan pemuda/pemudi atau remaja yang ada di lingkungan pemukiman di bawah pemerintah desa.Melalui karang taruna inilah anak mengenal kemajemukan-kemajemukan msyarakat di lingkungannya.Melalui karang taruna inilah anak dipupuk untuk memiliki sifat social dalam bentuk kepedulian terhadap kemajuan daerah tempat tinggalnya.

6)       Kegiatan social kemasyarakatan, Dalam kehidupan masyarakat luas tehadap berbagai macam kegiatan yang bergerak di bidang social kemasyarakatan.Melaui kegiatan social kamasyarakatan tersebut anak dilatih untuk menerapkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

7)       Kegiatan pecinta alam, Kegiatan pecinta alam merupakan media yang tepat bagi remaja yang senang berpetualang dan mencari tahu mengenai rahasia alam secara langsung.

 

 

IV.    Dampak Pergaulan Remaja

           

A.      Dampak Positif

Pergaulan merupakan ajang sosialisasi bagi individu dalam mengenal lingkungan sosialnya. Melalui pergaulan diperoleh manfaat sebagai berikut: 

Ø  Lebih mengenal nilai-nilai dan norma social yang berlaku sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang tidak dalam melakukan sesuatu. 

Ø  Lebih mengenal kepribadian masing-masing orang sekaligus menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang masing-masing perlu dihargai 

Ø  Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak orang sehingga mampu meningkatka rasa percaya diri 

Ø  Mampu membentuk kepribadian yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan masyarakat sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani

 

B.      Dampak negatif

Pergaulan yang tidak tepat akan menjerumuskan seseorang dalam jurang kenistaan dan kehancuran. Memang tidaklah mudah memilih pergaulan yang tepat, sebab kadangkala pergaulan yang negatif justru lebih menyenangkan. Pergaulan semacam ini lebih mengasyikkan dan sulit menyadari bahwa apa yang dilakukan menyimpang. 

 


 

Beberapa dampak negatif yang terbentuk akibat pergaulan yang salah, yaitu sebagai berikut: 

Ø  Hilangnya semangat belajar dan cenderung malas dan menyukai hal-hal yang melanggar norma social

Ø  Suramnya masa depan akibat terjerumus dalam dunia kelam, misalnya: kecanduan narkoba, terlibat dalam tindak kriminal dan sebagainya

Ø  Dijauhi masyarakat sekitar karena perilaku tidak sesuai dengan nilai/norma social yang berlaku

Ø  Tumbuh menjadi sosok individu dengan kepribadian yang menyimpang.

 

Dengan membaca penjelasan di atas, maka diharapkan remaja mampu untuk lebih berhati – hati dalam pergaulan. Jangan sampai remaja terbawa oleh arus pergaulan bebas yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan norma dan adat istiadat  bangsa kita sebagai bangsa yang beragama. Jangan pernah merasa malu dikatakan katakan ketinggalan zaman karena tidak mengikuti gaya hidup yang salah, akan tetapi seharusnya kita merasa malu apabila kita melanggar norma, adat istiadat dan hukum yang berlaku di masyarakat.


Cerita

 

                       Hernu adalah anak yang baik, sehari-hari setelah pulang sekolah kegiatannya adalah membantu pekerjaan orang tuanya menjaga toko sembako di rumahya. Setiap selesai sholat maghrib Hernu selalu mengaji di masjid. Di sekolahpun Hernu tergolong anak yang pandai dan tertib, bahkan ia adalah salh satu murid terpadai di kelas VIII. 

                       Suatu ketika di kelas Hernu ada anak baru pindahan dari Jakarta,  namanya Roy. Roy adalah anak orang kaya.Ia di sini tinggal dengan kakek dan neneknya karena orang tuanya sudah kuwalahan dalam menghadapi kenakalan Roy.Di Jakarta Roy sudah tidak bisa di kendalikan oleh orang tuanya.Roy sudah beberapa kali berurusan dengan polisi karena terlibat kasus tawuran antar pelajar.Bukan hanya itu saja, Roy juga sudah mulai memakai narkoba.

                       Karena ada anak baru pindahan dari Jakarta, banyak anak yang tertarik ingin berteman dengan Roy.Tidak terkecuali Hernu.Roy bagaikan magnet yang bisa menarik siapa saja yang ada di kelas itu. Penampilan Roy yang terlihat sangat modern membuat anak lain ingin menirunya. Sebenarnya orang tua Hernu sudah mengingatkan Hernu untuk tidak terlalu dekat dengan Roy karena Orang tua Hernu sudah melihat gelagat tidak baik dari diri Roy, tetapi Hernu tidak mengindahkan nasehat orang tuanya.

Hingga suatu ketika Roy mengajak Hernu untuk bermain ke rumah teman sepulang dari sekolah.Di rumah teman Roy sudah menunggu beberapa anak seusianya.Mereka duduk sambil menikmati beberapa botol minuman keras, di tangan masing-masing anak terselip sebatang rokok. Hernu sangat kaget dengan apa yang ia lihat. Baru saja Hernu ingin pergi meninggalkan mereka, tangan Roy sudah menarik tangan Hernu Roy meminta Hernu untuk ikut duduk disitu dan memaksa Hernu untuk ikut menikmati pesta miras tersebut. Hernu menolaknya tetapi Roy dan teman-temannya tidak tinggal diam, mereka memaksa Hernu untuk menegak minuman keras tersebut .Tak lama kemudian kepala Hernu terasa berat, pusing dan akhirnya Hernu tidak sadarkan diri.

Hernu baru sadarkan diri keesokan harinya.Dia berada di rumah sakit, dan di sebelah tempat tidurnya Hernu melihat ibunya yang sedang menangis. Melihat apa yang sudah terjadi Hernu jadi sedih dan menyesal karena sudah tidak menuruti nasehat orang tuanya. 


 

REFLEKSI DIRI

 

  1. Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu mempunyai teman seperti Roy?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya ....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

  1. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu jadi Hernu?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

  1. Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua Hernu ketika mengetahui Hernu dekat dengan Roy?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

  1. Bagaimana menurut pendapatmu tentang perbuatan Roy yang dengan sengaja memaksa Hernu untuk ikut dalam pesta miras tersebut?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

  1. Setelah membaca cerita di atas, pembelajaran apa yang bisa kamu dapatkan dari kejadian yang menimpa diri Hernu?

.......................................................................................................................................

.......................................................................................................................................

Alasannya .....................................................................................................................

.......................................................................................................................................





 

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK

 

1.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan Pergaulan remaja?

2.       Jelaskan tentang pentingnya pergaulan untuk remaja!

3.       Sebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi pergaulan !

4.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan pergaulan bebas!

5.       Sebutka faktor-faktor penyebab pergaulan bebas!

6.       Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang “ Dugem”!

7.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan pergaulan yang sehat!

8.       Sebutkan bentuk-bentuk dari pergaulan yang sehat!

9.       Sebutkan dampak positif dan dampak negatif dari pergaulan remaja!

 

Lembar Jawaban :

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………










 

Diskusi Kelompok

 

Diskusikan dengan kelompokmu hasil Refleksi dan Tagihan, hasilnya tuangkan pada lembar Jawaban berikut!

Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 


 

MATERI LAYANAN 9

NILAI-NILAI SOSIAL

 

Manusia adalah makhluk sosial, dalam kehidupan bermasyarakat selalu berhubungan dengan banyak orang. Dimana dalam melaksanakan hubungan tersebut, setiap orang berkeinginan untuk dapat bebas seenaknya sendiri melakukan yang diinginkan, tanpa ada batasan. Namun hal itu tidk mungkin dilakukan karena akan terjadi benturan dan pertentangan dengan kepentingan-kepentingan anggota masyarakat lainnya. 

Oleh karena itu kehidupan bersama sebagai makhluk pribadi sosial selalu dilandasi oleh aturan-aturan tertentu. Aturan yang dibuat disesuaikan dengan norma dan nilai yang sesuai dengan kaidah yang berlaku dimasyarakat. Antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya mungkin memiliki nilai yang sama atau berbeda. Seperti pepatah ‘Lain ladang lainbelalang, lain lubuk lain ikannya’. Pepatah itu menunjukkan adanya perbedaan nilai diantara masyarakat atau kelompok yang satu dengan yang lainnya. 

Mengetahui sistem nilai yang dianut oleh kelompok atau masyarakat tidaklah mudah, karena nilai merupakan konsep abstrak yang hidup di pikiran para warga masyarakat.  Manusia atau individu yang memiliki moral baik, dapat bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Misalnya ketika teman sedang belajar atau menjalankan beribadah, kita tidak boleh bernyanyi atau berteriak-teriak meskipun sedang dalam keadaan bahagia. Meskipun sedang lapar, kita tidak boleh mengambil kue yang dijual di kantin tanpa membayarnya.

Aturan-aturan diciptakan dan disepakati bersama untuk mencapai ketentraman dan kenyamanan hidup bersama orang lain, yang selanjutnya aturan itu dipakai sebagai ukuran, patokan atau keyakinan terhadap sesuatu itu baik atau buruk. Selama hidup banyak aturan yang wajib kita fahami dengan kesungguhan dalam bermasyarakat.

 

A.      Nilai Sosial

Nilai pada hakekatnya adalah sifat dan kualitas yang melekat pada suatu obyek. Nilai bersumber pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan sikap dan perilaku manusia. Nilai merupakan kumpulan sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui perilaku sosial orang yang memiliki nilai sosial. Nilai sosial merupakan kualitas perilaku, pikiran, dan karakter yang dianggap masyarakat baik dan benar, hasilnya diinginkan dan layak ditiru orang lain. Nilai sosial merupakan sikap dan perasaan yang diterima secara luas oleh masyarakat dan merupakan dasar untuk merumuskan sesuatu yang benar dan penting. 

Peran nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat adalah:

Ø  Sebagai alat menentukan harga dan kelas sosial seseorang dalam struktur stratifikasi. Misal kelompok masyarakat ekonomi kaya, menengah dan kelas bawah.

Ø  Mengarahkan masyarakat untuk berfikir dan bertingkah laku sesuai nilai-nilai yang ada dalam masyarakat, agar tercipta integrasi dan tertib sosial.

Ø  Memotivasi untuk mewujudkan diri dalam berperilaku sesuai yang diharapkan oleh peran-perannya dalam mencapai tujuan.

Ø  Sebagai alat solidaritas yang mendorong masyarakat untuk saling bekerjasama demi mencapai suatu tujuan.

Ø  Sebagai pengontrol, pembatas, pendorong dan penekan individu untuk selalu berbuat baik.

 

Nilai sosial dalam masyarakat bersumber pada tiga hal, yaitu:

*      Bersumber dari Tuhan, yaitu yang biasanya diketahui melalui ajaran yang ditulis dalam kitab suci. Berisi nilai-nilai yang dapat memberikan pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku terhadap sesama, misal: kasih sayang, ketaatan, kejujuran, hidup sederhana, dll. Nilai bersumber dari Tuhan disebut nilai theonom.

*      Bersumber dari Masyarakat, yaitu masyarakat menyepakati sesuatu yang dianggap baik dan luhur, kemudian dijadikan pedoman dalam bertingkah laku. Misalnya kesopanan dan kesantunan terhadap orang tua. Nilai dari kesepakatan disebut nilai heterogen.

*      Bersumber dari Individu, yaitu setiap individu masing-masing pasti memiliki sesuatu yang baik, luhur dan penting. Misalnya kegigihan, semangat, kerja keras adalah sesuatu yang penting untuk mencapai suatu kesuksesan dan keberhasilan. Nilai berasal dari individu disebut nilai otonomi.

 

Nilai sosial memiliki ciri-ciri sbb:

v  Merupakan hasil dari interaksi sosial antar anggota masyarakat

v  Bisa dipertukarkan kepada individu atau kelompok lain.

v  Terbentuk melaui proses belajar.

v  Bervariasi antar masyarakat yang berbeda.

v  Bisa berbeda pengaruhnya terhadap setiap individu dan masyarakat.

v  Bisa berpengaruh positif atau negatif terhadap perkembangan pribadi seseorang.

v  Berisi anggapan-anggapan dari berbagai obyek dalam masyarakat.

 

  1. Norma Sosial.

Norma adalah petunjuk atau patokan perilaku yang dibenarkan dan pantas dilakukan dalam menjalani interaksi sosial di suatu kelompok masyarakat tertentu. Perbedaan nilai sosial dan norma sosial adalah, dalam norma sosial ada sanksi sosial (penghargaan dan hukuman), bagi orang yang menuruti atau melanggar norma tersebut. 

 

Norma bersifat memaksa sehingga seluruh anggota kelompok harus bertindak sesuai dengan norma yang telah dibentuk sejak lama. Misal menghormati tamu yang datang, bila tidak dilakukan akan dianggap tidak sopan dan tidak berpendidikan. Norma tidak boleh dilanggar, yang melanggar akan kena sanksi misalnya, ke sekolah datang terlambat akan dihukum tidak boleh masuk kelas, anak yang mencontek akan diberi sanksi tidak boleh melanjutkan ulangan.

 

Norma social di masyarakat dibedakan menurut aspek-aspek tertentu tetapi yang satu dengan yang lain saling berhubungan, yaitu: 

1.       Norma Agama(religi), yaitu peraturan sosial yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar atau diubah karena aturannya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma dikatakan berdosa.

2.       Norma kesusilaan, adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak. Norma kesusilaan, seseorang dapat membedakan apa yang dianggap baik dan buruk. Pelanggaran terhadap norma berakibat pengucilan secara fisik(dipenjara, diusir) atau secara batin (dijauhi). Misalnya, kehidupan pelacur, tindakan korupsi, dsb.)

3.       Norma Kesopanan,  adalah peraturan sosial yang mengarah kepada hal-hal bagaimana seseorang bertingka laku wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Pelanggaran terhadap norma akan mendapat celaan, kritik, dan pengucilan.

4.       Norma kebiasaan, adalah sekumpulan peraturan sosial yang dibuat secara sadar atau tidak, berisi tentang petunjuk perilaku yang diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran terhadap norma ini ber akibat celaan, kritik,atau pengucilan. Misalnya membawa oleh-oleh apabila pulang dari bepergian, bejabat tabgan saat ketemu, dsb.

5.       Norma hukum/ kode etik.

*      Norma hukum, adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, misal lembaga pemerintah, advokat, organisasi profesi dsb. Norma hukum juga disebut kode etik. Pelanggaran terhadap norma hukum akan mendapat sanksi berupa sanksi denda atau hukuman fisik. Misalnya wajib bayar pajak, pelanggaran lalu lintas, dsb.

*      Norma agama dan norma kesusilaan berlaku secara luas di setiap kelompok masyarakat, bagaimanapun peradabannya, sedang norma kesopanan dan norma kebiasaan hanya dipelihara dan dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat tertentu saja. 

 

Nilai berperan sebagai pedoman yang menentukan kehidupan setiap manusia, nilai manusia berada dalam hati nurani, kata hati dan pikiran sebagai suatu keyakinan dan kepercayaan yang bersumber pada berbagai sistem nilai. Seorang pribadi yang taat pada aturan, kaidah dan norma yang berlaku dalam masyarakat, dianggap sesuai dan bertindak benar secara moral.  Jika sebaliknya maka pribadi itu dianggap tidak bermoral. Moral dalam perwujudannya berupa peraturan atau prinsip-prinsip yang benar, baik, terpuji dan mulia. Moral bisa berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan norma yang mengikat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.


Cerita

 

Afi siswa kelas VIII, hampir setiap hari terlambat datang di sekolah, berbagai alasan disampaikan ketika ditanya oleh teman-temannya. Diantaranya adalah karena sakit, bangun kesiangan, angkotnya mogok, macet, tidak memiliki uang saku untuk transport, dsb. Begitu juga ketika di kelas dia selalu ramai dan mengganggu suasana belajar, sehingga kehadirannya tidak menyenangkan bagi teman-temannya di kelas. Ibu/bapak guru ketika mengajar sering menanyakan tentang tugas rumah yang diberikan, Afi selalu menunjukkan pekerjaannya, apapun hasilnya, meskipun pekerjaan itu sering tidak tuntas. 

 

Refleksi

 

1.       Dari cerita tersebut, Afi mengalami kesulitan sebagai dampak ketidak mampuan dalam menyesuaikan diri terhadap nilai social, diantaranya adalah:

2.       Permasalahan/kesulitan yang sering terjadi pada saat Anda bersosialisasi di lingkungan social, diantaranya adalah:

3.       Apa yang seharusnya Afi lakukan agar kehadirannya di sekolah sebagai teman yang menyenangkan?

.

Lembar Jawaban

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………


 

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK

 

1.       Mengapa dalam hidup bermasyarakat perlu mengenal nilai sosial? 

2.       Apa yang terjadi bila seseorang tidak bisa bersosialisasi  terhadap nilai social yang berlaku di masyarakat?

3.       Berikan penjelasan tentang peran/fungsi nilai social!

4.       Berikut terdapat daftar sikap perilaku, berikan tanda cek (() sesuai norma yang Anda ketahui!

 

Sikap peri laku

Agama

Kesusilaan

Kesopanan

Kebiasaan

Kodeetik hukum

1.    Taat beribadah

2.    Beramal.

2.    Tidak menyakiti teman

3.    Tidak berkata jorok

4.    Menyapa teman.

5.    Berseragam lengkap

6.    Mematuhi rambu lalu  lintas.

7.    Datang tepat waktu

8.    Cuci tangan sebelum  makan.

9.    Menghargai perbedaan 

10. Berdoa sebelum belajar.

11. Bertutur kata yang baik.

12. Memberikan tempat duduk
kepada orang tua.

13. Berjabat tangan saat ketemu teman.

14. Berbohong.

15. Membuang sampah di tempatnya



Lembar Jawaban

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………







 

Diskusi

 

Amati keadaan lingkungan social yang ada di sekitar Anda selama ± 10 menit, tuliskan pelanggaran norma yang Anda jumpai! Diskusikan permasalahan tersebut dengan teman sebangku Anda,  mengapa terjadi pelanggaran?

 

Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………


 

MATERI LAYANAN 10

PERKEMBANGAN REMAJA

 

 

I. Perkembangan Manusia

Tahap tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang.Untuk tujuan pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan perkembangan dalam pengertian periode atau fase perkembangan. Klasifikasi periode perkembangan yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut: Periode pra kelahiran, masa bayi, masa awal anakanak, masa pertengahan dan akhir anak anak, masa remaja, masa awal dewasa, masa pertengahan dewasa dan masa akhir dewasa. Perkiraan rata rata rentang usia menurut periode berikut ini memberi suatu gagasan umum kapan suatu periode mulai dan berakhir. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pada setiap periode tahap tahap perkembangan manusia dalam buku Life-Span Development oleh John Santrock:

a)       Periode prakelahiran (prenatal periodialah saat dari pembuahan hingga kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan perilaku, yang dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.

b)       Masa bayi (infacyialah periode perkembangan yang merentang dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah masa yang sangat bergantung pada orang dewasa.Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor, dan belajar sosial.

c)       Masa awal anak anak (early chidhood) yaitu periode pekembangan yang merentang dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin mandiri dan menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan bersekolah (mengikuti perintah, mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu berjam jam untuk bermain dengan teman teman sebaya.Jika telah memasuki kelas satu sekolah dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.

d)       Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle and late childhood) ialah periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas tahun, yang kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar. Keterampilan keterampilan fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung telah dikuasai.Anak secara formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaan.Prestasi menjadi tema yang lebih sentral dari dunia anak dan pengendalian diri mulai meningkat.

e)       Masa remaja (adolescenceialah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara.Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.

f)        Masa awal dewasa (early adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.

g)       Masa pertengahan dewasa (middle adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan merentang hingga usia enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta mempertahankan kepuasan dalam berkarir

h)       Masa akhir dewasa (late adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial baru.

 

II. Perkembangan Remaja

 

Masa remaja seringkali dihubungkan dengan mitos mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat perubahan lingkungan.

            Sejalan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja, mereka juga dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. Sebagaimana diketahui, dalam setiap fase perkembangan, termasuk pada masa remaja, individu memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Apabila tugas-tugas tersebut berhasil diselesaikan dengan baik, maka akan tercapai kepuasan, kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas perkembangan pada fase berikutnya. 

            Hurlock (1973) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis, yaitu antara 13 hingga 18 tahun. Menurut Thornburgh (1982), batasan usia tersebut adalah batasan tradisional, sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara 11 hingga 22 tahun. 

Perubahan sosial seperti adanya kecenderungan anak-anak pra-remaja untuk berperilaku sebagaimana yang ditunjukan remaja membuat penganut aliran kontemporer memasukan mereka  dalam kategori remaja. Adanya peningkatan kecenderungan para remaja untuk melanjutkan sekolah atau mengikuti pelatihan kerja (magang) setamat SLTA, membuat individu yang berusia 19 hingga 22 tahun juga dimasukan dalam golongan remaja, dengan pertimbangan bahwa pembentukan identitas diri remaja masih terus berlangsung sepanjang rentang usia tersebut. 

Lebih lanjut Thornburgh membagi usia remaja menjadi tiga kelompok, yaitu:

 

a)       Remaja awal : antara 11 hingga 13 tahun

b)       Remaja pertengahan: antara 14 hingga 16 tahun

c)       Remaja akhir: antara 17 hingga 19 tahun.

 

Pada usia tersebut, tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

1.       Mencapai hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun lawan jenis

2.       Mencapai peran sosial maskulin dan feminin

3.       Menerima keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif

4.       Mencapai kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya

5.       Mencapai kepastian untuk mandiri secara ekonomi 

6.       Memilih pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja

7.       Mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga

8.       Mengembangkan kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai warga negara

9.       Menginginkan dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial

10.   Memperoleh rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam Hurlock, 1973).

 

a)       Masa Pubertas 

Masa puberitasas adalah masa saat organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Masa pubertas bisanya dimulai saat berusia 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Pada masa inilah kamu berada sekarang. 

Apakah kamu pernah memerhatikan perubahan fisik yang terjadi padamu saat ini?
Perubahan fisik yang terjadi Perubahan fisik yang terjadi merupakan tanda kematangan organ-organ reproduksi. Pada umumnya, organ reproduksi anak perempuan lebih cepat matang dibandingkan organ reproduksi anak laki-laki

 

b)      Ciri-ciri pubertas secara fisik dapat diuraikan sebagai berikut :

 

1.    Ciri kelamin primer

Ø  Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan perempuan mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).

Ø  Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah" yaitu proses keluarnya sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami menstruasi yang pertama kali.

 

2)       Ciri kelamin sekunder

Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.

*      Mulai tumbuh jakun.

*      Perubahan suara menjadi lebih besar dan berat.

*      Tumbuh kumis atau jenggot.

*      Tumbuh rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.

*      Mulai tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.

*      Bahu melebar melebihi bagian pinggul.

*      Perubahan jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori tampak membesar.

*      Kadang-kadang diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.

 

Pada remaja perempuan, pubertas juga ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.

 

Ø  Membesarnya payudara dan puting mulai timbul.

Ø  Pinggul melebar.

Ø  Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ kelamin.

Ø  Suara lebih nyaring.

Ø  Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di daerah muka.

 

Salah satu ciri pubertas pada anak perempuan adalah menstruasi. Apakah menstruasi itu? Pada saat perempuan yang telah mengalami pematangan organ reproduksi, ovarium akan secara ritun mengeluarkan sel telur. Pengeluaran sel telur pada umumnya terjadi sekitar empat minggu (28 hari) sekali. Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami penebalan sebagai persiapan jika sel telur dibuahi.

Oleh sebab itu, jika dalam akhir siklus tersebut tidak terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut, lalu mati dan akhirnya meluruh. Proses peluruhan dinding rahim ini akan keluar bersama darah, lendir, dan cairan yang berasal dari dinding rahim tersebut dikenal dengan menstruasi. Pendarahan menstruasi berlangsungselama i sampai 8 hari.

 

c)    Ciri-ciri Pubertas Secara Psikis

 

Selain terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya.Ciri-ciri pubertas secara psikis dapat diuraikan sebagai berikut.

v  Mencari identitas diri, Dalam usaha mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan karena dirasa membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum dewasa namun remaja tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melakukan hal coba-coba karena rasa ingin tahu yang sangat besar.

v  Mulai tertarik kepada lawan jenis, Masa remaja adalah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja mempunyai ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian pernikahan pada usia remaja belum diperbolehkan karena secara mental belum siap. Kehamilan pada usia remaja dapat berpengaruh negatif baik pada diri maupun bayi yang dikandungnya.

 

III. Masalah – masalah yang muncul pada masa remaja

 

Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Menurut Hurlock (1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu:

1.       Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.

2.       Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua. 

 

Elkind dan Postman (dalam Fuhrmann, 1990) menyebutkan tentang fenomena akhir abad duapuluh, yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak secara psikologis untuk menghadapinya.Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan akibat seperti kegagalan di sekolah, penyalahgunaan obat-obatan, depresi dan bunuh diri, keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis.

 

Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan trampil untuk mengelola teknologi tersebut. Ketidakmampuan remaja mengikuti perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal, malu, kehilangan harga diri, dan mengalami gangguan emosional.

 

Tugas-tugas perkembangan pada masa remaja yang disertai oleh berkembangnya kapasitas intelektual, stres dan harapan-harapan baru yang dialami remaja membuat mereka mudah mengalami gangguan baik berupa gangguan pikiran, perasaan maupun gangguan perilaku.Stres, kesedihan, kecemasan, kesepian, keraguan pada diri remaja membuat mereka mengambil resiko dengan melakukan kenakalan (Fuhrmann, 1990).





Cerita

 

            Selvina anak ke dua dari dua bersaudara, kakaknya duduk di kela XII sedangkan Selvina sekarang duduk di kelas VIII. Ayah  Selvina bekerja sebagai sopir bus pariwisata, sedangkan ibunya bekerja di salah satu pabrik yang dekat dengan rumahnya. Karena bekerja sebagai sopir, ayah Selvina memang sering tidak pulang ke rumah.Meskipun demikian Ibu Selvina selalu berusaha memberikan perhatian yang cukup untuk anak-anaknya.

Pada saat kelas VII Selvina adalah anak yang baik dan penurut pada orang tua.Dia selalu pulang sekolah tepat waktu dan selalu membantu ibunya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.Dalam bidang akademikpun Selvina juga tidak mengecewaka.Nilai – nilainya selalu mencapai KKM.

Namun perubahan pada diri Selvina mulai tampak ketika ia duduk di kelas VIII. Selvina menjadi tertutup dengan orang tuanya. Pulang sekolahpun ia sering terlambat dan sudah tidak mau membantu  ibunya untuk pekerjaan rumah tangga. Kegiatan Selvina setiap hari hanya bermain HP di dalam kamar.  Nilai-nilai ulangan Selvina juga banyak yang menurun. Selvina sudah benar-benar berubah.

Melihat kondisi yang seperti ini, orang tua Selvina datang ke guru Bimbingan Konseling untuk membicarakan masalah Selvina.Orang tua Selvina tidak mengerti mengapa Selvina jadi berubah seperti ini.Dari yang dulunya sangat peduli dengan lingkungan menjadi bersikap masa bodoh.

Setelah dilakukan observasi ternyata Selvina mulai tertarik pada lawan jenis  dan mulai berpacaran dengan teman sekelasnya yang bernama Sultan.  Mereka berdua menjalin hubungan special sejak duduk dikelas VIII. Orang tua Selvina sangat marah dan melarang Selvina melanjutkan hubungan itu mengingat usia mereka berdua masih belum tepat untuk berpacaran. Orang tua Selvina  menasehati agar Selvina meniru kakaknya yang sangat pandai. Namun Selvina menentang keinginan orang tuanya dan bersikeras untuk tetap melanjutkan hubungannya dengan Sultan .

 

Refleksi Diri

 

1)       Bagaimana menurut pendapatmu dengan perubahan yang terjadi pada diri Selvina?

2)       Bagaimana menurut pendapatmu dengan sikap yang diambil oleh Selvina dengan melawan orang tuanya?

3)       Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu jadi teman Selvina?

4)       Apa yang akan kamu lakukan jika kamu menjadi Sultan?

5)       Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua Selvina?

 

Lembar Jawaban

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………


 

LEMBAR KERJA PESERTADIDIK

 

1.       Sebutkan periode tahap-tahap perkembangan manusia!

2.       Pada usia berapa manusia memasuki masa remaja?

3.       Apa yang dimaksud denga masa remaja?

4.       Sebutkanpembagian masa remaja menurut Thoruburgh!

5.       Sebutka tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi pada masa remaja!

6.       Jelaskan apa yang dimaksud dengan masa pubertas!

7.       Sebutkan ciri-ciri pubertas secara fisik pada remaja laki-laki dan permpuan?

8.       Sebutkan ciri-ciri pubertas secara psikis pada remaja laki-laki dan permpuan?

9.       Sebutkan masalah-masalah yang sering muncul pada diri remaja dalam masa perkembangan!

10.   Perubahan apa saja yang terjadi pada tubuhmu yang sudah kamu alami pada masa remaja ?

 

Lembar Jawaban

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………






 

Diskusi Kelompok

 

Diskusikan dengan kelompokmu hasil Refleksi dan Tagihan, hasilnya tuangkan pada lembar Jawaban berikut!

Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………