BUKU
PEGANGAN PESERTADIDIK
BIMBINGAN DAN KONSELING
DELENGKAPI DENGAN
MATERI LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
CERITA PENDEK
DAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
UNTUK
KELAS VII
TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN MENENGAH PERTAMA
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR
Kurikulum 2013 dirancang
untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi pengetahuan, keterampilan dan sikap
secara utuh. Proses pencapaiannya melalui layanan bimbingan dan konseling dan
sejumlah mata pelajaran yang dirangkai sebagai suatu kesatuan yang saling
mendukung pencapaian kompetensi tersebut.
Bila pada jenjang SD/MI,
semua mata pelajaran digabung menjadi satu dan disajikan dalam bentuk
tema-tema, maka pada jenjang SMP/MTs pembelajaran sudah mulai dipisah-pisah
menjadi mata pelajaran. Sebagai transisi materi layanan bimbingan dan konseling
yang dilakukan sepenuhnya bagi pesertadidik SMP/MTs. Materi-materi dari
bidang-bidang ilmu masih perlu disajikan sebagai suatu kesatuan dalam materi
Layanan Bimbingan Klasikal. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan wawasan yang
utuh bagi pesertadidik SMP/MTs khusus nya kelas VII tentang prinsip-prinsip
dasar untuk mencegah permasalahan yang akan timbul pada pesertadidik dalam
bidang pribadi, sosial, belajar dan karir, serta untuk mengembangkan bakat dan
minat yang dimiliki pesertadidik.
Buku ini sebagai pegangan
pesertadidik yang didalam nya terdapat materi materi layanan bimbingan
klasikal, cerita pendek dan lembar pesertadidik yang harus dipahami dan
dikerjakan pesertadidik untuk mencapai kompetensi dan perkembangan yang
diharapkan. Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013, pesertadidik
diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang
luas di sekitarnya. Peran guru sangat penting untuk meningkatkan dan
menyesuaikan daya serap pesertadidik dengan ketersediaan kegiatan pada buku
ini. Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain
yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.
Implementasi Kurikulum
2013 telah mendapat tanggapan yang sangat positif dan masukan yang sangat
berharga. Pengalaman tersebut dipergunakan semaksimal mungkin dalam menyiapkan
buku untuk implementasi menyeluruh pada tahun ajaran 2019/2020 dan seterusnya.
Buku ini merupakan edisi pertama, buku ini sangat terbuka dan terus dilakukan
perbaikan dan penyempurnaan dimasa mendatang. Untuk itu, kami mengundang para
pembaca memberikan kritik, saran dan masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan
pada edisi berikutnya.
Atas kontribusi tersebut,
kami ucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kita dapat memberikan yang terbaik
bagi kemajuan dunia pendidikan dalam rangka mempersiapkan generasi seratus
tahun Indonesia Merdeka (2045).
Padangratu, 3 januari
2020
Penyusun,
Dto.
Ahbirul Muqodas
DAFTAR ISI
A.
MATERI LAYANAN 1 ORIENTASI LAYANAN BK...................................... 4
CERITA ............................................................................................. 7
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 8
B.
MATERI LAYANAN 2 SEKOLAHKU DULU DAN
SEKARANG................... 10
CERITA ............................................................................................. 11
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 13
C.
MATERI LAYANAN 3 MENTAATI PERATURAN SEKOLAH....................... 15
CERITA ............................................................................................. 17
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 19
D.
MATERI LAYANAN 4 AGAMA ITU MEMULIAKAN..................................... 21
CERITA ............................................................................................. 23
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 25
E.
MATERI LAYANAN 5 BELAJAR DAN HASIL BELAJAR............................ 27
CERITA ............................................................................................. 30
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 31
F.
MATERI LAYANAN 6 INDAHNYA KEBERSAMAAN.................................. 33
CERITA ............................................................................................. 36
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 37
G.
MATERI LAYANAN 7 KEGIATAN EKSKUL DAN PRESTASI BELAJAR.... 38
CERITA ............................................................................................. 41
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 42
H.
MATERI LAYANAN 8 PENGARUH
PERGAULAN REMAJA....................... 43
CERITA ............................................................................................. 48
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 50
I.
MATERI LAYANAN 9 NILAI-NILAI SOSIAL................................................ 52
CERITA ............................................................................................. 54
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 55
J.
MATERI LAYANAN 10 PERKEMBANGAN REMAJA.................................. 57
CERITA ............................................................................................. 61
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK............................................................... 62
MATERI LAYANAN 1
ORIENTASI LAYANAN BK
A. Pengertian.
Bimbingan dan konseling merupakan
terjemahan dari bahasa Inggris ’guidance’ akar kata guide yang artinya
mengarahkan, memandu, mengelola, atau menyetir, dan ’counseling’ yang artinya
percakapan antara konselor dan konselee yang bertujuan untuk memahami masalah
dan menyesuaikan diri terhadap masalah yang sedang dihadapi, dan dicapailah
kebahagiaan dalam hidup.
Perlu difahami bahwa layanan bimbingan dan
konseling sebenarnya sudah dilaksanakan dalam jalur pendidikan informal atau
sejak anak berada di lingkungan keluarga. Orang tua selalu membimbing
anak-anaknya dalam berperilaku dan bertutur kata, memberikan keteladanan dan
pembiasaan yang baik, misalnya: menyapa seseorang atau mengucapkan salam saat
bertemu dengan orang yang di kenal, berdoa sebelum mengerjakan sesuatu,
mengajak bermain, mengajari anak-anaknya untuk bernyanyi, mengenal huruf,
membaca, dsb. Tujuannya adalah agar anak potensinya bisa berkembang secara
optimal, anak mampu menyesuaian diri dengan lingkungan, dengan teman-teman
sebayanya, dan anak akan merasa puas dan bahagia,
Dalam pendidikan formal bimbingan dan
konseling sebenarnya sudah dilaksanakan sejak pendidikan Sekolah Dasar bahkan
sejak pendidikan dini (PAUD). Dasar pemikirannya adalah memfasilitasi peserta
didik agar mampu mengembangkan potensi diri atau mencapai tugas-tugas
perkembangan baik aspek fisik, emosi, sosial, intelektual, moral dan spiritual.
Peserta didik adalah individu yang sedang berkembang kearah kematangan dan
kemandirian. Kesuksesan perkembangan sekarang akan berpengaruh pada
perkembangan berikutnya.
B.
Bimbingan
dan Konseling di SMP.
Perencanaan
bimbingan dan konselng pada tingkat SD/MI ditujukan pada penyiapan peserta
didik untuk melanjutkan pendidikan SMP/MTs.Pelayanan bimbingan dan konseling
mencakup bimbingan dan konseling bagi peserta didik yang memiliki kemauan dan
kecerdasan luar biasa. Bentuk konkret layanan bidang belajar diantaranya yang
diberikan guru kelas kepada peserta didik yang membutuhkan pengajaran remidi
atau pendampingan khusus karena kemampuan intelektualnya yang luar biasa.
Disamping layanan terbatas pada peserta didik yang menunjukkan gejala
penyimpangan perkembangan normal, pelayanan juga tersedia untuk semua peserta
didik.
Layanan
Bimbingan dan konseling di SMP bercorak lain, lebih tegas dibedakan antara
administrasi sekolah, bidang pengajaran, dan bidang pembinaan peserta
didik. Bidang pembinaan menunjukkan keanekaragaman, termasuk pelayanan
bimbingan. Pelaksanan pelayanan bimbingan dan konseling menggunakan layanan
terpadu, yaitu layanan yang dilaksanakan secara terpadu dengan seluruh kegiatan
pendidikan di sekolah. Ketika di SD/MI belum ada petugas khusus, maka pelayanan
bimbingan dan konseling dilakukan guru kelas. Sedang untuk pendidikan di
SMP/MTs dilakukan oleh guru BK atau konselor sekolah. Pendekatan pelayanan
bimbingan dan konseling dilakukan secara integratif, yang mencakup bidang
belajar, pribadi, sosial dan karir, dengan berbagai jenis layanan dan kegiatan
pendukukng.
Bimbingan
dan Konseling di SMP dilaksanakan oleh seorang yang profesional di bidangnya
yang dikenal dengan Guru BK atau Konselor sekolah. Terdapat beberapa alasan
diantaranya adalah:
- Usia SMP berada pada remaja, merupakan periode
pertumbuhan fisik yang merupakan kelanjutan pertumbuhan dan perkembangan
di masa kanak-kanak. Fase pubertas (kematang seksual) yang dihadapkan
dengan berbagai masalah dan ketidak siapan menghadapinya.
- Periode perkembangan menuju kedewasaan dengan
implikasi, diantaranya: kemandirian, tanggungjawab, dan disiplin diri.
- Kebutuhan independensi dan kemampuan untuk
menalar dan berhipotesis berkembang sangat cepat, sebagai akibatnya remaja
sangat kritis dan memberontak terhadap solusi orang dewsa.
- Keanggotaan dalam kelompok sebaya yang dipilih
sendiri, sebagai pusat aktifitas belajar dan hiburan. Remaja lebih
mengutamakan kelompoknya daripada terhadap orang tuanya.
- Remaja mulai mencari arah, nilai-nilai dan
identitas pribadi. Dalam upaya pencarian identitas diri, remaja sering
berhadapan dengan masalah dalam perjalanan hidupnya.
Berbagai faktor kebutuhan remaja SMP
diatas, menimbulkan kebutuhan pelayanan khusus yang harus ditangani oleh ahli
yang profesional dalam membantu mengatasi masalah, atau perlu kehadiran
konselor sekolah. Guru Mata pelajaran saja tidak cukup, karena sudah mempunyai
tugas dan tanggung jawab sendiri terhadap mata pelajarannya.
C.
Visi
dan Misi Bimbingan dan Konseling.
Visi
pelayanan BK adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan sesuai
karakter bangsa melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan
perkembangan dan pengentasan masalah agar peserta didik berkembang secara
opimal, mandiri, mampu mengendalikan diri dan bahagia.
Misi
pelayanan BK, meliputi:
1) Misi pendidikan, yaitu: pelayanan yang
memfasilitasi pengembangan peserta didik, melalui pembentukan perilaku
efektif-normatif dan berkarakter dalam kehidupan efektif sehari-hari (KES) dan
masa depan melalui pendidikan.
2) Misi pengembangan, yaitu misi pelayanan
yang `memfasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik yang
berkarakter dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
3) Misi pencegahan dan pengentasan masalah,
yaitu misi pelayanan yang memfasilitasi pencegahan dan pengentasan masalah
peserta didik yang mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari yang terganggu
(KES-T) ke arah kehidupan efektif sehari-hari (KES) dan berkarakter.
Dalam
pelaksanaan pelayanan BK yang diselenggarakan untuk memenuhi lima fungsi
layanan, yaitu:
1.
Fungsi
Pemahaman, yaitu fungsi pelayanan BK untuk membantu peserta didik memahami
diri, tuntutan studi, dan lingkungannya.
2.
Fungsi
pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi pelayanan
BK untuk membantu peserta didik memelihara dan
menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya
secara optimal sesuai dengan tuntutan karakter yang terpuji.
3.
Fungsi pencegahan, yaitu fungsi
pelayanan BK untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan
diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan diri pada
umumnya, kesuksesan studi pada khususnya.
4.
Fungsi
pengentasan, yaitu fungsi pelayanan BK untuk membantu peserta didik mengatasi
masalah yang dialaminya.
5.
Fungsi
advokasi, yaitu fungsi pelayanan BK untuk membantu peserta didik memperoleh
pembelaan atas hak dan/atau kepentingannya, baik yang berkenaan dengan hak-hak
kehidupan pada umumnya, khususnya berkenaan dengan hak kependidikannya,
yang kurang atau tidak mendapat perhatian.
D.
Bidang
Layanan Bimbingan
Berbagai
masalah yang dihadapi remaja SMP, secara garis besar dikelompokkan menjadi 4
yaitu: masalah pribadi, sosial, belajar dan karir. Karena itu bidang bimbingan
yang diberikan disesuaikan dengan masalahnya, yaitu:
1.
Pengembangan
Kehidupan Pribadi,
yaitu
bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan
potensi dan kecakapan, bakat dan minat, kondisi
lingkungan serta kehidupan yang berkarakter beragama sesuai dengan karakteristik
kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik, cerdas dan
berkarakter.
2.
Pengembangan
Kehidupan Sosial,
yaitu
bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai
serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat, efektif, cerdas dan
berkarakter dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial
yang lebih luas.
- Pengembangan
Kemampuan Belajar,
yaitu
bidang pelayanan BK yang membantu peserta didik mengembangkan
kemampuan belajar sesuai dengan arah minatnya, berdisiplin, ulet dan mandiri
serta optimal dalam menjalani pendidikan pada jenjang/jenis satuan
pendidikannya mengarah kepada prestasi optimal.
Tujuan
bimbingan belajar adalah:
a) Mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang
baik, terutama dalam mengerjakan tugas dan ketrampilan serta bersikap terhadap
guru.
b) Menumbuhkan disiplin belajar dan terlatih,
baik mandiri atau kelompok.
c) Mengembangkan pemahaman dan pemanfaatan
kondisi fisik, sosial dan budaya di
lingkungan sekolah atau alam sekitar untuk pengembangan
pengetahuan,
ketrampilan dan pribadi.
4. Pengembangan Kemampuan Karir,
yaitu bidang pelayanan BK yang membantu
peserta didik dalam me ne r i m a, memahami dan menilai
informasi, serta memilih dan mengambil keputusan arah karir
secara jelas, objektif dan bijak, sesuai dengan peminatannya berlandaskan
kemampuan dasar, bakat, minat, dan kondisi lingkungan secara cerdas dan
realistik.
Cerita
Tahun pelajaran baru telah tiba, berbagai kesiapan
perlengkapan mulai dari alat tulis, tas, sepatu dan pakaian seragam, semua
serba baru. Suasana seperti itu sangat terasa mewarnai di setiap lembaga
sekolah, baik di tingkat TK, SD sampai di Perguruan Tinggi. Pagi itu di halaman SMPN
Nusantara dipenuhi orangtua siswa yang mengantar putra-putrinya yang baru masuk
sebagai siswa kelas VII, semua tampak ceria kecuali Maya. Hari pertama di
sekolah baru, dia berharap bertemu dengan teman-teman baru yang baik-baik
dan enak diajak bergaul. Ia merasa sulit mendapatkan teman karena dia
satu-satunya yang berasal dari SD Pancasila. Teman-temannya di kelas berasal
dari berbagai SD di lingkungan kecamatan. Betapa resahnya menghadapi
teman-teman baru, mereka ada yang suka usil, suka menceritakan keadaan keluarga
dengan kekayaannya, ada yang asyik dengan game di hp barunya, dan ada yang
bicaranya jorok dsb. Maya menjadi terdiam mengamati peristiwa di lingkungannya
yang bermacam-macam dan dia merasa kesulitan untuk bisa bergabung dengan
mereka. Ketika waktu istirahat, Maya membuka bekal yang telah disiapkan ibunya.
Betapa sakit hatinya tiba-tiba ada seorang teman anak laki-laki yang datang dan
menertawakan, ”ada anak TK ke sekolah membawa bekal”. Tanpa respon Maya
menghabiskan bekal yang dibawanya. Sesampai di
rumah, diceritakan peristiwa itu kepada ibunya. Maya merasa lega, karena
kondisi seperti itu kata ibunya akan selalu dihadapi bila berada di lingkungan
yang baru.
Refleksi
1) Maya sebagai siswa baru kelas VII di SMP
Nusantara, masalah apa saja yang sedang dihadapinya?
2) Apa yang dilakukan Maya terhadap masalah
yang sedang dihadapinya?
3) Sesampai di rumah, diceritakan masalah itu
kepada ibunya. Berikan komentar Anda!
4) Anda sekarang sebagai peserta didik baru
di SMP, permasalahan apa sajakah yang Anda hadapi?
5) Bila Anda sebagai Maya, ketika sedang
makan bekal yang dibawa dari rumah, ada teman yang menertawakan dan mengatakan
bahwa Anda seperti anak TK, Bagaimana pendapat Anda?
6) Bila Anda menghadapi masalah di sekolah,
kepada siapakah Anda minta bantuan untuk menyelesaikan?
Lembar
Jawaban
............………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
1) Apakah yang dimaksud bimbingan dan
konseling?
2) Layanan bimbingan dan konseling di tingkat
SMP berbeda dengan ketika di Sekolah Dasar. Berikan penjelasan!
3) Mengapa bimbingan dan konseling harus
dilaksanakan seorang yang ahli dibidangnya (profesional)?
4) Sebutkan dan berikan penjelasan tentang
jenis-jenis masalah yang dihadapi peserta didik di SMP?
Lembar
Jawaban
............………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
TUGAS KELOMPOK
Secara berkelompok 4 atau 5 orang
lakukanlah observasi ke ruang Bimbingan dan Konseling dan lakukan
wawancara terhadap konselor sekolah yang ada di sekolah Anda!
1.
Buatlah
denah ruang BK yang ada di sekolah Anda!
2.
Tuliskan
nama guru BK (Konselor Sekolah) yang ada di sekolah Anda dan tugas
masing-masing!
3.
Tuliskan
layanan yang diberikan guru BK (Konselor sekolah)!
Lembar Jawaban
............………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
MATERI
LAYANAN 2
SEKOLAHKU
DULU DAN SEKARANG
Saat kamu pertama kali masuk SMP/MTS,
ngerasa beda, nggak? Ya beda pasti iya, baik dari segi lingkungan, teman, guru
dll.
Banyak permasalahan yang muncul saat duduk
di bangku SMP/MTS. Permasalahan itu baik masalah pribadi, belajar, sosial dll.
Mengapa ini terjadi saat di SMP/MTS ?
Dulu ketika di SD/MI rasanya sangat
menyenangkan, yang ada hanya bermain baik dengan teman laki-laki maupun dengan
teman perempuan.
Bapak Ibu guru tidak banyak memberikan
tugas, bahkan beliau tak jarang melihat saat kami bermain di halaman
sekolah.Begitu pula dengan teman-teman, tidak ada persaingan, tidak ada rebutan
pacar, tidak ada perkelahian yang membahayakan.
Hal ini sangat berbeda dengan di SMP/MTS.
Saya banyak menemukan masalah yang di alami oleh teman-teman bahkan ada juga
masalah yang saya alami sendiri. Adapun permasalahan yang muncul antara lain
adalah merasa pribadi rendah diri karena bentuk fisik yang mengalami
perkembangan dan perubahan ( dari kurus menjadi gendut, mulai tumbuh jerawat
dll ), ada yang sedih karena kehilangan teman SD/MI atau berpisah dengan teman
SD/MI karena beda sekolah, ada masalah belajar karena banyaknya jumlah
pelajaran yang berbeda waktu SD/MI, banyaknya tugas yang diberikan oleh
guru, waktu belajar di sekolah yang lebih lama.
Itulah gambaran perbedaan sekolahku dulu
dan sekolahku sekarang. Untuk lebih jelasnya di bawah ini dituliskan pokok-
pokok perbedaan pendidikan tingakat SD/MI dan SMP/MTS.
FORMAT POKOK-POKOK PERBEDAAN PENDIDIKAN
TINGKAT SD/MI DAN SMP/MTs.
|
NO |
Hal-hal
yang perlu diperhatikan |
Tingkat SD/MI |
Tingkat SMP?MTs |
|
1. |
Awal masuk sekolah |
Tidak ada kegiatan MOPDB/ masa orientasi
peserta didik baru |
Ada kegiatan MOPDB/ masa orientasi
peserta didik baru |
|
2. |
Seragam |
Putih Merah |
Putih Biru |
|
3. |
Jam bangun |
Mepet jam masuk sekolah |
Lebih awal |
|
4. |
Jarak sekolah dari rumah |
Dekat |
Lebih jauh |
|
5. |
Waktu di rumah |
Lebih banyak |
Lebih sedikit |
|
6. |
Jam belajar di sekolah |
Lebih sedikit/ sebentar |
Lebih banyak/ lama |
|
7. |
Fasilitas sekolah |
Kurang lengkap |
Lebih lengkap |
|
8. |
Teman |
Teman baru, teman TK |
Teman baru, teman TK, teman SD/ MI |
|
9. |
Kegiatan ekstrakurikuler |
Lebih sedikit |
Lebih banyak pilihan |
|
10. |
Lama pendidikan |
6 tahun |
3 tahun |
|
11. |
Cara belajar |
Lebih banyak mendengarkan |
Lebih banyak berpikir dan kegiatan
kelompok |
|
12. |
Perpustakaan |
Kurang lengkap |
Lebih lengkap |
|
13. |
Arah peminatan |
Minat belajar |
Minat belajar, dan arah karir/pekerjaan |
|
14. |
Bermain |
Teman sedesa/ sekomplek |
Teman sedesa, luar desa/kecamatan |
|
15. |
Kalau ulang tahun |
Di beri ucapan |
Di guyur air, di tabur tepung, dilempar
telur dll |
|
16. |
Masalah yang dialami |
Lebih jarang |
Lebih banyak/ komplek |
|
17. |
Guru yang mengajar |
Guru kelas |
Guru mata pelajaran |
|
18. |
Pelayanan BK |
Guru kelas |
Guru BK / Konselor |
|
19. |
Ujian Nasional |
Tidak ada Ujian Nasional |
Ada Ujian Nasional |
|
20. |
Arah Studi Lanjut |
Ke SMP/ MTs |
Ke SMA, SMK |
CERITA
Andin begitu bangga saat pertama kali
masuk sekolah di SMP. Dia sudah mempersiapkan semua perlengkapan sejak semalam. Andin bangun pagi-pagi,
setelah berseragam Andin berdiri di depan cermin dan berkata dalam hatinya, ”
wah cantik sekali aku dengan seragam baruku di SMP, pakai rok panjang berwarna
biru, beda saat aku di SD pakai rok pendek berwarna merah. “Pertama masuk
sekolah aku mengikuti upacara pembukaan MOPDB ( masa orientasi peserta didik
baru ). Andin baris di urutan kedua.Dia sangat
senang dan semangat mengikuti kegiatan MOPDB selama satu minggu.
Setelah satu minggu menjalani kegiatan
MOPDB, mulailah ada pembagian kelas dan menempati kelas sesuai dengan daftar
pembagian kelas yang ditempel di papan. Ketika berada di dalam kelas, Andin mengamati satu persatu
temannya, ternyata tidak satupun di dalam kelas yang dulunya adalah teman SD.
Andin mulai merasakan kesedihan, kesepian, dan tidak nyaman berada di dalam
kelas.
Andin mulai tidak bersemangat untuk ke
sekolah, karena dia merasa sendirian di dalam kelas itu. Teman SD-nya yang
sekarang satu sekolah dengannya ternyata berada di kelas yang berbeda. Andin
bilang ke ibunya bahwa dia ingin pindah kelas yang ada teman SD-nya dulu. Ibu
Andin memberikan pengertian kepadanya bahwa di SMP itu temannya lebih banyak,
berasal dari berbagai SD / MI, untuk itu Andin harus belajar mau bersosialisasi
dengan teman-teman baru di dalam kelasnya dan nanti bila istirahat bisa menemui
temannya waktu SD dulu. Tidak selamanya kita harus berteman dan bermain
dengan teman yang sama atau dengan teman yang itu-itu terus. Semakin
banyak teman maka kita akan bertambah ilmu, bertambah pengalaman, dan yang
pasti kita akan merasa lebih bahagia dan lebih nyaman karena di mana-mana kita
punya teman. Itu adalah permasalahan yang di alami Andin sejak duduk di
bangku SMP. Beda lagi dengan Fian, soal teman Fian tidak ada masalah, siapapun
anaknya dan berasal dari SD/MI manapun Fian tidak pernah peduli. Justru yang
membuat Fian sedih berada di SMP saat ini adalah karena jarak antara rumah dan
sekolah yang jauh. Dulu waktu SD bersepeda cukup lima menit sudah sampai di
sekolah.Sekarang di SMP, Fian harus mengayuh sepeda lebih dari setengah jam. Fian
sering malas bangun bila pagi telah tiba, rasanya capai, lelah bila harus
berangkat sekolah, belum lagi nanti kalau pulang sekolah di tengah terik panas
matahari, debu kendaraan bermotor, semua itu menambah kekesalan Fian.
Fian pernah menyampaikan keluhannya itu
kepada ayahnya. Ayahnya memberikan semangat dan bercerita bahwa dulu ayahnya
malah lebih jauh dari Fian, jalan tidak semulus dan seenak sekarang, dan itu
dijalani ayah dengan senang hati, ikhlas dan sekarang tinggal menikmati hasil
dari semua perjuangan itu. Oleh karena itu kalau Fian ingin hidup enak,
senang,dan berkecukupan di kemudian hari maka sekarang harus berjuang dan salah
satu bentuk perjuangan itu adalah dengan rajin bersekolah dengan senang dan
ikhlas. Jangan putus asa, jangan malas, jangan ngedumel, dan jangan meminta
fasilitas lebih yang tidak sesuai dengan kondisi diri. Fian sebenarnya ingin
minta sepeda motor, agar dia tidak terlalu capai pulang pergi ke sekolah.
Keinginan Fian itu di tolak oleh ayahnya, karena menurut ayah Fian belum cukup
umur untuk mengendarai sepeda motor, Fian tidak punya KTP,SIM, dan itulah yang
menyebabkan ayahnya menolak keinginan Fian, karena pengguna kendaraan bermotor
yang tidak memiliki SIM ( Surat Ijin Mengemudi ), merupakan tindakan yang
melanggar hukum.
Ayah Fian berjanji akan membelikan sepeda
motor baru kalau Fian bisa lulus dari SMP dengan nilai yang baik. Fian dengan
senang hati menerima tawaran ayahnya dan Fian-pun berjanji akan aktif ke
sekolah dan rajin belajar.
Fian juga tidak akan mengeluh dan tidak
membeda-bedakan saat dia sekolah di SD.Fian akan mmeniru apa yang dulu
pernah dilakukakan oleh ayahnya yaitu “ berakit-rakit ke hulu berenang ketepian
“ yang artinya bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

REFLEKSI

- Tuliskan pendapat atau komentar kalian tentang gambar di samping !
......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Apa yang akan kamu lakukan untuk memberi
motivasi kepada Andin agar dia tidak bersedih di kelas yang baru ?
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
- Apa yang kamu lakukan untuk membatu Fian agar dia tidak merasa lelah
saat ke sekolah ?
............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
1. Tuliskan pokok – pokok perbedaan yang kamu
alami ketika kamu duduk di bangku SD/MI dengan ketika kamu duduk di bangku SMP
saat ini ?
2. Tuliskan pengalamanmu yang menyenangkan
dan yang tidak menyenangkan yang pernah kamu alami saat di SD/Mi
3. Tuliskan pengalamanmu yang menyenangkan
dan yang tidak menyenangkan yang pernah kamu alami saat di SMP?.
Lembar
Jawaban :
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Diskusi Kelompok
Tuliskan semua pengalaman yang tidak
menyenangkan saat di SMP yang di alami oleh temanmu sekelompok, lalu diskusikan
dalam kelompokmu untuk mencari solusinya agar pengalaman yang tidak
menyenangkan bisa menjadi hal yang menyenangkan !
Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
MATERI LAYANAN 3
MENTAATI PERATURAN SEKOLAH
A.
Pengertian Peraturan
Peraturan
adalah kesepakatan yang dibuat oleh perorangan maupun kelompok agar tercipta
keamanan, ketertiban dan keteraturan dalam masyarakat, Dalam kehidupan
sehari-hari terdapat bermacam-macam kepentingan dalam setiap individu
diperlukan petunjuk hidup yang konkret dalam masyarakat. Selain adanya
kebiasaan adat
istiadat dan norma dalam masyarakatdibuatlah
suatu aturan yang disepakati dan ditaati oleh masyarakat itu sendiri.Aturan
tersebut yang sering disebut peraturan. Peraturan adalah perangkat yang berisi
sejumlah aturan yang dibuat untuk menegakkan ketertiban dalam masyarakat.
Peraturan diciptakan untuk mengatur perilaku dan hubungan antar anggota
kelompok. Peraturan bisa berupa tertulis maupun tidak tertulis.
Peraturan
merupakan sebuah kebutuhan untuk menciptakan keteraturan hidup
bersama.Keteraturan itu haruslah demi terciptanya keadilan, kedamaian, dan
kebaikan bersama.Peraturan pada hakikatnya adalah tatanan, petunjuk atau kaidah
yang dibuat untuk mengatur perilaku manusia agar tercipta kebaikan bersama.
Peraturan yang baik harus, memenuhi persyaratan sebagai berikut;
- Bertujuan
mewujudkan keteraturan hidup bersama.
- Memerhatikan kebutuhan dan norma-norma
masyarakat.
- Dilandasi prinsip keadilan, perdamaian, dan
kebaikan bersama.
- Proses penyusunannya berlangsung secara
demokratis
B.
Peraturan sekolah
Peraturan
sekolah merupakan suatu hal mutlak yang harus dipenuhi oleh semua siswa
disekolah.Peraturan tersebut biasanya dibuat secara tertulis maupun tidak
tertulis. Didalam kehidupan sehari-hari,banyak orang yang menyangkut pautkan
suatu peraturan dengan disiplin,ketertiban,pelanggaran dan hukuman. Semua hal
tersebut sering kali kita dengar dan selalu berkaitan dengan peraturan,baik
peraturan disekolah,maupun peraturan dimana saja.suatu peraturan dibuat
pastinya untuk membuat seseorang menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
Disiplin
sekolah merupakan keseluruhan ukuran bagi tindakan-tindakan yang menjamin
kondisi-kondisi moral yang diperlukan,sehingga proses pendidikan berjalan
lancar dan tidak terganggu.Namun di zaman sekarang,ketertiban siswa sering kita
dengar sebagai suatu masalah disebuah sekolah,apalagi pada jenjang sekolah
menengah yang siswa-siswanya beranjakremaja yang sedang mencari jati diri
pribadinya dimana siswa sering melakukan pelanggaran sekolah. Inilah salah satu
contoh bentuk moralitas masyarakat Indonesia yang tidak menjunjung tinggi
nilai-nilai kedisiplinan,dan ketertiban. yang mereka sering lakukan hanyalah
pelanggaran yang pada akhirnya hanya berbuah hukuman.
Agar
sekolah lebih baik,maka sekolah secara umum perlu dibentuk Tim Ketertiban
Sekolah untuk memantau apakah aturan-aturan disekolah berjalan dengan baik.
Supaya ketertiban di sekolah dapat berjalan dengan baik.Kadang kala ada siswa
yang dengan sengaja melanggar peraturan sekolah, rasa ingin dianggap sebagai
pemberani biasanya yang melatarbelakangi siswa melakukan pelaggaran.Tindakan
tegas perlu diambil untuk menegakkan peraturan disekolah.
C.
Penyesuaian Diri
Siswa
yang baru saja masuk SMP butuh waktu dan kesiapan diri untuk dapat menyesuaikan
diri dengan lingkungan sekolah.Peraturan atau tata tertib di SD berbeda
dengan peraturan atau tata tertib di SMP. Oleh karena itu diperlukan bantuan
semua pihak yang ada di sekolah untuk dapat membantu peserta didik dalam proses
penyesuaian diri.
Secara keseluruhan kepribadian mempunyai
fungsi sebagai penentu primer terhadap penyesuaian diri. Penentu berarti faktor
yang mendukung, mempengaruhi, atau menimbulkan efek pada proses penyesuaian.
Secara sekunder proses penyesuaian ditentukan oleh faktor-faktor yang
menentukan kepribadian itu sendiri baik internal maupun eksternal. Penentu
penyesuaian identik dengan faktor-faktor yang mengatur perkembangan dan
terbentuknya pribadi secara bartahap. Penentu-penentu itu dapat dikelompokkan
sebagai berikut:
1. Kondisi Jasmaniah
Kondisi
jasmaniah seperti pembawaan dan struktur/konstitusi fisik dan temperamen
sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembangannya secara instrinsik
bekaitan erat dengan susunan/konstitusi tubuh.Shekdon mengemukakan bahwa
terdapat korelasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe
temperamen (Moh.Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ektomorf yaitu yang
ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan
dalam aktifitas sosial, pemalu, dan sebagainya.
Karena
struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat
diperkirakan bahwa system saraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang
penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
gangguan-gangguan dalam system saraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan
gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian.Dengan demikian,
kondisi sistem-sistem tubuh yang baik merupakan syarat bagi tercapainya proses
penyesuaian diri yang baik.
2. Perkembangan,
Kematangan dan Penyesuaian Diri
Dalam
proses perkembangan, respon anak berkembang dari respon yang bersifat
instinktif menjadi respon yang diperoleh melalui belajar dan pengalaman. Dengan
bertambahnya usia perubahan dan perkembangan respon, tidak hanya melalui proses
belajar saja melainkan anak juga menjadi matang untuk melakukan respon dan ini
menentukan pola-pola penyesuaian dirinya.
Sesuai
dengan hukum perkembangan, tingkat kematangan yang dicapai berbeda antara
individu yang satu dengan yang lainnya, sehingga pencapaian pola-pola
penyesuaian diri pun berbeda pula secara individual. Dengan kata lain, pola penyesuaian
diri akan bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan dan kematangan yang
dicapainya. Disamping itu, hubungan antara penyesuaian dengan perkembangan
dapat berbeda menurut jenis aspek perkembangan yang dicapai.Kondisi-kondisi
perkembangan mempengaruhi setiap aspek kepribadian seperti emosional, sosial,
moral, keagamaan dan intelektual.
3. Penentu Psikologis
terhadap Penyesuaian diri
a) Pengalaman, Tidak semua pengalaman
mempunyai arti bagi penyesuaian diri.Pengalaman-pengalaman tertentu yang mempunyai
arti dalam penyesuaian diri adalah pengalaman yang menyenangkan dan pengalaman
traumatik (menyusahkan).
b) Belajar, Proses belajar merupakan suatu
dasar yang fundamental dalam proses penyesuaian diri, karena melalui belajar
ini akan berkembang pola-pola respon yang akan membentuk kepribadian.
c) Determinasi Diri, Dalam proses penyesuaian
diri, disamping ditentukan oleh faktor-faktor tersebut diatas, manusia itu
sendiri menentukan dirinya, terdapat faktor kekuatan yang mendorong untuk
mencapai sesuatu yang baik atau buruk, untuk mencapai taraf penyesuaian yang
tinggi, dan atau merusak diri. Faktor-faktor itulah yang disebut determinasi
diri.
d) Konflik dan Penyesuaian, Ada beberapa
pandangan bahwa semua konflik bersifat mengganggu atau merugikan.Sebenarnya,
beberapa konflik dapat bermanfaat memotivasi seseorang untuk meningkatkan
kegiatan.
e) Lingkungan Sebagai Penentu Penyesuaian
Diri, Berbagai lingkungan anak seperti keluarga dan pola hubungan didalamnya,
sekolah, masyarakat, kultur dan agama berpengaruh terhadap penyesuaian diri
anak.
4. Pengaruh rumah dan
keluarga.
Dari sekian banyak faktor yang
mengondisikan penyesuaian diri, faktor rumah dan keluarga merupakan faktor yang
sangat penting, karena keluarga merupakan satuan kelompok sosial terkecil.Interaksi
sosial yang pertama diperoleh individu adalah dalam keluarga. Kemampuan
interaksi sosial ini kemudian akan dikembangkan di masyarakat.
5. Hubungan Orang Tua dan
Anak
Pola hubungan antara orang tua dengan anak
akan mempunyai pengaruh terhadap proses penyesuaian diri anak. Beberapa pola
hubungan yang dapat mempengaruhi penyesuaian diri antara lain :
a) Menerima (acceptance).
b) Menghukum dan disiplin yang berlebihan.
c) Memanjakan dan melindungi anak secara
berlebihan.
d) Penolakan.
e) Hubungan saudara, Suasana hubungan saudara
yang penuh persahabatan, kooperatif, saling menghormati, penuh kasih sayang,
mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk tercapainya penyesuaian yang lebih
baik.Sebaliknya suasana permusuhan, perselisihan, iri hati, kebencian, dan
sebagainya dapat menimbulkan kesulitan dan kegagalan penyesuaian diri.
f)
Masyarakat,
Keadaan lingkungan masyarakat dimana individu berada merupakan kondisi yang
menentukan proses dan pola-pola penyesuaian diri. Kondisi studi menunjukkan
bahwa banyak gejala tingkah laku salah bersumber dari keadaan
masyarakat.Pergaulan yang salah di kalangan remaja dapat mempengaruhi pola-pola
penyesuaian dirinya.
g) Sekolah, Sekolah mempunyai peranan sebagai
media untuk mempengaruhi kehidupan intelektual, sosial dan moral para siswa.
Suasana di sekolah baik sosial maupun psikologis menentukan proses dan pola
penyesuaian diri. Disamping itu, hasil pendidikan yang diterima anak disekolah
akan merupakan bekal bagi proses penyesuaian diri di masyarakat.
Cerita
Rita adalah murid baru di SMP Ibu
Pertiwi.Sekarang ini Rita duduk di kelas VII A. Di dalam kelas Rita duduk
sebangku dengan Maya. Mereka berdua teman sekelas waktu duduk di bangku Sekolah
dasar dan kebetulan mereka bertemu di sekolah yang sama.
Pembelajaran di SMP sudah berjalan sebulan
lamanya, Dalam waktu sebulan itu mereka berdua harus sudah mulai menyesuaikan
diri dengan segala peraturan di lingkungan sekolah yang baru.Rita dan Maya
sudah mulai mengenal teman –teman di kelas lainnya.Mereka juga sudah bisa
mengenali ruangan – ruangan dan fungsinya yang ada di lingkungan sekolah.
Beberapa hari terakhir ini mereka berdua
terlihat sering keluar kelas setiap pergantian jam pelajaran. Apabila
ditanya oleh ketua kelas mereka selalu menjawab ingin ke kamar mandi. Bahkan
hari ini mereka berdua tidak berada di kelas ketika pelajaran matematika. Pak
Hari guru Matematika menanyakan keberadaan mereka.Semua temannya tidak ada yang
tahu mereka kemana. Akhirnya Pak Hari meminta ketua kelas untuk mencari mereka.
Rio sang ketua kelas menemukan mereka sedang asyik ngobrol di kantin. Lalu Rio
mengajak mereka untuk kembali masuk ke kelas. Namun mereka justru marah kepada
Rio dan mengejek kata-kata yang tidak sopan. Mengetahui hal itu Pak Hari
langsung melerai mereka dan mengajak mereka bertiga untuk menyelesaikan masalah
di ruang BK.
Setelah dilakukan kongseling dengan guru
BK diketahui bahwa mereka sering keluar kelas hanya ingin berjalan-jalan di
lingkungan sekolah. Tentu saja perbuatan mereka ini tidak dibenarkan, karena
mereka melanggar peraturan sekolah. Mereka seharusnya tetap berada di dalam
kelas selama jam pelajaran berlangsung. Mereka juga harus bisa menyesuaikan
diri dengan peratuan bahwa di SMP itu berbeda dengan di SD. Kalau di SD mereka
hanya bertemu dengan satu guru, tetapi di SMP setiap mata pelajaran gurunya
berbeda. Untuk itu semua siswa yang masuk ke SMP harus sudah siap
menyesuaikan diri dengan segala peraturan yang ada di SMP.
Refleksi
Diri
- Sebagai teman yang baik apa yang sebaiknya kamu lakukan bila melihat
temanmu meninggalkan jam pelajaran tanpa izin terlebih dulu kepada guru?
- Jika kamu
jadi Rio apa yang harus kamu lakukan?
- Apa yang
sebaiknya dilakukan Rita dan Maya supaya bisa menyesuaikan diri di
lingkungan sekolah?
- Dengan
membaca cerita di atas, apakah kamu merasa kesulitan untuk melakukan
penyesuaian diri di lingkungan sekolah?
- Apa yang harus kamu lakukan supaya tidak terjadi kesulitan dalam
menyesuaikan diri dengan peratuan sekolah di SMP?
Lembar Jawaban :
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
LEMBAR
KERJA PESERTADIDIK
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
peraturan!
2. Apakah kegunaan dari peraturan!
3. Sebutkan syarat-syarat peraturan yang
baik!
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
peraturan sekolah!
5. Sebutkan dua macam peraturan sekolah!
6. Berilah contoh peraturan tertulis di
sekolah?
7. Berilah contoh peraturan tidak tertulis di
sekolah!
8. Bagaimana caranya supaya peraturan sekolah
bisa ditegakkan?
9. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi
penyesuaian diri siswa?
Lembar Jawaban :
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
Diskusi Kelompok
Diskusikan dengan kelompokmu hasil
Refleksi dan Tagihan, hasilnya tuangkan pada lembar Jawaban berikut!
Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………....................................................................................................
MATERI LAYANAN 4
AGAMA ITU MEMULIAKAN
Untuk apa manusia beragama? Apakah selain
manusia juga punya agama? Jawabannya agama diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa
itu hanya untuk manusia. Mengapa begitu? Karena manusia itu makluk Tuhan yang
diberi kelebihan berupa akal fikiran, ini yang membedakannya dengan makluk
lain, sehingga bisa menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama.
Sementara makhluk yang lain seperti
tumbuhan, hewan, air, udara, bulan bintang, bulan, matahari, angin, api,
pelangi, gunung, lautan, semuanya tidak ada yang punya akal pikiran, sehingga
tidak mungkin bisa menjalankan ajaran agama, maka wajar jika kemudian muncul
hukum rimba, yang kuat itu yang menang dan sebagainya.
A.
Agar
hidup manusia selaras, serasi dan seimbang
Agama itu berasal dari kata A
yang artinya tidak dan Gama artinya kacau.
Jadi diturunkannya agama untuk manusia oleh Tuhan Yang Maha Esa itu punya
tujuan agar hidup manusia tidak kacau , atau dengan kata lain agar hidup
manusia itu selaras, serasi dan seimbang. Selaras, serasi,seimbang dalam
hubungannya dengan Tuhan sebagai pencipta alam semesta ini, maupun
selaras dengan alam semesta sebagai ciptaan Tuhan.
Hubungan manusia dengan Tuhan
dan antara sesama manusia mendapatkan porsi yang seimbang dalam menjalankan
praktek beragama. Dalam agama Islam itu penting dilakukan,
demikian juga agama lain, seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan
Budha mengajarkan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan menurut ajaran
agamanya. Bahkan belakangan pemeluk Konghucu pun mendapatkan kesempatan untuk
menerapkan ajarannya menuju selaras serasi seimbang menurut ajarannya.
B.
Menjalankan
perintah agama dengan baik dan benar
Di Indonesia yang berdasarkan Pancasila
dimana sila pertamanya berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Negara menjamin
kemerdekaan setiap warga ( termasuk kita) untuk menjalankan ajaran agama secara
baik dan benar, apapun agama kita. Maka kita bisa melihat bagaimana rukunnya
bangsa Indonesia ini yang walau berbeda agama tetapi bisa hidup berdampingan
satu dengan lainnya. Saling menghormati dan menghargai antar pemeluk agama satu
dengan lainnya di negara kita ini sungguh merupakan suatu nilai luhur yang
wajib dipelihara hingga kapanpun, sehingga akan tercipta tatanan
masyarakat bangsa Indonesia yang harmonis, rukun dan aman tentram, sebagaimana
di pewayangan sering dikatakan tata, titi, tentrem kertaraharja, (
aman, tentram, damai, sejahtera: Indonesia).
Ini didasari kesadaran bahwa jika urusan
agama menjadi hak tiap-tiap warga untuk memeluknya dan melaksanakan ajarannya.
Tak ada paksaan dalam beragama. Semua diberi kebebasan untuk beribadah
menurut agamanya, bahkan itu dijamin dalam UUD ’45.
Kita sebagai siswa kelas I SMP semester
ganjil yang beragama sebagai anak yang baik pasti selalu
berusaha keras sekuat tenaga agar dalam hidup sehari-hari bisa menjalankan
perannya secara baik dan seimbang antara hubungan manusia dengan
Tuhannya dan antara sesama manusia. Jika keduanya bisa berjalan secara
seimbang maka hidup ini akan menjadi nikmat, membahagiakan dan memuliakan
martabat. Kok bisa begitu ? Uraian di bawah ini akan bisa menjelaskan jawabnya.
Dunia ini diciptakan oleh Tuhan Yang Maha
Esa sangat lengkap. Yang ditugaskan untuk mengelola dunia seisinya itu adalah
manusia. Sementara Tuhan juga memberi manusia itu dua sifat dasar yakni sifat patuh
kepada Tuhan dan sifat inkar pada Tuhan. Nah begitu
banyaknya manusia maka berbeda-beda juga sifatnya, ada yang patuh pada Tuhan
ada yang inkar .
Yang patuh pada Tuhan, hatinya
selalu dekat dengan Tuhan, selalu ingin menjalankan perintahnya, rindu membaca
kitab sucinya, tak pernah merasa berat untuk beribadah. Misalnya bagi yang
beragama Islam kalau waktunya mendengar adzan dikumandangkan, hatinya bergetar
dan menghentikan bermain atau belajarnya kemudian mengambil air wudlu
berpakaian rapi, pakai sarung atau celana panjang, berbaju muslim pakai
kopiah, pakai minyak wangi, menyisir rambut secara rapi terus berjalan menuju
masjid untuk sholat jama’ah.
Sesampainya di masjid sholat sunnah
dua raka’at, sambil menunggu sholat wajib, hatinya terus berdzikir dan saat
sholat berjama’ah dilakukannya secara khusyu’ seolah-olah Tuhan ada di depannya
sehingga rasa rindu ingin bertemu, takut kalau salah dan penuh harapan untuk
selalu ditolong, dilindungi dan dikabulkan do’anya, bercampur menjadi
satu.
Jadi sholat itu terasa ni’mat sekali,
nggak pakai rame atau guyon, apalagi main cubit kaki temannya, atau ketawa-
ketiwi yang nggak ada arti, malah bisa menghinakan diri di hadapan Illahi.
Kalau sholatnya tidak khusyu’ bisa mengganggu teman sebelahnya, sholatnya jadi
tidak fokus. Padahal sholat itu sarana komunikasi antara kita denganNYA.
Bagi pemeluk agama lain
demikian juga tentunya sesuai dengan koridor ajaran agamanya, lewat ibadah
do’a, pergi ke gereja, ke wihara dan ke pura, untuk menjalankan perintah
agamanya. Semua dilakukan sebagai bentuk kebaktian kepadaNYA. .
Kita tahu bahwa setiap gerak gerik jiwa
dan raga kita direkam oleh CCTV-nya Tuhan yang menyertai kita, Jadi amat takut
kalau sholatnya tak diterima oleh Tuhan. Hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa
selalu dijaga. Bagi anak yang patuh pada Tuhan, bayangan surga nanti di akhirat
menjadi pemicu motivasi untuk terus menjalankan perintahNYA dan menjauhi
laranganNYA.
Sementara anak yang inkar atau tidak patuh
pada Tuhan Yang Maha Esa, tidak pernah mau sembahyang, berdo’a, apalagi membaca
kitab suci, mempelajari dan mengamalkannya, menyentuh pun mungkin tidak mau dan
tak tertarik.. Baginya agama dianggap tak penting, yang penting senang-senang,
menuruti kemauan, tak menghiraukan perintahNYA.
Anak seperti ini mungkin belum begitu
mengerti bahwa hidup itu ada tugas tertentu yakni mengabdi kepada Tuhan dan
Tuhan itu adil , maha sayang, maha pemurah maha pengasih. Jika kita menjalankan
perintahnya dan menjauhi larangannya kita disebut sebagai orang yang bertaqwa,
di dunia akan mendapat kebahagiaan dan kemuliaan, dan nanti di akherat setelah
mati akan dimasukkan surgaNYA. Sementara yang tetap inkar sampai akhir hayatnya
tak mau menjalankan perintah , larangnya dilanggar maka hidupnya di dunia
menjadi hina, tak bahagia, dan nanti di akherat masuk neraka mendapat siksa
.
C.
Jalankan
Perintah Jauhi LaranganNYA
Setiap agama ada perintah dan larangan. Di
Islam misalnya perintahNYA sudah jelas dan laranganNYA pun sudah jelas.
Semua ada dalam kitab suci. Dalam pelaksanaanya ada kategori
hukumnya wajib, sunah, mubah, makruh dan kharam. (Lebih jelasnya
pelajari buku agamamu). Contoh perintah bagi umat Islam misalnya yang ada
pada rukun Islam yaitu, syahadat, sholat, zakat, puasa dan haji ( bagi yang
mampu).
Syahadat, sholat dan puasa itu masuk
kategori hubungan manusia dengan Tuhannya, karena murni hubungan kita
dengan Tuhan. Apakah hati kita benar-benar syahadat, atau cuma pura-pura
walaupun lisan kita telah mengucapkannya, hanya antara kita dengan Alloh yang
tahu.
Demikian juga apakah jiwa/hati/batin kita
juga sholat sewaktu badan kita bergerak sholat sesuai ketentuan, hanya antara kita
dengan Alloh yang tahu.
Apakah kalau tidak ada orang kita tetap
puasa atau tidak , apakah kita puasa itu karena menjalankan perintahNYA
semata dan mengharap ampunan dan pahala dariNYA, atau hanya
bohong-bohongan, hanya antara kita denganNYA yang tahu ( lain soal kalau kita
memberi tahu teman kalau kita puasa bohong-bohongan ).
Sementara zakat dan haji tergolong
hubungan antara manusia dengan Tuhannya dan esama manusia, karena zakat itu
memberi kepada yang berhak menerima oleh pemberi yang wajib mengeluarkannya.
Niat zakat itu untuk mensucikan diri, nah niat itu ditujukan kepada Tuhan ,
sementara manfaat zakat untuk sesama manusia.
Sedangkan haji disamping berhubungan
dengan Tuhan dalam niat, wukuf, towaf dan sya’i, juga ada yang
berhubungan dengan manusia yakni dalam kewajiban membayar dam, berupa
sembelihan seekor domba yang dagingnya dibagikan kepada yang berhak
menerima.
Demikian juga di luar itu, masih ada
perintah lain misalnya diperintah untuk tolong menolong dalam hal
kebaikan dan taqwa seperti mengajari membaca kitab suci, memberi bagi
yang kekuraangan, menengok teman yang sakit, belajar ilmu dunia dan ilmu
akhirat, berbakti kepada Ibu Bapak, menyumbang anak yatim, membersihkan rumah
dan kelas, dan sebagainya.
Sementara laranganNYA seperti mencuri,
menyontek ketika ulangan, memfitnah, mencela orang lain, mengadu domba, minum
minuman yang memabukkan, memakan bangkai dan darah, riba dalam jual beli,
korupsi, inkar janji, berkata/ berbicata kotor (misuh: jw), , membicarakan aib
orang lain, berburuk sangka, putus asa, hingga membunuh tanpa ada alasan
yang dibolehkan oleh agama, dan masih banyak lagi. .
Jika kita bisa menjalankan perintah
dan menjauhi larangaNYA dengan tulus ikhlas sesuai dengan kaidah agama kita
maka kita akan mendapat kebahagian, pahala dan di hadapanNYA akan digolongkan
menjadi hambaNYA yang taqwa yang mulia di dunia di akherat masuk surga, Namun
jika sebaliknya melanggar larangNYA dan tidak menjalankan
perintahNYA maka diancam dengan nerakaNYA.
Agama Kristen, Hindu dan Budha juga
mengajarkan kepada penganutnya untuk mejalankan ajaran agamanya, Buktinya ada
banyak gereja dan wihara serta pura. Di Indonesia semuanya dijamin
bisa dilaksanakan dengan penuh kebebasan tanpa ada paksaaan. Semua oleh negara
diberi kesempatan untuk beribadah menurut agamanya,
Sekarang pilih yang mana kita? So pasti
kita pilih surga bukan? Yuk kita laksanakan semua perintahNYA jauhi laranganNYA
sekuat tenaga kita, semoga kita selalu dalam lindungan, ridlo dan petunjukNYA.
Agar Kita Mendapat Nikmat, Bahagia, Mulia Dunia Akherat.
Agama Kristen, Hindu dan Budha juga
mengajarkan kepada penganutnya untuk mejalankan ajaran agamanya, Buktinya ada
banyak gereja dan wihara serta pura. Di Indonesia semuanya dijamin
bisa dilaksanakan dengan penuh kebebasan tanpa ada paksaaan. Semua oleh negara
diberi kesempatan untuk beribadah menurut agamanya, (Mars)
Cerita
Sebagai siswa kelas 1 SMP yang baru, Hamid
tergolong anak yang amat ta’at beribadah. Ia.punya teman sebangku namanya
Sumanto. Berbeda dengan Hamid, Sumanto sejak kecil jauh dari kebiasaan
menjalankan perintah agama. Rumahnya sebenarnya dekat dengan masjid, namun
entah kenapa Sumanto hingga usianya kini tak begitu tertarik dengan suara
adzan, bacaan Qur’an, atau sholat jama’ah. Setiap hari tak peduli terdengar
adzan, hati Sumanto sama sekali tak pernah terusik untuk ambil air wudlu,
berpakaian sepantasnya yang menutupi aurat terus pergi ke masjid untuk sholat
jama’ah. Kalau lagi pegang gitar ya gitaran aja, kalau lagi main sepakbola ya
terus saja main, kalau lagi asyik game on line ya nggak mikirin sholat.
Itulah keseharian Sumanto selama ini.
Nah sekarang ia punya teman sebangku
yang taat ibadah yaitu si Hamid. Kebetulan di sekolah itu setiap hari sebelum
pelajaran selalu berdo’a dan mendengarkan kalimat motivasi dari tokoh-tokoh
dunia dari berbagai bidang, terutama bidang agama. Kemudian di setiap jam
pelajaran agama, anak-anak tak terkecuali Hamid dan Sumanto menuju masjid
sekolah untuk sholat dukha, kebetulan jam pelajarannya selalu sebelum jam
istirahat pertama. Dan saat istirahat ke –dua selalu bertepatan dengan waktunya
sholat dhuhur dimana sekolah ini membiasakan sholat berjamaah seluruh siswa
dari kelas 7 hingga kelas 9 yang beragama Islam dan yang tidak sedang
berhalangan bagi siswa perempuan. Ada sekitar 600 an anak sholat jama’ah dhuhur
di masjid dengan imam bergantian dari bapak-bapak guru. Selesai sholat ada
kultum, tausyiah singkat sebelum diakhiri do’a, kemudian setelah usai,
siswa ke kantin untuk beli makan baru kemudian masuk jam ke-7 dan 8.
Awal-awalnya Sumanto tak menampakkan
‘keanehan’ baru setelah minggu ke -3 mulai ada sesuatu pada dirinya. Sifat asli
bawaanya nampak. Setiap do’a pagi ia selalu bikin ulah, kalau tidak mencolek
pinggang ya menginjak kaki atau meniup telinga atau menjambak rambut Hamid
sehingga menjadikan Hamid terkejut, mangkel, mau marah tapi tak enak,
merasa terganggu sehingga do’anya tak khusyu’, pendengarannya terhadap ungkapan
motivasi dari tokoh-tokoh dunia menjadi tak bisa masuk secara sempurna dalam
pencernaan jiwanya.
Tak berhenti sampai di situ, saat sholat,
jikapun ia ikut masuk masjid bukan sholat yang dilakukan tetapi mengganggu
temannya dari mulai seperti yang dilakukannya terhadap Hamid saat di kelas
hingga menendang kaki teman, mendorong, tertawa-tawa saat sholat, sehingga
teman-temannya merasa terganggu, bahkan juga ada satu dua yang kemudian
ikut-ikutan menjadi seperti dia, terutama saat sholat dukha tanpa ditunggui
oleh guru agamanya. Hingga suatu saat aksinya itu diketahui gurunya kemudian
dinasehati oleh Pak guru agama supaya jangan bertindak seperti itu sebab tidak
baik diri sendiri maupun teman-temannya.
Sejenak kemudian memang ia tenang, namun
belakangan bukannya tambah sadar dan menjadi baik, tetapi justru sebaliknya
semakin menjadi-jadi. Bahkan sering ia tak pergi ke masjid untuk sholat
jama’ah, namun malah bersembunyi di bawah kolong bangku. Sehingga di mata
teman-temannya ia semakin tak mendapat tempat, banyak temannya yang tak simpati
kepadanya, sehingga ia semakin tak nyaman berada di kelas itu dan di sekolah
itu. Yang paling tidak suka kepadanya ya si Hamid teman sebangkunya
itu.
Refleksi
Diri
- Jika
saya menjadi Sumanto saya akan:. ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………Alasannya
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………
- Untuk
mengatasi konflkik dengan dengan Hamid dan teman satu kelas jika saya jadi
Sumanto, saya akan
:……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Alasannya
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Jika
saya jadi Hamid saya akan: ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Alasannya
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Agar tetap
bisa menegembangkan kebiasaan menjalankan perintah agama dengan baik saya
akan :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Alasannya
………………………………………………………………………………….…………..………………
………………………………………………………………………………………………
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
- Menurut pendapat saya agama diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk
manusia bertujuan agar …………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Dalam menjalankan perintah agama semua warga negara dijamin oleh
UUD’5, penjelesannya sebagai berikut:
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
- Menjalankan perintah agama bisa menjadikan manusia mulia di sisi
Tuhan. Bagaimana penjelasannya ?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- Kita tak boleh memaksakan agama kepada orang lain , bagaimana
penjelasannya ?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Diskusi Kelompok
Diskusikan
dengan kelompokmu hasil Refleksi dan Tagihan, hasilnya tuangkan pada lembar
Jawaban berikut!
Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
MATERI LAYANAN 5
BELAJAR DAN HASIL BELAJAR
A.
Pengertian Belajar
Semua
orang mengenal istilah belajar, aktifitas belajar telah ada sejak adanya
manusia. Manusia melaksanakan aktifitas belajar karena belajar sebagai salah
satu kebutuhan. Ahli belajar ada yang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk
belajar, karena dalam dirinya terdapat potensi untuk belajar. Belajar menjadi
suatu yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia, hampir sepanjang waktu
melakukan ritual belajar. Pengertian umum belajar adalah mengumpulkan sejumlah
pengetahuan. Pengetahuan tersebut diperoleh dari orang lain yang lebih tahu,
dari pengalaman, dari membaca dan sebagainya. Beberapa pengertian tentang
belajar diantaranya:
1.
Faham
behavioristik, belajar sebagai pengubahan tingkah laku pada diri seseorang yang
dilakukan melalui latihan/ membiasakan reaksi atas stimulus/ rangsangan yang
ada.
2.
Faham
kognitif, belajar sebagai usaha untuk mengerti tentang sesuatu, yang dilakukan
secara aktif oleh pembelajar. Keaktifan belajar tersebut bisa berupa mencari
pengalaman, mencari informasi, memecahkan masalah, mencermati lingkungan,
mempraktekkan, dan respon lainnya untuk mencapai tujuan.
3.
Dalam
kamus besar bahasa indonesia, belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian
atau ilmu tertentu dengan bergantung pada kekuatan harapan bahwa tindakan itu
akan diikuti oleh hasil bagi orang yang bersangkutan.
Dari
faham diatas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan di
dalam kepribadian dan tingkah laku manusia dalam bentuk kebiasaan, penguasaan
pengetahuan atau ketrampilan, dan sikap berdasarkan latihan dan pengalaman
dalam mencari informasi, memecahkan masalah, mencermati lingkungan untuk
mengumpulkan pengetahuan melalui pemahaman, penguasaan, ingatan, pengungkapan
kembali di waktu yang akan datang. Belajar berlangsung terus-menerus dan tidak
boleh dipaksakan.
Belajar
juga mengandung pengertian bahwa perubahan perilaku itu akibat pengalaman
yang diperoleh melalui pengamatan, pendengaran, membaca dan meniru. Manusia
adalah makhluk yang berbudaya, befikiran modern, cekatan, pandai dan bijaksana
yang diperoleh melalui proses membaca, melihat, mendengar dan meniru. Seseorang
belajar dengan mengagumi suatu obyek, figure melalui bacaan, pengamatan dan
pendengaran, yang kemudian disenangi dan dikagumi, seperti tertarik pada
keindahan, kerapian dan kedamaian suatu obyek. Seorang figure atau tokoh yang
dikenal melalui pengamatan, bacaan, drama sinetron, karena dia berkata benar,
logis dan nyata, maka pengamat tertarik dan berupaya untuk meniru dan
mengikutinya.
Karena
pentingnya masalah belajar dan mencari ilmu pengetahuan, sampai Allah
memerintahkan ‘Carilah Ilmu sampai ke negeri Cina’, mempunyai makna bahwa
manusia dilahirkan ke bumi untuk menjadi kholifah dan menjadi orang pandai.
Menuntut ilmu tidak cukup di negeri sendiri, perlu mengembangkan sampai ke
negeri orang meskipun itu tempatnya jauh dan sebagai negara konflik atau tidak
mengenal peradaban agama, kita diperintah untuk menggali kemajuan melalui ilmu
pengetahuan.
Membaca
merupakan kegiatan belajar, membaca informasi, membaca pengetahuan, membaca
situasi, membaca ketatanegaraan, membaca norma agama agar mampu hidup dalam
masyarakat. Membaca tidak hanya sekedar membaca yang tertulis, tetapi juga yang
tidak tertulis, misalnya membaca gejala alam, membaca data, situasi politik
dsb. Agar kita tahu tentang informasi tersebut. Alvin Toffler, tokoh komunikasi
menyebutkan “Siapa yang menguasai informasi maka dialah yang menguasai dunia”.
- Hasil
Belajar.
Hasil belajar menurut Djamarah (2000;45),
sebagai prestasi dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, baik
secara individu maupun kelompok. Untuk menghasilkan sebuah prestasi dibutuhkan
perjuangan dan pengorbanan yang besar, keuletan, kesungguhan dan kemauan, rasa
optimisme yang tinggi untuk bisa mencapainya. Sementara itu Arikunto
(1990;133), mengatakan bahwa hasil belajar adalah hasil akhir setelah mengalami
proses belajar, perubahan itu tampak dalam perbuatan yang dapat diamati dan
dapat diukur. Perubahan pada diri individu yang belajar berupa pengetahuan,
kecakapan, sikap, pengertiam dan penghargaan diri pada individu tersebut.
Tujuan kegiatan belajar dapat
diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu: Kawasan
1.
Kognitif
2.
Afektif
3.
Psikomotor
Tujuan kognitif berorientasi pada
kemampuan berfikir, mencakup kemampuan intelektual, dari yang sederhana yaitu
mengingat sampai memecahkan masalah, menghubungkan gagasan. Terdapat 6
tingkatan yaitu: mengingat, mengerti, memakai, menganalisa, menilai dan
mencipta.
Tujuan afektif, merupakan tujuan belajar
yang berhubunhgan dengan perasaan, emosi, system nilai, dan sikap hati
(attitude) yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu. Tujuann
afektif dari yang paling sederhana yaitu memperhatikan fenomena sampai kepada
yang komplek yang merupakan factor internal seseorang. Seperti: minat, sikat
hati, sikap menghargai, system nilai serta kecenderungan emosi.Dalam mencapai
tujuan afektif memerlukan keteladanan dan waktu yang cukup, tidak seperti
pencapaian kawasan kognitif. Kawasan afektif diantaranya adalah kemampuan dalam
menerima, menanggapi, menghargai, mengorganisasikan dan menghayati.
Kawasan psikomotor adalah, kawasan yang
berorientasi pada keterampilan motorik yang berhubungan dengan anggota tubuh,
atau tindakan (action), yang memerlukan koordinasi antara syaraf, fikiran dan
otot, sihingga diperoleh tingkat keterampilan fisik tertentu. Misalnya kegiatan
yang dihubungkan dengan latihan menuls, berbicara, olahraga serta bidang studi
berkaitan dengan keterampilan. Ketrampilan dalam membongkar dan memasang mesin,
mereparasi mesin, mengatur muatan kapal, menggunakan berbagai alat atau
perkakas bengkel, membuat grafik dan lain-lain.
Perubahan tingkah laku sebagai Hasil
belajar dapat dapat disimpulkan, individu yang belajar akan memiliki ciri-ciri
sbb:
1.
Adanya
kepuasan dan kebanggaan yang dapat memotivasi diri untuk terus belajar.
2.
Menambah
keyakinan akan kemampuan dirinya.
3.
Hasil
belajar yang dicapai bermakna bagi diri sendiri, akan tahan lama diingat,
membentuk perilaku, bermanfaat untuk mempelajari aspek lain, dan dapat
digunakan sebagai alat untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lainnya.
4.
Kemampuan
untuk mengontrol, menilai dan mengendalikan diri dalam proses dan usaha belajarnya.
Berkaitan dengan usaha untuk mencapai
hasil belajar, sering dijumpai masalah sehingga prestasi tidak bisa
mencapai hasil yang optimal. Masalah yang muncul dapat mengganggu tugas
perkembangan pada fase berikutnya, bahkan akan mengganggu dalam menjalani
kehidupan. Masalah-masalah tersebut adalah:
- Kemampuan akademik, yaitu yang memiliki kemampuan
inteligensi tinggi tetapi tidak dapat memanfaatkan secara optimal.
- Ketercepatan dalam belajar, yaitu yang memiliki
kecerdasan(IQ ≥ 130), yang memerlukan tugas-tugas khusus untuk memenuhi
kebutuhan dan kemampuan belajar yang amat tinggi.
- Sangat lambat dalam belajar, yaitu yang memiliki
kemampuan akademik kurang memadahi dan perlu mendapat
pendidikan/pengajaran khusus.
- Kurang motivasi dalam belajar, yaitu keadaan
kurang bersemangat dalam belajar, malas.
- Bersikap dan berkebiasaan buruk dalam belajar,
yaitu kondisi dan kegiatan belajar sehari-hari antagonistic dengan yang
seharusnya, misal suka menunda-nunda tugas, mengulur waktu, membenci guru,
tidak mau bertanya, dst.
Sedangkan berkaitan dengan masalah atau gangguan
emosional yang berpengaruh terhadap hasil belajar, diantaranya adalah:
- Hiperaktif, cenderung tidak bisa duduk dengan
tenang saat belajar.
- Cepat bosan (distractibility), sering mengalihkan
perhatian ke berbagai obyek lain, mudah dipengaruhi, dan tidak bisa
memusatkan perhatian.
- Pendiam, pasif, sangat perasa (poor self
concept), sehingga mudah tersinggung.
- Cepat bereaksi (impulsif), atas pertanyaan yang
diberikan tetapi jawabannya tidak menunjukkan berfikir yang logis.
- Suka merusak benda-benda disekitarnya (destuctive
behavior), sikap agresif yang negatif, mudah tersinggung.
- Suka mengeluarkan kata-kata kasar, tidak sopan
(distruptive behavior), cenderung suka mengejek, menentang guru.
- Selalu tergantung kepada orang tua (dependency),
merasa takut dan tidak mampu untuk berani melakukan sendiri dan sangat
bergantung kepada orang-orang disekitarnya.
- Withdrawl, yaitu anak yang mempunyai sosial
ekonomi sangat rendah, sehingga merasa dirinya bodoh, tdk mampu dan
enggan mencoba membuat tugas.
- Learning disability, adalah anak yang tidak
memiliki kemampuan mental setara dengan teman sebayanya, sehingga sulit
menganalisis, menangkap isi mata pelajaran, dan mengaplikasikan yang telah
dipelajari.
- Learning disorder, anak yang mempunyai cacat
bawaan baik kerusakan fisik atau syaraf. Pada umumnya sulit untuk belajar
secara normal, mereka butuh penanganan ahli.
- Underachiever, yaitu anak yang mempunyai potensi
intelektual diatas rata-rata, tetapi prestasinya di kelas sangat rendah,
semangat belajar juga rendah, sering menyepelekan tugas dan lupa
mengerjakan PR.
- Overachiever, yaitu anak yang mempunyai semangat
belajat sangat tinggi, merespon dengan cara cepat. Biasanya tidak bisa
menerima kegagalan, sulit menerima kritik.
- Slow learning, adalah anak yang sulit menangkap
pelajaran, butuh waktu lebih lama untuk menjawab dan mengerjakan tugas.
- Sosial interseption, yaitu anak yang kurang peka
dan tidak peduli terhadap lingkungannya. Kurang tanggap dalam membaca
ekspresi dan sulit bergaul dengan teman-teman di kelas.
- Sikap dalam Belajar
Beberapa tips, sikap dalam belajar yang
baik agar diperoleh hasil yang optimal adalah:
- Rumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam belajar.
- Belajar harus percaya diri dan memiliki motivasi
yang kuat.
- Lingkungan belajar harus menyenangkan.
- Sarana dan prasarana belajar yang memadahi.
- Lengkapi buku-buku pelajaran, buku tulis dan
alat-alat tulis (pensil, fulpen, penghapus, penggaris, busur, jangka, text
marker, pensil warna-warni, rautan dst), karena peralatan tersebut sebagai
dukungan kekuatan pribadi Anda untuk siap dalam belajar.
- Miliki ketrampilan belajar dengan suka membaca,
menuliskan dan membuat pertanyaan.
- Buat catatan (tulis dan susun), jadikan menulis
dan bertanya sebagai hal yang menyenangkan.
- Berlatihlah disiplin, jujur dan bertanggung jawab
atas hasil belajar.
- Kenalilah gaya belajar dan optimalkan sesuai
kemampuan Anda.
- Belajar dikatakan berhasil bila ada perubahan
sikap perilaku.
Cerita
Suasana pagi itu di kelas VIIIK sebelum
bel masuk berbunyi, anak-anak ada yang bergerombol mengerjakan PR Matematika
yang kebetulan jadwalnya ada di jam pertama. Sedangkan Zia gadis cantik itu
mengambil tempat duduk di belakang, rupanya sedang menghafal doa-doa pendek
dalam pelajaran Agama. Begitu juga di teras kelas, beberapa anak laki-laki
bermain sepak dengan bola kertas yang diremas-remas. Namun ditengah suasana
yang ceria pagi itu dijumpai juga beberapa anak perempuan hanya duduk-duduk
santai mengamati aktifitas temannya, dan beberapa lainnya sibuk dengan
mengoperasionalkan game dengan telepon genggamnya. Bel masuk berbunyi, waktu
selang 15 menit, tiba-tiba ada 2 anak yang baru datang, oleh guru matematika
mereka disarankan agar kali lain bisa berangkat lebih pagi agar tidak terlambat
lagi.
Refleksi
1) Sebutkan suasana belajar yang sedang
terjadi di dalam kelas VIIIK dalam ilustrasi ceritadiatas!
2) Diantara cara belajar yang dilakukan,
kira-kira yang mana paling Anda sukai?
3) Dari cerita tersebut terdapat aktifitas
yang tidak menguntungkan dan merupakan masalah dalam pemanfaatan waktu yang
tidak efektif untuk belajar, yaitu Kalau Anda amati kegiatan belajar di kelas
Anda. Permasalah belajar yang mana sering dijumpai, sebutkan!
Lembar
Jawaban :
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK
1) Belajar menurut pendapat Anda adalah?
2) Apakah belajar merupakan kebutuhan bagi
Anda?
3) Bagaimana cara Anda belajar yang paling
efektif?
4) Anda tentunya pernah merasakan hasil
belajar yang paling memuaskan, ceritakan bagaimana cara belajar Anda waktu itu!
5) Carilah ilmu sampai ke negeri Cina, berikan
komentar Anda!
Lembar
Jawaban :
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
Diskusi Kelompok
Anda tentunya pernah ditugasi bapak/ibu
guru belajar kelompok, dan diminta untuk mempresentasikan hasil belajar
Anda secara. Amati kegiatan yang telah Anda lakukan itu dan diskusikan dengan
teman Anda:
- Kegiatan belajar untuk mengungkap kawasan apa
saja yang telah Anda lakukan tersebut!
- Tuliskan masalah/kesulitas yang dijumpai ketika
belajar kelompok!
- Tuliskan masalah/kesulitan yang dijumpai ketika
presentasi!
Lembar
Jawaban :
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
MATERI LAYANAN 6
INDAHNYA KEBERSAMAAN
A. Pengertian Keluarga
Keluarga adalah salah satu kelompok atau
kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai satu kesatuan atau unit masyarakat
terkecil dan biasanya selalu ada hubungan darah, ikatan perkawinan atau ikatan
lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah yang dipimpin oleh seorang kepala
keluarga.
.
Terdapat beberapa definisi keluarga dari beberapa sumber, yaitu:
- Keluarga
adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi
yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan
perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota
keluarga (Duvall dan Logan, 1986).
- Keluarga adalah dua atau lebih individu yang
hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan,
atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai
peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya (Bailon
dan Maglaya,1978 ).
- Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat
yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan
tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling
ketergantungan (Departemen Kesehatan RI, 1988).
Suatu keluarga setidaknya memiliki
ciri-ciri sebagai berikut:
- Terdiri dari orang-orang yang memiliki ikatan
darah atau adopsi.
- Anggota suatu keluarga biasanya hidup
bersama-sama dalam satu rumah dan mereka membentuk satu rumah tangga.
- Memiliki satu kesatuan orang-orang yang
berinteraksi dan saling berkomunikasi, yang memainkan peran suami dan
istri, bapak dan ibu, anak dan saudara.
- Mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang
sebagian besar berasal dari kebudayaan umum yang lebih luas.
B. Fungsi keluarga
Menurut BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga
Berencana Nasional) bahwa fungsi keluarga dibagi menjadi 8. Fungsi keluarga
yang dikemukakan oleh BKKBN ini senada dengan fungsi keluarga menurut Peraturan
Pemerintah Nomor 21 Tahun 1994, yaitu :
1. Fungsi
keagamaan, yaitu dengan memperkenalkan dan mengajak anak dan anggota keluarga
yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas kepala keluarga untuk menanamkan
bahwa ada kekuatan lain yang mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain
setelah di dunia ini.
2. Fungsi
sosial budaya, dilakukan dengan membina sosialisasi pada anak, membentuk
norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak, meneruskan
nilai-nilai budaya keluarga.
3. Fungsi
cinta kasih, diberikan dalam bentuk memberikan kasih sayang dan rasa aman,
serta memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
4. Fungsi
melindungi, bertujuan untuk melindungi anak dari tindakan-tindakan yang tidak
baik, sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan merasa aman.
5. Fungsi
reproduksi, merupakan fungsi yang bertujuan untuk meneruskan keturunan, memelihara
dan membesarkan anak, memelihara dan merawat anggota keluarga
6.
Fungsi sosialisasi dan pendidikan, merupakan fungsi dalam keluarga yang
dilakukan dengan cara mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya,
menyekolahkan anak. Sosialisasi dalam keluarga juga dilakukan untuk
mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik
7.
Fungsi ekonomi, adalah serangkaian dari fungsi lain yang tidak dapat dipisahkan
dari sebuah keluarga. Fungsi ini dilakukan dengan cara mencari sumber-sumber
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, pengaturan penggunaan
penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan menabung untuk
memenuhi kebutuhan keluarga di masa datang.
8. Fungsi
pembinaan lingkungan, keluarga berperan sangat besar dalam pembinaan
lingkungan, pembentukan perilakusangatdipengaruhioleh lingkungan dimana
individu tersebut bertempat tinggal. Disinilah peran keluarga sangat diperlukan
sebagai pelindung dari pengaruh negatif lingkungan.
C. Bentuk keluarga
Keluarga
dibagi menjadi beberapa bentuk berdasarkan garis keturunan, jenis perkawinan,
pemukiman, jenis anggota keluarga dan kekuasaan.
1) Berdasarkan Garis Keturunan
Ø Patrilinear adalah keturunan sedarah yang
terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu
disusun melalui jalur garis ayah.
Ø Matrilinear adalah keluarga sedarah yang terdiri dari
sanak saudara sedarah dalam beberapa ganerasi dimana hubungan itu disusun
melalui jalur garis ibu.
2) Berdasarkan Jenis Perkawinan
Ø Monogami adalah keluarga dimana terdapat
seorang suami dengan seorang istri.
Ø Poligami adalah keluarga dimana terdapat
seorang suami dengan lebih dari satu istri.
3) Berdasarkan Pemukiman
Ø Patrilokal adalah pasangan suami istri, tinggal
bersama atau dekat dengan keluarga sedarah suami.
Ø Matrilokal adalah pasangan suami istri, tinggal
bersama atau dekat dengan keluarga satu istri
Ø Neolokal
adalah pasangan suami istri, tinggal jauh dari keluarga suami maupun istri.
4) Berdasarkan Jenis Anggota Keluarga
Ø Keluarga inti (Nuclear Family)
adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
Ø Keluarga besar (Extended Family)
adalah keluarga inti ditambahkan dengan sanak saudara. Misalnya : kakak, nenek,
keponakan, dan lain-lain.
Ø Keluarga Berantai (Serial Family)
adalah keluarga yang terdiiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu
kali dan merupakan satu keluarga inti.
Ø Keluarga Duda/janda (Single Family)
dalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.
Ø Keluarga berkomposisi (Composite)
adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.
Ø Keluarga Kabitas (Cahabitation)
adalah dua orang yang terjadi tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.
5) Berdasarkan Kekuasaan
Ø Patriakal adalah keluarga yang dominan dan memegang
kekuasaan dalam keluarga adalah dipihak ayah.
Ø Matrikal
adalah keluarga yang dominan dan memegang kekuasaan dalam keluarga adalah pihak
ibu.
Ø Equalitarium adalah keluarga yang memegang kekuasaan
adalah ayah dan ibu.
D. Kedudukan Anggota
Keluarga
Setiap
anggota keluarga memiliki kedudukan sendiri-sendiri. Ayah berkedudukan sebagai
pemimpin rumah tangga dan kepala keluarga. Sedang ibu berkedudukan sebagai
istri sekaligus sebagai pendamping suami.Anak-anak merupakan anggota keluarga
yang berkedudukan sebagai anak yang harus berbakti kepada kedua orang
tuanya.Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak.Keluarga inti yang
terdiri darri ayah, ibu, dan 2 orang anak disebut caturwarga.Sedangkan Keluarga
inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan 3 orang anak disebut pancawarga.Keluarga
bukan inti keluarg yang tinggal dalam satu rumah selain ayah, ibu, dan anak.
Keluarga
hidup bahagia, jika saling menyayangi, saling mengasihi, saling membantu, dan
saling menjaga kerukunan keluarga, agar suasana rumah tenag dan bahagia.Berikut
ini beberapa macam kedudukan anggota keluarga di rumah.
1) Ayah
Dalam keluarga, ayah berkedudkan sebagai
Kepala Keluarga (KK).Ayah juga sebagai pemimpin rumah tangga. Ayah bertanggung
jawab atas seluruh anggota keluarga. Kepala keluarga yang baik adalah kepala
keluarga yang demokratis.Tidak berbuat semaunya, senantiasa mengajak seluruh
anggota keluarga bermusyawarah dalam mengatasi masalah dan mengambil keputusan.
2) Ibu
Ibu adalah istri ayah.Ibu disebut ibu
rumah tangga.Tugas utama ibu rumah tangga adalah mengurus rumah tangga dan
keluarga.Bertanggung jawab atas kegiatan kebersihan dan kerapian di rumah.
Adapun kedudukan ibu di dalam keluarga anatar lain:
Ø Pendamping suami,
Ø Penjaga harta benda yang ada dirumahnya,
Ø Pendidik putra-putrinya,
Ø Sebagai pengganti kedudukan ayah, bila
ayah tiada.
3) Anak
Sebagai anggota keluarga, anak berhak
mendapat perhatian dan kasih saying serta bimbingan dari orang tua.Orang tua
berkewajiban memnuhi kebutuhan anak, seperti buku untuk sekolah, pakaian,
makanan yang bergizi, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.Anak mempunyai kewajiban
belajar dan membantu orang tua. Kedudukan anak di dalam keluarga yaitu;
Ø Taat dan tunduk kepda perintah ayah dan
ibu,
Ø Wajib membantu pekerjaan oraang tua
dirumah,
Ø Jika orang tua tidak ada dirumah, anak
berkewajiban menjaga seluruh harta benda yang ada dirumah. (YUN)
Cerita
Dina anak pertama dari empat bersaudara,
adik Dina ada tiga.usia Dina sudah 15 tahun. Ayahnya bekerja sebagai supervisor
di salah satu perusahaan terkenal di Surabaya. Ibunya hanya sebagai ibu rumah
tangga yang sehari–hari hanya mengurus rumah dan keluarga. Pada awalnya
kehidupan keluarga Dina cukup bahagia, meskipun tidak mewah tetapi ayahnya mampu
mencukupi kebutuhan keluarga.
Sampai
suatu ketika, Ayah Dina mengalami kecelakaan lalu lintas pada saat berangkat
kerja. Ayah Dina mengalami lumpuh permanen akibat kecelakaan tersebut.Karena
sudah sudah tidak ada yang bekerja lagi di keluarga Dina, secara otomatis
kehidupan keluarga jadi berantakan, Ibunya bingung harus bagaimana mengatasi
masalah perekonomian keluarga, sedangkan adik-adik Dina masih butuh perhatian
karena masih kecil-kecil.
Dina
jadi sedih sekali, Dia ingin berhenti sekolah agar bisa membantu memenuhi
kebutuhan keluarga.Sebagai anak tertua Dina merasa bertanggujawab terhadap
kehidupan Ayah, Ibu dan adik-adiknya. Namun apa yang bisa dilakukan oleh anak
seusia Dina? Sementara dia tidak memiliki Ijasah dan keahlian apa-apa.Sedangkan
untuk mendapatkan pekerjaan yang layak sangat diperlukan keahlian tertentu.
Refleksi Diri
1) Apa yang akan kamu lakukan jika kamu
menjadi Dina?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
2) Apa yang akan kamu lakukan jika kamu jadi
teman Dina?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
3) Apa yang sebaiknya dilakukan oleh Ibu
Dina?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
4) Bagaimana menurut pendapatmu tentang
langkah Dina yang ingin berhenti sekolah?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya .....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
5) Apa yang harus dilakukan Dina supaya ia
tidak sampai berhenti sekolah?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
1)
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan keluarga!
2)
Sebutkan
salah satu difinisi tentang keluarga beserta tokohnya!
3)
Sebutkan
ciri-ciri sebuah keluarga!
4)
Sebutkan
8 fungsi keluarga menurut BKKBN!
5)
Sebutkan
Peraturan Pemerintah yang mengatur tentang keluarga!
6)
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan keluarga sebagai fungsi sosial budaya!
7)
Sebutkan
bentuk-bentuk keluarga?
8)
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan Patrilinear dan Matrilinear!
9)
Jelaskan
apa yang dimaksud dengan Monogami dan Poligami!
10)
Jelaskan
tugas dan peranan masing-masing anggota keluarga (ayah, ibu dan anak)!
Lembar
Jawaban :
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
MATERI LAYANAN 7
KEGIATAN EKSKUL DAN PRESTASI BELAJAR
A.
Kegiatan Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilakukan siswa sekolah atau universitas, di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan-kegiatan ini ada pada
setiap jenjang pendidikan dari sekolah dasar sampai universitas. Kegiatan
ekstrakurikuler ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di
luar bidang akademik. Kegiatan ini diadakan secara swadaya dari pihak sekolah maupun siswa-siswi itu
sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah.
Kegiatan dari ekstrakurikuler ini sendiri
dapat berbentuk kegiatan pada seni, olahraga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain yang bertujuan positif
untuk kemajuan dari siswa-siswi itu sendiri.
Berikut beberapa contoh kegiatan
ekstrakurikuler yang diadakan di sekolah-sekolah di Indonesia:
1)
Olahraga
Ø Bola Basket
Ø Bola Voli
Ø Futsal
Ø Sepak Bola
Ø Bulu tangkis
Ø Renang
Ø Takraw
Ø Pecinta Alam
2)
Beladiri
Ø Judo
Ø Karate
Ø Pencak silat
Ø Tarung derajat
Ø Taekwondo
3)
Keagamaan
(Pendalaman agama)
Ø Kerohanian Islam
Ø Kerohanian Kristen
4)
Kesenian/Apresiasi/Musik
Ø Drum band
Ø Jurnalis
Ø Pemandu sorak
Ø Paduan suara
Ø Tari
Ø Tari modern
Ø Tari tradisonal
Ø Teater
Ø Vokal grup
5)
Keilmuan
Ø Kelompok Ilmiah Remaja
Ø Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan
Alam
Ø Kelompok Ilmiah Remaja Ilmu Pengetahuan
Sosial
6)
Komunitas
Ø Information and Communications Technology
Club
Ø English Study Club
Ø English Debate Club
Ø Japanese Club
7)
Baris-berbaris
Ø Pasukan Pengibar Bendera
Ø Praja muda karana (pramuka)
8)
Medis
Ø Palang Merah Remaja
Ø UKS
Kegiatan ekstraurikuler diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan yang diminati siswa untuk memperoleh pengetahuan dan
pengalaman terhadap berbagai mata pelajaran yang pada suatu saat nanti
bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, melalui kegiatan
ekstrakurikuler akan memberikan sumbangan yang berarti bagi siswa untuk
mengembangkan minat-minat baru, menanamkan tanggung jawab sebagai warga negara,
melalui pengalaman-pengalaman dan pandangan-pandangan kerja sama dan terbiasa
dengan kegiatan mandiri.
Pengembangan kepribadian peserta didik
merupakan inti dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler. Karena itu, profil
kepribadian yang matang merupakan tujuan utama kegiatan ekstrakurikuler.
Pengembangan kepribadian yang matang dalam konteks pengembangan kegiatan
ekstrakurikuler tentunya dalam tahap-tahap kemampuan peserta didik.
Mereka dituntut untuk memiliki
kematangan dan keutuhan dalam lingkup dunia hunian mereka sebagai anak yang
tengah belajar. Mereka mampu mengembangkan bakat dan minat, menghargai orang
lain, bersikap kritis, terhadap suatu kesenjangan, berani mencoba hal-hal
positif yang menantang, peduli terhadap lingkungan, sampai pada melakuan
kegiatan-kegiatan intelektual dan ritual keagamaan.
Dalam konteks Pendidikan Nasional, semua
cara, kondisi, dan peristiwa dalam kegiatan ekstrakurikuler sebaiknya
diarahkan pada kesadaran nilai-nilai universal agama sekaligus pada upaya
pemeliharaan beragam. Karena itu, pada beberapa sekolah, program
ekstrakurikuler dikembangkan secara integral baik dalam pengalaman fisik maupun
dalam pengalaman psikis. Model-model pengembangan kegiatan ekstrakurikuler
hendaknya selalu diarahkan secara integral untuk mencapai tahapan-tahapan
perkembangan kepribadian peserta didik yang matang.
B. Prestasi Belajar
Winkel
(1996:226) mengemukakan bahwa prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan
yang telah dicapai oleh seseorang. Maka prestasi belajar merupakan hasil
maksimum yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.
Sedangkan menurut Arif Gunarso (1993 : 77) mengemukakan bahwa prestasi belajar
adalah usaha maksimal yang dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan
usaha-usaha belajar.
Prestasi
belajar di bidang pendidikan adalah hasil dari pengukuran terhadap peserta
didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti
proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes atau instrumen
yang relevan.
Prestasi belajar dapat diukur melalui
tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Menurut Saifudin Anwar
(2005 : 8-9) mengemukakan tentang tes prestasi belajar bila dilihat dari
tujuannya yaitu mengungkap keberhasilan sesorang dalam belajar. Tes prestasi
belajar berupa tes yang disusun secara terencana untuk mengukur
kemampuan siswa dalam menguasai bahan-bahan atau materi yang telah diajarkan.
Dalam kegiatan pendidikan formal tes prestasi belajar dapat berbentuk ulangan
harian, tes formatif, tes sumatif, bahkan Ujian Nasional dan ujian-ujian masuk
perguruan tinggi. Untuk mencapai
suatu prestasi belajar siswa harus mengalami proses pembelajaran, yang dalam
proses pembelajaran itu siswa akan mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan
keterampilan.
Pengetahuan
, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh akan membentuk kepribadian siswa,
memperluas kepribadian siswa, memperluas wawasan kehidupan serta meningkatkan
kemampuan siswa. Bertolak dari hal tersebut maka siswa yang aktif melaksanakan
kegiatan dalam pembelajaran akan memperoleh banyak pengalaman, dengan demikian
prestasi belajarnya akan meningkat. Sebaliknya siswa yang tidak aktif akan
sedikit pengalaman sehingga dapat dikatakan prestasi belajarnya tidak meningkat
atau tidak berhasil. Dari beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa
prestasi belajar adalah sesuatu yang dapat dicapai yang diwujudkan dalam
pengetahuan, sikap, dan keahlian.
C. Pengaruh kegiatan ekstrakurikuler
terhadap prestasi belajar
Dengan membaca pokok bahasan di atas,
dapat disimpulkan bagaimana kegiatan ekstrakurikuler juga memegang peranan yang
sangat penting dalam keberhasilan peserta didik untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Dari beberapa lomba kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan oleh
Dinas Pendidikan bisa bermanfaat untuk meraih sekolah lanjutan melalui jalur
prestasi. Penyaluran bakat dan minat juga sangat diperlukan dalam mengembangkan
potensi yang ada pada diri peserta didik. Sangat dibutuhkan keselarasan dalam
membagi waktu antara belajar dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Kadang kala ada peserta didik yang lebih
suka mengikuti kegiatan ekstrakurikuler daripada mengikuti pelajaran di dalam
kelas, mereka lebih mengutamakan kegiatan ekstrakurikuler dari pada pelajaran.
Hal inilah yang biasanya menjadi masalah dalam meraih prestasi belajar yang
diinginkannya. Mereka kurang memahami bahwa kegiatan ekstrakurikuler hanya
merupakan pendukung untuk meraih prestasi belajar. Nilai yang kurang dalam
pelajaran tertentu bisa ditingkatkan dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
Meskipun tidak menutup kemungkinan dengan
mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan bakat dan minatnya, suatu
hari nanti keahlian itu bisa bermanfaat untuk mendapatkan pekerjaan sebagai
bekal hidupnya kelak. Misalnya saja dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler
menari, mungkin kelak ia juga bisa menjadi guru tari. Atau kegiatan Pramuka, ia
bisa menjadi Pembina pramuka dan melatih adik-adiknya. Intinya untuk meraih
prestasi belajar yang baik peserta didik harus pandai membagi waktu antara
belajar di kelas, kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan di rumah. Jangan sampai
hanya karena terlalu senang dengan salah satu kegiatan ekstrakurikuler sampai
harus mengorbankan salah satunya.
Kebersamaan dengan keluarga juga harus
diperhatikan. Adakalanya peserta didik yang menyukai kegiatan ekstrakurikuler
tertentu sangat senang berlama-lama di sekolah. Bahkan ia menganggap sekolah
sebagai rumah keduanya. Sampai-sampai di hari Minggupun ia ada di sekolah hanya
untuk berkumpul dengan teman-teman sesama anggota. Biasanya orang tua
mengeluhkan kondisi yang demikian itu. Meskipun kegiatan yang dilakukan
bersifat positif, sebaiknya luangkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga.
Misalnya kerja bakti membersihkan rumah, makan bersama, berkebun, memancing
bersama, rekreasi atau sekedar menonton televisi bersama.
Sebagai gerasi penerus bangsa yang cerdas,
peserta didik harus lebih bijak dalam memanfaatkan waktu dan kesempatan. Semua
kegiatan yang dilaksanakan harus terjadwal dengan rapi. Tertib dan disiplin
menjadi kunci keberhasilan dalam meraih prestasi belajar yang baik. Disamping
itu kepercayaan pada kemampuan diri sendiri juga mempunyai peran yang sangat
besar. Janganlah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler hanya sekedar ikut-ikutan
teman dan tidak sesuai dengan bakat dan minat. Hal itu tidak akan membawa hasil
yang maksimal. Oleh karena itu peserta didik perlu untuk berkonsultasi dengan
guru atau orang tua supaya peserta didik mampu mnegnali bakat dan minatnya.
CERITA
Ronald
adalah anak yang berprestasi di bidang olahraga.Ronald sangat senang dengan
olahraga sepak bola.Berkat prestasinya yang sangat bagus dibidang olahraga itu
Ronald bisa masuk ke sekolah favorit dengan menggunankan jalur prestasi.Namun
prestasi Ronald dibidang olahraga yang sangat baik itu, sayangnya tidak diikuti
oleh prestasi Ronald di bidang akademik. Nilai – nilai Ronald di bidang
akademik sangat jauh dari apa yang diharapkan.
Akhir-akhir
ini banyak keluhan dari guru mata pelajaran yang mengajar dikelas Ronald, kalau
dia sering tidak mengikuti pelajaran di kelas. Dalam seminggu sudah 4 hari
Ronald tidak masuk, menurut laporan petugas absensi kelas Ronald sedang mengikuti
turnamen sepak bola di luar kota. Namun ketika Ronald masuk sekolah justru
Ronald tidak mengikuti pelajaran dengan baik, dia malah asyik nongkrong di
kantin mentraktir bebrapa temannya karena dia menang dalam turnament
tersebut.Buakn hanya itu saja, guru – guru yang mengajar di kelas juga
mengeluhkan kalau selama ini Ronald tidak pernah mengumpulkan tugas yang
diberikan.
Bu
Nina selaku wali kelas sangat prihatin dengan kondisi Ronald saat ini.Bu Nina
sangat memahami bahwa Ronal sebenarnya anak yang pandai.Tetapi karena Ronald
kurang dalam belajar di bidang akademik maka prestasi Ronald jadi
menurun.Kemudian beliau mendiskusikan masalah Ronald dengan guru Bimbingan
Konseling. Bu Yuni selaku guru Bimbingan Konseling kemudian mengambil
tindakan dengan mengundang orang tua Ronald datang ke sekolah untuk
membicarakan mengenai perkembangan prestasi belajar Ronald.
REFLEKSI
DIRI
1) Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu
mempunyai prestasi yang baik di luar bidang akademik?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
2) Apa yang akan kamu lakukan jika kamu jadi
teman Ronald?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
3) Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang
tua Ronald?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
4) Bagaimana menurut pendapatmu tentang
tingkah laku Ronald yang dengan sengaja tidak mengikuti pelajaran di kelas?
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
5) Apa yang sebaiknya dilakukan Ronald Ketika
dia mengetahui prestasi akademiknya menurun?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK
1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan kegiatan
ekstrakurikuler!
2) Sebutkan 5 macam kegiatan ekstrakurikuler
yang ada di Indonesia!
3) Sebutkan 5 contoh kegiatan ekstrakurikuler
di bidang seni!
4) Sebutkan 5 contoh kegiatan ekstrakurikuler
di bidang olahraga!
5) Jelaskan pengertian prestasibelajar!
6) Apakah tujuan dilaksanakannya tes hasil
belajar?
7) Dengan apa prestasi belajar dapat diukur
dan sebutkan contohnya?
8) Bagaimanakah caranya supaya kegiatan
ekstrakurikuler tidak berpengaruh negatif terhadap prestasi belajar?
9) Sebutkan kegiatan ekstrakurikuler
yang kamu ikuti di sekolah!
10) Buatlah jadwal kegiatanmu mulai dari
bangun tidur sampai kamu berangkat ridur lagi!
Lembar
Jawaban :
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
.....................................................................................................................................................
MATERI LAYANAN
8
PENGARUH
PERGAULAN REMAJA
I.
Pergaulan Remaja
Pergaulan
merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh individu dengan individu, dapat
juga oleh individu dengan kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles
bahwa manusia sebagai makhluk sosial (zoon-politicon), yang artinya manusia
sebagai makhluk sosial yang tak lepas dari kebersamaan dengan manusia lain.
Pergaulan mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang
individu. Pergaulan yang ia lakukan itu akan mencerminkan kepribadiannya, baik
pergaulan yang positif maupun pergaulan yang negatif. Pergaulan yang positif
itu dapat berupa kerjasama antar individu atau kelompok guna melakukan hal –
hal yang positif.Sedangkan pergaulan yang negatif itu lebih mengarah ke
pergaulan bebas, hal itulah yang harus dihindari, terutama bagi remaja yang
masih mencari jati dirinya. Dalam usia remaja ini biasanya seorang sangat
labil, mudah terpengaruh terhadap bujukan dan bahkan dia ingin mencoba sesuatu
yang baru yang mungkin dia belum tahu apakah itu baik atau tidak.
II.
Pentingnya pergaulan untuk remaja
Jika
kau berkumpul dengan penjual minyak wangi maka kau akan berbau wangi. Jika kau berkumpul
dengan penjual ikan maka kau akan berbau ikan. Begitulah perumpamaan betapa
pentingnya memilih pergaulan.Berkumpul dengan ilmuwan kita menjadi pintar.
Berkumpul dengan pecundang kita akan menjadi pecundang pula.
Manusia
memiliki naluri mengikuti dan meniru perilaku dan ucapan orang yang berada
disekitarnya.Oleh karena itu, watak atau sifat manusia terbentuk dari
lingkungan dan pergaulan.Manusia mulai bisa mendengar ketika masih berupa janin
dalam kandungan yang berusia 4 bulan.Makanya bagi seorang ibu waktu hamil
disarankan berkelakuan, berucap dan mendengarkan suara yang baik agar bayi yang
dilahirkan terbentuk wataknya sesuai dengan masukan dari orang tua.
Sebuah
nasehat mengatakan rumahmu adalah sekolahanmu, orang tuamu adalah gurumu.Dari
kata-kata singkat penuh arti tersebut, jelas bahwa sekolah pertama dan utama
dalam hidup adalah lingkungan di rumah. Kelakuan kedua orang tua akan ditiru
oleh anaknya. Setelah lulus berguru dari orang tua, sekolah lanjutannya adalah
pergaulan. Jadi manusia itu secara gen anak produk dari kedua orang tua. Namun
secara perilaku anak produk dari lingkungan atau pergaulannya.Sifat atau watak
kita juga terbentuk dari dua lingkungan tersebut. Sebaik-baiknya sifat orang
tua kalau lingkungan pergaulannya buruk maka si anak akan berwatak buruk,
begitu juga sebaliknya. Dalam ketiga bahasan di atas pergaualan dalam
lingkungan remaja yaitu sekolah ataupun lingkungan rumah mempengaruhi pola
pikir dan cara mereka hidup , jadi remaja di haruskan untuk bisa memilih
pergaulan agar tidak salah langkah.
III. Faktor
yang mempengaruhi pergaulan
Terdapat banyak Faktor yang mempengaruhi
pergaulan dalam lingkungan keluarga :
- Orang Tua
Peran
keluarga amatlah penting dalam memberikan pengarahan, karena orang tua
itu sangat besar pengaruhnya terhadap pergaulan anaknya. Jika orang tuanya
mengajarkan yang baik-baik, misalnya tatakrama, pengetahuan agama, sopan
santun, dan lain lain maka anak tersebut akan nenerapkan juga di lingkungan
luarnya dan ia pun mencari pergaulan yang hamper sama dengan lingkungan
keluarganya. Sedangkan sebaliknya jika orang tua mengajarkan yang tidak baik
kepada anaknya maka anaknya tersebut akan terpengaruh dan mengikuti orang
tuanya yaitu berperilaku buruk karena ada pepatah bilang “ buah itu jatuh tidak
jauh dari pohonya “, oleh karena itu jika orang tuanya baik anaknya pun akan
baik dan begitu sebaiknya.
Tetapi
walaupun perhatian keluarga/ orang tua sangat penting, orang tua pun terlalu
keras terhadap anaknya karena dengan begitu mungkin anak pun akan jenuh dengan
perhatian orang tua yang berlebihan dan mungkin agak keras jadi sebaiknya
keluarga / orang tua memberikan perhatian yang wajar-wajar saja tidak
berlebihan tetapi juga tidak membebaskan pergaulan anak remajanya., (adanya
umpan timbal balik , yaitu dimana jika orang tua memberikan kasih sayang maka
anaknya pun akan memberikan kasih sayang kepada orang tuanya )
B.
Saudara
Adik atau kakak juga memiliki peran serta
dalam mempengerahui pergaulan, contohnya seorang kakak berperilaku yang tidak
baik dalam hal sering membolos saat sekolah, berbohong kepada keluarga maka
seorang adik yang melihat kakaknya seperti itu akan mengikuti perilaku
yang buruk juga seperti kakanya. Begitu juga saudara sepupu yang tinggal satu
rumah, mungkin akan berperlikau yang sama jika tidak ada peran kontrol orang
tua dalam pergaulan.Oleh karena itu, sebagai saudara yang lebih tua, dalam hal
ini kakak sebaiknya memberikan contoh yang baik buat adiknya.
C.
Lingkungan
Lingkungan dalam pergaulan remaja ini pun
tak kalah pentingya dengan keluarga, jika remaja tersebut tinggal dan bergaul
di lingkungan yang buruk maka ia akan terbawa buruk juga misalnya remaja
tersebut hidup di lingkungan yang kebanyakan orang –orangnya selalu berbuat
yang tidak baik misalnya berjudi bisa jadi anak tersebut akan terpengaruh
pergaulan yang seperti itu akan tetapi sebaliknya jika anak tersebut tinggal
dan bergaul di lingkungan yang baik maka anak tersebut secara tidak langsung
akan mengikuti perilaku baiktersebut.
D.
Spritual
Pendidikan spiritual seharusnya di
tanamkan kepada para remaja sejak dini agar tercipta suatu remaja yang
berahklak dan berbudi luhur baik, karena remaja yang berakhlak akan membuat
moral remaja tersebut menjadi baik dan remaja tersebut mempunyai pegangan dalam
hidupnya, karena suatu agama adalah pegangan bagi manusia di dunia ini. Jika
seorang remaja tidak pernah menanamkan keagamaan dalam kehidupannya remaja
tersebut akan terjerumus ke dalam pegaulan bebas karena ia tidak punya pegangan
dalam hidupnya, keagamaan tersebut bisa di dapat dari keluarga, lingkungan,
dan kehidupa sehari-harinya.
Dari
ke empat faktor diatas kita dapat melihat dampak-dampak sosialnya bagi remaja
yaitu dimana jika seorang remaja berada di keluarga yang baik yaitu mengajarkan
tentang tatakrama dalam bergaul, di lingkungan yang didalamnya rata-rata
terdapat masyarakat yang baik yaitu masyarakat yang dapat memberikan contoh
yang baik bagi remaja-remaja di sekitarnya,dan spiritual yang mendalam dapat
membuat seorang remaja menjadi remaja yang berakhlak dan berbudi luhur. Akan
tetapi sebaliknya jika seorang remaja tersebut berada di keluarga, lingkungan ,
dan spiritual yang tidak baik maka remaja tersebut bisa terjerumus ke dalam
pergalan bebas dan seorang remaja tersebut tidak akan mempunyai pegangan dalam
hidupnya.
IV.
Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk
perilaku menyimpang, yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati
batas-batas norma ketimuran yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering kita
dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.
Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya
terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang
lain terlepas dari ikatan yang mengatur pergaulan.
A. Penyebab pergaulan bebas
1) Faktor Orang
Tua, Para orang tua perlu menyadari bahwa jaman
telah berubah.System komunikasi, pengaruh media masa, kebebasan pergaulan dan
modernisasi di berbagai bidang dengan cepat mempengaruhi anak-anak kita.Budaya
hidup kaum muda masa kini, berbeda dengan jamanpara orang tua masih remaja
dulu. Pengaruh pergaulan yang datang dari orang tuadalam era ini, dapat kita
sebutkan antara lain:
2) Kesenjangan, pada sebagian masyarakat kita masih
terdapat anak-anak yang merasa bahwa orang tua mereka ketinggalan jaman dalam
urusan orang muda. Anak-anak muda cenderung meninggalkan orang tua, termasuk
dalam menentukan bagaimana mereka akan bergaul. Sementara orang tua tidak
menyadari kesenjangan ini sehingga tidak ada
usaha mengatasinya.
3) Kekurang pedulian Orang tua, kurang perduli terhadap pergaulan
muda-mudi. Mereka cenderung menganggap bahwa masalah pergaulan adalah urusan
anak-anak muda, nanti orang tua akan campur tangan ketika telah terjadi
sesuatu. Padahal ketika sesuatu itu telah terjadi, segala sesuatu sudah
terlambat
4) Ketidak mengertian, kasus ini banyak terjadi pada para orang
tua yang kurang menyadari kondisi jaman sekarang. Mereka merasa sudah melakukan
kewajibannya dengan baik, tetapi dalam urusan pergaulan anak-anaknya, ternyata
tidak banyak yang mereka lakukan. Bukannya mereka tidak perduli, tetapi memang
mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat.
5) Faktor agama dan iman, Agama dan keimanan
merupakan landasan hidup seorang individu. Tanpa agama hidup mereka akan kacau,
karena mereka tidak mempunyai pandangan hidup. Agama dan keimanan juga dapat
membentuk kepribadian individu.Dengan agama individu dapat membedakan mana yang
baik dan mana yang tidak.Tetapi pada remaja yang ikut kedalam pergaulan bebas
ini biasanya tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak.
6) Faktor perubahan Zaman, Seiring dengan
perkembangan zaman, kebudayaan pun ikut berkembang atau yang lebih sering
dikenal dengan globalisasi. Remaja biasanya lebih tertarik untuk meniru
kebudayaan barat yang berbeda dengan kebudayaan kita, sehingga memicu mereka
untuk bergaul seperti orang barat yang lebih bebas.
B.
Dampak Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas identik sekali dengan yang namanya “dugem” (dunia
gemerlap). Yang sudah menjadi rahasia umum bahwa di dalamnya marak sekali pemakaian
narkoba.Ini identik sekali dengan adanya seks bebas.Yang akhirnya berujung
kepada HIV/AIDS. Dan pastinya setelah terkena virus ini kehidupan remaja akan
menjadi sangat timpang dari segala segi.
Tingginya
kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome
(HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja.Seharusnya kita sebagai remaja
yang berpendidikan haruslah mengetahui dampak dan akibat dari pergaulan bebas
tadi. Sehingga kita tidak akan terjerumus dalam tindakan yang dilarangan oleh
agama dan hukum.
Pergaulan
bebas dalam kehidupan bermasyarakat memang bukan hal yang asing lagi karena
setiap hari para remaja sudah sering melihat dan mendengarkan hal tersebut baik
lewat media maupun secara langsung. Untuk mencegah hal itu maka haruslah ditanamkan
pengetahuan tentang bahayanya pergaulan bebas karena dampak dari pergaulan
bebas ini akan dirasakan oleh berbagai macam pihak seperti keluarga, masyarakat
dan yang lebih menyesali atas tindakannya tersebut adalah dirinya sendiri.
Untuk
menumbuhkan kesadaran akan bahayanya pergaulan bebas maka para remaja haruslah
diberikan pendidikan mengenai dampak pergaulan bebas dan memberikan pendidikan
kerokhanian agar mereka terhindar dari pergulan yang bisa menghancurkan masa
depannya.
V.
Pergaulan yang sehat
Pergaulan
merupakan jalinan hubungan sosial antara seseorang dengan orang lain yang
berlangsung dalam jangka relatif lama sehingga terjadi saling mempengaruhi satu
dengan lainnya. Pergaulan merupakan kelanjutan dari proses interaksi sosial
yang terjalin antara individu dalam lingkungan sosialnya. Kuat lemahnya suatu
interaksi sosial mempengaruhi erat tidaknya pergaulan yang terjalin. Seorang
anak yang selalu bertemu dan berinteraksi dengan orang lain dalam jangka waktu
relatif lama akan membentuk pergaulan yang lebih. Beda dengan orang yang hanya
sesekali bertemu atau hanya melakukan interaksi sosial secara tidak langsung.
Dalam
kehidupan sosial ada berbagai bentuk pergaulan, ada yang sehat ada pula yang
dikategorikan pergaulan yang tidak sehat.Pergaulan sehat adalah pergaulan yang
membawa pengaruh positif bagi perkembangan kepribadian seseorang. Sebaliknya
pergaulan tidak sehat mengarah kepada pola perilaku yang merugikan bagi
perkembangan dirinya sendiri maupun dampaknya bagi orang lain.
Misalnya,
pergaulan yang diisi dengan kebut-kebutan di jalan raya, atau minum-minuman
keras di tempat mereka berkumpul, merupakan bentuk pergaulan yang kurang
sehat.Sebab pola pergaulan dengan kegiatan semacam itu bukan hanya membahayakan
bagi dirinya sendiri melainkan juga bagi lingkungan sekitarnya.Banyak tindak
kejahatan berawal dari kebiasaan menegak minuman keras sehingga pola
perilakunya di bawah pengaruh alkohol.Jika pergaulan diisi dengan diskusi,
balajar kelompok, kogiatan olah raga, pecinta alam atau kegiatan keagamaan,
maka ini termasuk pergaulan yang sehat. Sebab bukan hanya dirinya sendiri yang
memperoleh manfaat positif tetapi juga lingkungan secara tidak langsung akan
terbawa dalam situasi yang baik/positif. Pencapaian prestasi di bidang seni,
olahraga, maupuu IPTEK senantiasa diawali dari bentuk pergaulan yang positif
yang mengasah kemampuan dan kecakapan berpikir.
Berikut ini adalah beberapa bentuk
pergaulan yang sehat:
1) Kelompok bermain teman sebaya, Dalam hal ini adalah permainan yang
mengarah kepada pembentukan tubuh yang sehat yang berlangsung pada
kanak-kanak.Bentuk permainan sebagai sarana pergaulan yang sehat.
2) Kelompok belajar, Pembentukan kelompok belajar merupakan
bentuk pergaulan yang sehat mengarah pada pemupukan aspek kecerdasan. Melalui
kegiatan kelompok belajar inilah daya pikir anak lebih terasa bukan untuk
dirinya sendiri, melainkan juga dalam bentuk penyimpangan terhadap orang
lain.
3) Kegiatan pengembangan diri, Dalam bentuk perkumpulan-perkumpulan yang
mengarah kepada pengembangan bakat dan minat.Dengan menjadi anggota suatu
perkumpulan pengembangan diri inilah anak disamping dapat membentuk kecakapan
sesuai bakatnya, juga memperluas pergaulan dari berbagai latar belakang yang
memiliki kesamaan minat.
4) Kegiataan keagamaan, Sesuai agama yang dianutnya pembinaan
mental spiritual yang berkaitan dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan
YME secara intensif dapat dilakukan dengan aktif terjun dalam kegiatan
keagamaan sesuai dengan agama yang dianutnya.
5) Kegiatan karang taruna, Karang taruna merupakan organisasi
kemasyarakatan yang mewadahi kegiatan pemuda/pemudi atau remaja yang ada di
lingkungan pemukiman di bawah pemerintah desa.Melalui karang taruna inilah anak
mengenal kemajemukan-kemajemukan msyarakat di lingkungannya.Melalui karang
taruna inilah anak dipupuk untuk memiliki sifat social dalam bentuk kepedulian
terhadap kemajuan daerah tempat tinggalnya.
6) Kegiatan social kemasyarakatan, Dalam kehidupan masyarakat luas tehadap
berbagai macam kegiatan yang bergerak di bidang social kemasyarakatan.Melaui
kegiatan social kamasyarakatan tersebut anak dilatih untuk menerapkan
nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
7) Kegiatan pecinta alam, Kegiatan pecinta alam merupakan media yang
tepat bagi remaja yang senang berpetualang dan mencari tahu mengenai rahasia
alam secara langsung.
IV.
Dampak Pergaulan Remaja
A. Dampak Positif
Pergaulan merupakan ajang sosialisasi bagi
individu dalam mengenal lingkungan sosialnya. Melalui pergaulan diperoleh
manfaat sebagai berikut:
Ø Lebih mengenal nilai-nilai dan norma
social yang berlaku sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang
tidak dalam melakukan sesuatu.
Ø Lebih mengenal kepribadian masing-masing
orang sekaligus menyadari bahwa manusia memiliki keunikan yang masing-masing
perlu dihargai
Ø Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi
dengan banyak orang sehingga mampu meningkatka rasa percaya diri
Ø Mampu membentuk kepribadian yang baik yang
bisa diterima di berbagai lapisan masyarakat sehingga bisa tumbuh dan
berkembang menjadi sosok individu yang pantas diteladani
B. Dampak negatif
Pergaulan yang tidak tepat akan
menjerumuskan seseorang dalam jurang kenistaan dan kehancuran. Memang tidaklah
mudah memilih pergaulan yang tepat, sebab kadangkala pergaulan yang negatif
justru lebih menyenangkan. Pergaulan semacam ini lebih mengasyikkan dan sulit
menyadari bahwa apa yang dilakukan menyimpang.
Beberapa dampak negatif yang terbentuk
akibat pergaulan yang salah, yaitu sebagai berikut:
Ø Hilangnya semangat belajar dan cenderung
malas dan menyukai hal-hal yang melanggar norma social
Ø Suramnya masa depan akibat terjerumus
dalam dunia kelam, misalnya: kecanduan narkoba, terlibat dalam tindak kriminal
dan sebagainya
Ø Dijauhi masyarakat sekitar karena perilaku
tidak sesuai dengan nilai/norma social yang berlaku
Ø Tumbuh menjadi sosok individu dengan
kepribadian yang menyimpang.
Dengan membaca penjelasan di atas, maka
diharapkan remaja mampu untuk lebih berhati – hati dalam pergaulan. Jangan
sampai remaja terbawa oleh arus pergaulan bebas yang menyesatkan dan tidak
sesuai dengan norma dan adat istiadat bangsa kita sebagai bangsa yang
beragama. Jangan pernah merasa malu dikatakan katakan ketinggalan zaman karena
tidak mengikuti gaya hidup yang salah, akan tetapi seharusnya kita merasa malu
apabila kita melanggar norma, adat istiadat dan hukum yang berlaku di
masyarakat.
Cerita
Hernu
adalah anak yang baik, sehari-hari setelah pulang sekolah kegiatannya adalah
membantu pekerjaan orang tuanya menjaga toko sembako di rumahya. Setiap selesai
sholat maghrib Hernu selalu mengaji di masjid. Di sekolahpun Hernu tergolong
anak yang pandai dan tertib, bahkan ia adalah salh satu murid terpadai di kelas
VIII.
Suatu
ketika di kelas Hernu ada anak baru pindahan dari Jakarta, namanya Roy.
Roy adalah anak orang kaya.Ia di sini tinggal dengan kakek dan neneknya karena
orang tuanya sudah kuwalahan dalam menghadapi kenakalan Roy.Di Jakarta Roy
sudah tidak bisa di kendalikan oleh orang tuanya.Roy sudah beberapa kali
berurusan dengan polisi karena terlibat kasus tawuran antar pelajar.Bukan hanya
itu saja, Roy juga sudah mulai memakai narkoba.
Karena
ada anak baru pindahan dari Jakarta, banyak anak yang tertarik ingin berteman
dengan Roy.Tidak terkecuali Hernu.Roy bagaikan magnet yang bisa menarik siapa
saja yang ada di kelas itu. Penampilan Roy yang terlihat sangat modern membuat
anak lain ingin menirunya. Sebenarnya orang tua Hernu sudah mengingatkan Hernu
untuk tidak terlalu dekat dengan Roy karena Orang tua Hernu sudah melihat gelagat
tidak baik dari diri Roy, tetapi Hernu tidak mengindahkan nasehat orang tuanya.
Hingga suatu ketika Roy mengajak Hernu
untuk bermain ke rumah teman sepulang dari sekolah.Di rumah teman Roy sudah
menunggu beberapa anak seusianya.Mereka duduk sambil menikmati beberapa botol
minuman keras, di tangan masing-masing anak terselip sebatang rokok. Hernu
sangat kaget dengan apa yang ia lihat. Baru saja Hernu ingin pergi meninggalkan
mereka, tangan Roy sudah menarik tangan Hernu Roy meminta Hernu untuk ikut duduk
disitu dan memaksa Hernu untuk ikut menikmati pesta miras tersebut. Hernu
menolaknya tetapi Roy dan teman-temannya tidak tinggal diam, mereka memaksa
Hernu untuk menegak minuman keras tersebut .Tak lama kemudian kepala Hernu
terasa berat, pusing dan akhirnya Hernu tidak sadarkan diri.
Hernu baru sadarkan diri keesokan
harinya.Dia berada di rumah sakit, dan di sebelah tempat tidurnya Hernu melihat
ibunya yang sedang menangis. Melihat apa yang sudah terjadi Hernu jadi sedih
dan menyesal karena sudah tidak menuruti nasehat orang tuanya.
REFLEKSI
DIRI
- Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu mempunyai teman seperti
Roy?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
- Apa yang akan kamu lakukan jika kamu jadi Hernu?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
- Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang tua Hernu ketika mengetahui
Hernu dekat dengan Roy?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
- Bagaimana menurut pendapatmu tentang perbuatan Roy yang dengan sengaja
memaksa Hernu untuk ikut dalam pesta miras tersebut?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
- Setelah membaca cerita di atas, pembelajaran apa yang bisa kamu
dapatkan dari kejadian yang menimpa diri Hernu?
.......................................................................................................................................
.......................................................................................................................................
Alasannya
.....................................................................................................................
.......................................................................................................................................
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
Pergaulan remaja?
2. Jelaskan tentang pentingnya pergaulan
untuk remaja!
3. Sebutkan faktor – faktor yang mempengaruhi
pergaulan !
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
pergaulan bebas!
5. Sebutka faktor-faktor penyebab pergaulan
bebas!
6. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang “
Dugem”!
7. Jelaskan apa yang dimaksud dengan
pergaulan yang sehat!
8. Sebutkan bentuk-bentuk dari pergaulan yang
sehat!
9. Sebutkan dampak positif dan dampak negatif
dari pergaulan remaja!
Lembar
Jawaban :
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Diskusi Kelompok
Diskusikan dengan kelompokmu hasil
Refleksi dan Tagihan, hasilnya tuangkan pada lembar Jawaban berikut!
Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
MATERI LAYANAN 9
NILAI-NILAI SOSIAL
Manusia adalah makhluk sosial, dalam
kehidupan bermasyarakat selalu berhubungan dengan banyak orang. Dimana dalam
melaksanakan hubungan tersebut, setiap orang berkeinginan untuk dapat bebas
seenaknya sendiri melakukan yang diinginkan, tanpa ada batasan. Namun hal itu
tidk mungkin dilakukan karena akan terjadi benturan dan pertentangan dengan
kepentingan-kepentingan anggota masyarakat lainnya.
Oleh karena itu kehidupan bersama sebagai
makhluk pribadi sosial selalu dilandasi oleh aturan-aturan tertentu. Aturan
yang dibuat disesuaikan dengan norma dan nilai yang sesuai dengan kaidah yang
berlaku dimasyarakat. Antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya mungkin
memiliki nilai yang sama atau berbeda. Seperti pepatah ‘Lain ladang
lainbelalang, lain lubuk lain ikannya’. Pepatah itu menunjukkan adanya
perbedaan nilai diantara masyarakat atau kelompok yang satu dengan yang
lainnya.
Mengetahui sistem nilai yang dianut oleh
kelompok atau masyarakat tidaklah mudah, karena nilai merupakan konsep abstrak
yang hidup di pikiran para warga masyarakat. Manusia atau individu yang
memiliki moral baik, dapat bertindak dan berperilaku sesuai dengan norma dan
nilai yang berlaku di masyarakat. Misalnya ketika teman sedang belajar atau
menjalankan beribadah, kita tidak boleh bernyanyi atau berteriak-teriak
meskipun sedang dalam keadaan bahagia. Meskipun sedang lapar, kita tidak boleh
mengambil kue yang dijual di kantin tanpa membayarnya.
Aturan-aturan diciptakan dan disepakati
bersama untuk mencapai ketentraman dan kenyamanan hidup bersama orang lain,
yang selanjutnya aturan itu dipakai sebagai ukuran, patokan atau keyakinan
terhadap sesuatu itu baik atau buruk. Selama hidup banyak aturan yang wajib
kita fahami dengan kesungguhan dalam bermasyarakat.
A. Nilai Sosial
Nilai
pada hakekatnya adalah sifat dan kualitas yang melekat pada suatu obyek. Nilai
bersumber pada budi yang berfungsi mendorong dan mengarahkan sikap dan perilaku
manusia. Nilai merupakan kumpulan sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui
perilaku sosial orang yang memiliki nilai sosial. Nilai sosial merupakan
kualitas perilaku, pikiran, dan karakter yang dianggap masyarakat baik dan
benar, hasilnya diinginkan dan layak ditiru orang lain. Nilai sosial merupakan
sikap dan perasaan yang diterima secara luas oleh masyarakat dan merupakan
dasar untuk merumuskan sesuatu yang benar dan penting.
Peran
nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat adalah:
Ø Sebagai alat menentukan harga dan kelas
sosial seseorang dalam struktur stratifikasi. Misal kelompok masyarakat ekonomi
kaya, menengah dan kelas bawah.
Ø Mengarahkan masyarakat untuk berfikir dan
bertingkah laku sesuai nilai-nilai yang ada dalam masyarakat, agar tercipta
integrasi dan tertib sosial.
Ø Memotivasi untuk mewujudkan diri dalam
berperilaku sesuai yang diharapkan oleh peran-perannya dalam mencapai tujuan.
Ø Sebagai alat solidaritas yang mendorong
masyarakat untuk saling bekerjasama demi mencapai suatu tujuan.
Ø Sebagai pengontrol, pembatas, pendorong
dan penekan individu untuk selalu berbuat baik.
Nilai
sosial dalam masyarakat bersumber pada tiga hal, yaitu:
Bersumber
dari Tuhan, yaitu yang biasanya diketahui melalui ajaran yang ditulis dalam
kitab suci. Berisi nilai-nilai yang dapat memberikan pedoman dalam bersikap dan
bertingkah laku terhadap sesama, misal: kasih sayang, ketaatan, kejujuran,
hidup sederhana, dll. Nilai bersumber dari Tuhan disebut nilai theonom.
Bersumber
dari Masyarakat, yaitu masyarakat menyepakati sesuatu yang dianggap baik dan
luhur, kemudian dijadikan pedoman dalam bertingkah laku. Misalnya kesopanan dan
kesantunan terhadap orang tua. Nilai dari kesepakatan disebut nilai heterogen.
Bersumber
dari Individu, yaitu setiap individu masing-masing pasti memiliki sesuatu yang
baik, luhur dan penting. Misalnya kegigihan, semangat, kerja keras adalah
sesuatu yang penting untuk mencapai suatu kesuksesan dan keberhasilan. Nilai
berasal dari individu disebut nilai otonomi.
Nilai
sosial memiliki ciri-ciri sbb:
v Merupakan hasil dari interaksi sosial
antar anggota masyarakat
v Bisa dipertukarkan kepada individu atau
kelompok lain.
v Terbentuk melaui proses belajar.
v Bervariasi antar masyarakat yang berbeda.
v Bisa berbeda pengaruhnya terhadap setiap
individu dan masyarakat.
v Bisa berpengaruh positif atau negatif
terhadap perkembangan pribadi seseorang.
v Berisi anggapan-anggapan dari berbagai
obyek dalam masyarakat.
- Norma Sosial.
Norma
adalah petunjuk atau patokan perilaku yang dibenarkan dan pantas dilakukan
dalam menjalani interaksi sosial di suatu kelompok masyarakat tertentu.
Perbedaan nilai sosial dan norma sosial adalah, dalam norma sosial ada sanksi
sosial (penghargaan dan hukuman), bagi orang yang menuruti atau melanggar norma
tersebut.
Norma
bersifat memaksa sehingga seluruh anggota kelompok harus bertindak sesuai
dengan norma yang telah dibentuk sejak lama. Misal menghormati tamu yang
datang, bila tidak dilakukan akan dianggap tidak sopan dan tidak berpendidikan.
Norma tidak boleh dilanggar, yang melanggar akan kena sanksi misalnya, ke
sekolah datang terlambat akan dihukum tidak boleh masuk kelas, anak yang
mencontek akan diberi sanksi tidak boleh melanjutkan ulangan.
Norma
social di masyarakat dibedakan menurut aspek-aspek tertentu tetapi yang satu
dengan yang lain saling berhubungan, yaitu:
1. Norma Agama(religi), yaitu peraturan
sosial yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar-tawar atau diubah karena
aturannya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma
dikatakan berdosa.
2. Norma kesusilaan, adalah peraturan sosial
yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak. Norma kesusilaan,
seseorang dapat membedakan apa yang dianggap baik dan buruk. Pelanggaran
terhadap norma berakibat pengucilan secara fisik(dipenjara, diusir) atau secara
batin (dijauhi). Misalnya, kehidupan pelacur, tindakan korupsi, dsb.)
3. Norma Kesopanan, adalah peraturan
sosial yang mengarah kepada hal-hal bagaimana seseorang bertingka laku wajar
dalam kehidupan bermasyarakat. Pelanggaran terhadap norma akan mendapat celaan,
kritik, dan pengucilan.
4. Norma kebiasaan, adalah sekumpulan
peraturan sosial yang dibuat secara sadar atau tidak, berisi tentang petunjuk
perilaku yang diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan individu. Pelanggaran
terhadap norma ini ber akibat celaan, kritik,atau pengucilan. Misalnya membawa
oleh-oleh apabila pulang dari bepergian, bejabat tabgan saat ketemu, dsb.
5. Norma hukum/ kode etik.
Norma
hukum, adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga-lembaga tertentu, misal
lembaga pemerintah, advokat, organisasi profesi dsb. Norma hukum juga disebut
kode etik. Pelanggaran terhadap norma hukum akan mendapat sanksi berupa sanksi
denda atau hukuman fisik. Misalnya wajib bayar pajak, pelanggaran lalu lintas,
dsb.
Norma
agama dan norma kesusilaan berlaku secara luas di setiap kelompok masyarakat,
bagaimanapun peradabannya, sedang norma kesopanan dan norma kebiasaan hanya
dipelihara dan dilaksanakan oleh sekelompok masyarakat tertentu saja.
Nilai berperan sebagai pedoman yang
menentukan kehidupan setiap manusia, nilai manusia berada dalam hati nurani,
kata hati dan pikiran sebagai suatu keyakinan dan kepercayaan yang bersumber
pada berbagai sistem nilai. Seorang pribadi yang taat pada aturan, kaidah dan
norma yang berlaku dalam masyarakat, dianggap sesuai dan bertindak benar secara
moral. Jika sebaliknya maka pribadi itu dianggap tidak bermoral. Moral
dalam perwujudannya berupa peraturan atau prinsip-prinsip yang benar, baik,
terpuji dan mulia. Moral bisa berupa kesetiaan, kepatuhan terhadap nilai dan
norma yang mengikat kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.
Cerita
Afi siswa kelas VIII, hampir setiap hari
terlambat datang di sekolah, berbagai alasan disampaikan ketika ditanya oleh
teman-temannya. Diantaranya adalah karena sakit, bangun kesiangan, angkotnya
mogok, macet, tidak memiliki uang saku untuk transport, dsb. Begitu juga ketika
di kelas dia selalu ramai dan mengganggu suasana belajar, sehingga kehadirannya
tidak menyenangkan bagi teman-temannya di kelas. Ibu/bapak guru ketika mengajar
sering menanyakan tentang tugas rumah yang diberikan, Afi selalu menunjukkan
pekerjaannya, apapun hasilnya, meskipun pekerjaan itu sering tidak tuntas.
Refleksi
1. Dari cerita tersebut, Afi mengalami
kesulitan sebagai dampak ketidak mampuan dalam menyesuaikan diri terhadap nilai
social, diantaranya adalah:
2. Permasalahan/kesulitan yang sering terjadi
pada saat Anda bersosialisasi di lingkungan social, diantaranya adalah:
3. Apa yang seharusnya Afi lakukan agar
kehadirannya di sekolah sebagai teman yang menyenangkan?
.
Lembar
Jawaban
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK
1. Mengapa dalam hidup bermasyarakat perlu
mengenal nilai sosial?
2. Apa yang terjadi bila seseorang tidak bisa
bersosialisasi terhadap nilai social yang berlaku di masyarakat?
3. Berikan penjelasan tentang peran/fungsi
nilai social!
4. Berikut terdapat daftar sikap perilaku,
berikan tanda cek (() sesuai norma yang Anda ketahui!
|
Sikap
peri laku |
Agama |
Kesusilaan |
Kesopanan |
Kebiasaan |
Kodeetik
hukum |
|
1. Taat beribadah 2. Beramal. 2. Tidak menyakiti teman 3. Tidak berkata jorok 4. Menyapa teman. 5. Berseragam lengkap 6. Mematuhi rambu lalu lintas. 7. Datang tepat waktu 8. Cuci tangan sebelum makan. 9. Menghargai perbedaan 10. Berdoa sebelum belajar. 11. Bertutur kata yang baik. 12. Memberikan tempat duduk 13. Berjabat tangan saat ketemu teman. 14. Berbohong. 15. Membuang sampah di tempatnya |
Lembar Jawaban
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Diskusi
Amati keadaan lingkungan social yang ada
di sekitar Anda selama ± 10 menit, tuliskan pelanggaran norma yang Anda jumpai!
Diskusikan permasalahan tersebut dengan teman sebangku Anda, mengapa
terjadi pelanggaran?
Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
MATERI LAYANAN
10
PERKEMBANGAN REMAJA
I.
Perkembangan Manusia
Tahap
tahap perkembangan manusia memiliki fase yang cukup panjang.Untuk tujuan
pengorganisasian dan pemahaman, kita umumnya menggambarkan perkembangan dalam
pengertian periode atau fase perkembangan. Klasifikasi periode perkembangan
yang paling luas digunakan meliputi urutan sebagai berikut: Periode pra
kelahiran, masa bayi, masa awal anakanak, masa pertengahan dan akhir anak
anak, masa remaja, masa awal dewasa, masa pertengahan
dewasa dan masa akhir dewasa. Perkiraan rata rata rentang usia menurut periode
berikut ini memberi suatu gagasan umum kapan suatu periode mulai dan berakhir.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pada setiap periode tahap tahap
perkembangan manusia dalam buku Life-Span Development oleh John Santrock:
a) Periode prakelahiran (prenatal period) ialah saat dari pembuahan hingga
kelahiran. Periode ini merupakan masa pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel
tunggal hingga menjadi organisme yang sempurna dengan kemampuan otak dan
perilaku, yang dihasilkan kira kira dalam periode 9 bulan.
b) Masa bayi (infacy) ialah periode perkembangan yang merentang
dari kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Masa bayi adalah masa yang sangat
bergantung pada orang dewasa.Banyak kegiatan psikologis yang terjadi hanya
sebagai permulaan seperti bahasa, pemikiran simbolis, koordinasi sensorimotor,
dan belajar sosial.
c) Masa awal anak anak (early chidhood)
yaitu periode pekembangan yang merentang
dari masa bayi hingga usia lima atau enam tahun, periode ini biasanya disebut
dengan periode prasekolah. Selama masa ini, anak anak kecil belajar semakin
mandiri dan menjaga diri mereka sendiri, mengembangkan keterampilan kesiapan
bersekolah (mengikuti perintah, mengidentifikasi huruf), dan meluangkan waktu
berjam jam untuk bermain dengan teman teman sebaya.Jika telah memasuki kelas
satu sekolah dasar, maka secara umum mengakhiri masa awal anak anak.
d) Masa pertengahan dan akhir anak anak (middle
and late childhood) ialah
periode perkembangan yang merentang dari usia kira kira enam hingga sebelas
tahun, yang kira kira setara dengan tahun tahun sekolah dasar, periode ini
biasanya disebut dengan tahun tahun sekolah dasar. Keterampilan keterampilan
fundamental seperti membaca, menulis, dan berhitung telah dikuasai.Anak secara
formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaan.Prestasi menjadi
tema yang lebih sentral dari dunia anak dan pengendalian diri mulai meningkat.
e) Masa remaja (adolescence) ialah suatu periode transisi dari masa
awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10
hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja
bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan
yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual
seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya
suara.Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat
menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak
menghabiskan waktu di luar keluarga.
f)
Masa
awal dewasa (early adulthood) ialah
periode perkembangan yang bermula pada akhir usia belasan tahun atau awal usia
duapuluhan tahun dan yang berakhir pada usia tugapuluhan tahun. Ini adalah masa
pembentukan kemandirian pribadi dan ekonomi, masa perkembangan karir, dan bagi
banyak orang, masa pemilihan pasangan, belajar hidup dengan seseorang secara
akrab, memulai keluarga, dan mengasuh anak anak.
g) Masa pertengahan dewasa (middle
adulthood) ialah
periode perkembangan yang bermula pada usia kira kira 35 hingga 45 tahun dan
merentang hingga usia enampuluhan tahun. Ini adalah masa untuk memperluas
keterlibatan dan tanggung jawab pribadi dan sosial seperti membantu generasi
berikutnya menjadi individu yang berkompeten, dewasa dan mencapai serta
mempertahankan kepuasan dalam berkarir
h) Masa akhir dewasa (late adulthood) ialah periode perkembangan yang bermula
pada usia enampuluhan atau tujuh puluh tahun dan berakhir pada kematian. Ini
adalah masa penyesuaian diri atas berkurangnya kekuatan dan kesehatan, menatap
kembali kehidupannya, pensiun, dan penyesuaian diri dengan peran peran sosial
baru.
II.
Perkembangan Remaja
Masa remaja seringkali dihubungkan dengan
mitos mengenai penyimpangan dan tidakwajaran. Hal tersebut dapat dilihat dari
banyaknya teori-teori perkembangan yang membahas ketidakselarasan, gangguan
emosi dan gangguan perilaku sebagai akibat dari tekanan-tekanan yang dialami
remaja karena perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya maupun akibat
perubahan lingkungan.
Sejalan
dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri remaja, mereka juga
dihadapkan pada tugas-tugas yang berbeda dari tugas pada masa kanak-kanak. Sebagaimana
diketahui, dalam setiap fase perkembangan, termasuk pada masa remaja, individu
memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dipenuhi. Apabila tugas-tugas
tersebut berhasil diselesaikan dengan baik, maka akan tercapai kepuasan,
kebahagian dan penerimaan dari lingkungan. Keberhasilan individu memenuhi
tugas-tugas itu juga akan menentukan keberhasilan individu memenuhi tugas-tugas
perkembangan pada fase berikutnya.
Hurlock
(1973) memberi batasan masa remaja berdasarkan usia kronologis, yaitu antara 13
hingga 18 tahun. Menurut Thornburgh (1982), batasan usia tersebut adalah
batasan tradisional, sedangkan aliran kontemporer membatasi usia remaja antara
11 hingga 22 tahun.
Perubahan sosial seperti adanya
kecenderungan anak-anak pra-remaja untuk berperilaku sebagaimana yang
ditunjukan remaja membuat penganut aliran kontemporer memasukan mereka
dalam kategori remaja. Adanya peningkatan kecenderungan para remaja untuk
melanjutkan sekolah atau mengikuti pelatihan kerja (magang) setamat SLTA, membuat
individu yang berusia 19 hingga 22 tahun juga dimasukan dalam golongan remaja,
dengan pertimbangan bahwa pembentukan identitas diri remaja masih terus
berlangsung sepanjang rentang usia tersebut.
Lebih lanjut Thornburgh membagi usia
remaja menjadi tiga kelompok, yaitu:
a)
Remaja
awal : antara 11 hingga 13 tahun
b)
Remaja
pertengahan: antara 14 hingga 16 tahun
c)
Remaja
akhir: antara 17 hingga 19 tahun.
Pada usia tersebut, tugas-tugas
perkembangan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:
1.
Mencapai
hubungan yang baru dan lebih masak dengan teman sebaya baik sesama jenis maupun
lawan jenis
2.
Mencapai
peran sosial maskulin dan feminin
3.
Menerima
keadaan fisik dan dapat mempergunakannya secara efektif
4.
Mencapai
kemandirian secara emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
5.
Mencapai
kepastian untuk mandiri secara ekonomi
6.
Memilih
pekerjaan dan mempersiapkan diri untuk bekerja
7.
Mempersiapkan
diri untuk memasuki perkawinan dan kehidupan keluarga
8.
Mengembangkan
kemampuan dan konsep-konsep intelektual untuk tercapainya kompetensi sebagai
warga negara
9.
Menginginkan
dan mencapai perilaku yang dapat dipertanggungjawabkan secara sosial
10.
Memperoleh
rangkaian sistem nilai dan etika sebagai pedoman perilaku (Havighurst dalam
Hurlock, 1973).
a)
Masa
Pubertas
Masa puberitasas adalah masa saat
organ-organ reproduksi mencapai kematangannya. Masa pubertas bisanya dimulai
saat berusia 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16
tahun. Pada masa inilah kamu berada sekarang.
Apakah kamu pernah memerhatikan perubahan fisik
yang terjadi padamu saat ini?
Perubahan fisik yang terjadi Perubahan fisik yang terjadi merupakan tanda
kematangan organ-organ reproduksi. Pada umumnya, organ reproduksi anak
perempuan lebih cepat matang dibandingkan organ reproduksi anak laki-laki
b)
Ciri-ciri
pubertas secara fisik dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Ciri kelamin primer
Ø Organ kelamin telah mampu memproduksi
sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam testis, sedangkan
perempuan mulai menghasilkan sel telur di dalam indung telur (ovarium).
Ø Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja
laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah" yaitu
proses keluarnya sperma atau air mani. Pada perempuan ditandai dengan mengalami
menstruasi yang pertama kali.
2)
Ciri
kelamin sekunder
Pada remaja laki-laki, pubertas ditandai
dengan ciri-ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
Mulai
tumbuh jakun.
Perubahan
suara menjadi lebih besar dan berat.
Tumbuh
kumis atau jenggot.
Tumbuh
rambut di dada, kaki, ketiak, dan sekitar organ kelamin.
Mulai
tampak otot-otot yang berkembang lebih besar dan menonjol.
Bahu
melebar melebihi bagian pinggul.
Perubahan
jaringan kulit menjadi lebih kasar dan pori-pori tampak membesar.
Kadang-kadang
diikuti dengan munculnya jerawat di daerah muka.
Pada remaja perempuan, pubertas juga
ditandai dengan ciri kelamin sekunder sebagai berikut.
Ø Membesarnya payudara dan puting mulai
timbul.
Ø Pinggul melebar.
Ø Tumbuh rambut di ketiak dan sekitar organ
kelamin.
Ø Suara lebih nyaring.
Ø Kadang-kadang diikuti munculnya jerawat di
daerah muka.
Salah satu ciri pubertas pada anak
perempuan adalah menstruasi. Apakah menstruasi itu? Pada saat perempuan yang telah mengalami
pematangan organ reproduksi, ovarium akan secara ritun mengeluarkan sel telur.
Pengeluaran sel telur pada umumnya terjadi sekitar empat minggu (28 hari)
sekali. Dalam proses ini dinding rahim juga mengalami penebalan sebagai
persiapan jika sel telur dibuahi.
Oleh sebab itu, jika dalam akhir siklus
tersebut tidak terjadi pembuahan, sel-sel dinding rahim akan menciut, lalu mati
dan akhirnya meluruh. Proses peluruhan dinding rahim ini akan keluar bersama
darah, lendir, dan cairan yang berasal dari dinding rahim tersebut dikenal
dengan menstruasi. Pendarahan menstruasi berlangsungselama i sampai 8 hari.
c) Ciri-ciri Pubertas Secara Psikis
Selain
terjadi perubahan secara fisik, pada masa pubertas juga terjadi perubahan
hormonal yang memengaruhi kondisi psikologis dan tingkah lakunya.Ciri-ciri
pubertas secara psikis dapat diuraikan sebagai berikut.
v Mencari identitas diri, Dalam usaha
mencari identitas diri, remaja sering menentang kemapanan karena dirasa
membelenggu kebebasannya. Meskipun cara berpikirnya belum dewasa namun remaja
tidak mau dikatakan sebagai anak-anak. Remaja sering melakukan hal coba-coba
karena rasa ingin tahu yang sangat besar.
v Mulai tertarik kepada lawan jenis, Masa
remaja adalah masa persiapan menuju dewasa. Wajar bila remaja mempunyai
ketertarikan dengan lawan jenis. Namun demikian pernikahan pada usia remaja
belum diperbolehkan karena secara mental belum siap. Kehamilan pada usia remaja
dapat berpengaruh negatif baik pada diri maupun bayi yang dikandungnya.
III.
Masalah – masalah yang muncul pada masa remaja
Tidak
semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Menurut Hurlock
(1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas
tersebut, yaitu:
1.
Masalah
pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi
di rumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas
dan nilai-nilai.
2.
Masalah
khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada
remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalahpahaman atau penilaian
berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih
sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.
Elkind dan Postman (dalam Fuhrmann, 1990) menyebutkan tentang fenomena akhir
abad duapuluh, yaitu berkembangnya kesamaan perlakuan dan harapan terhadap
anak-anak dan orang dewasa. Anak-anak masa kini mengalami banjir stres yang
datang dari perubahan sosial yang cepat dan membingungkan serta harapan
masyarakat yang menginginkan mereka melakukan peran dewasa sebelum mereka masak
secara psikologis untuk menghadapinya.Tekanan-tekanan tersebut menimbulkan
akibat seperti kegagalan di sekolah, penyalahgunaan obat-obatan, depresi dan
bunuh diri, keluhan-keluhan somatik dan kesedihan yang kronis.
Lebih lanjut dikatakan bahwa masyarakat
pada era teknologi maju dewasa ini membutuhkan orang yang sangat kompeten dan
trampil untuk mengelola teknologi tersebut. Ketidakmampuan remaja mengikuti
perkembangan teknologi yang demikian cepat dapat membuat mereka merasa gagal,
malu, kehilangan harga diri, dan mengalami gangguan emosional.
Tugas-tugas perkembangan pada masa remaja
yang disertai oleh berkembangnya kapasitas intelektual, stres dan
harapan-harapan baru yang dialami remaja membuat mereka mudah mengalami
gangguan baik berupa gangguan pikiran, perasaan maupun gangguan perilaku.Stres,
kesedihan, kecemasan, kesepian, keraguan pada diri remaja membuat mereka
mengambil resiko dengan melakukan kenakalan (Fuhrmann, 1990).
Cerita
Selvina
anak ke dua dari dua bersaudara, kakaknya duduk di kela XII sedangkan Selvina
sekarang duduk di kelas VIII. Ayah Selvina bekerja sebagai sopir bus
pariwisata, sedangkan ibunya bekerja di salah satu pabrik yang dekat dengan
rumahnya. Karena bekerja sebagai sopir, ayah Selvina memang sering tidak pulang
ke rumah.Meskipun demikian Ibu Selvina selalu berusaha memberikan perhatian yang
cukup untuk anak-anaknya.
Pada saat kelas VII Selvina adalah anak
yang baik dan penurut pada orang tua.Dia selalu pulang sekolah tepat waktu dan
selalu membantu ibunya dalam menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.Dalam bidang
akademikpun Selvina juga tidak mengecewaka.Nilai – nilainya selalu mencapai
KKM.
Namun perubahan pada diri Selvina mulai
tampak ketika ia duduk di kelas VIII. Selvina menjadi tertutup dengan orang
tuanya. Pulang sekolahpun ia sering terlambat dan sudah tidak mau
membantu ibunya untuk pekerjaan rumah tangga. Kegiatan Selvina setiap
hari hanya bermain HP di dalam kamar. Nilai-nilai ulangan Selvina juga
banyak yang menurun. Selvina sudah benar-benar berubah.
Melihat kondisi yang seperti ini, orang
tua Selvina datang ke guru Bimbingan Konseling untuk membicarakan masalah
Selvina.Orang tua Selvina tidak mengerti mengapa Selvina jadi berubah seperti
ini.Dari yang dulunya sangat peduli dengan lingkungan menjadi bersikap masa
bodoh.
Setelah dilakukan observasi ternyata
Selvina mulai tertarik pada lawan jenis dan mulai berpacaran dengan teman
sekelasnya yang bernama Sultan. Mereka berdua menjalin hubungan special
sejak duduk dikelas VIII. Orang tua Selvina sangat marah dan melarang Selvina
melanjutkan hubungan itu mengingat usia mereka berdua masih belum tepat untuk
berpacaran. Orang tua Selvina menasehati agar Selvina meniru kakaknya
yang sangat pandai. Namun Selvina menentang keinginan orang tuanya dan
bersikeras untuk tetap melanjutkan hubungannya dengan Sultan .
Refleksi
Diri
1) Bagaimana menurut pendapatmu dengan
perubahan yang terjadi pada diri Selvina?
2) Bagaimana menurut pendapatmu dengan sikap
yang diambil oleh Selvina dengan melawan orang tuanya?
3) Apa yang akan kamu lakukan seandainya kamu
jadi teman Selvina?
4) Apa yang akan kamu lakukan jika kamu
menjadi Sultan?
5) Apa yang sebaiknya dilakukan oleh orang
tua Selvina?
Lembar
Jawaban
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
LEMBAR KERJA PESERTADIDIK
1. Sebutkan periode tahap-tahap perkembangan
manusia!
2. Pada usia berapa manusia memasuki masa
remaja?
3. Apa yang dimaksud denga masa remaja?
4. Sebutkanpembagian masa remaja menurut
Thoruburgh!
5. Sebutka tugas-tugas perkembangan yang
harus dipenuhi pada masa remaja!
6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan masa
pubertas!
7. Sebutkan ciri-ciri pubertas secara fisik
pada remaja laki-laki dan permpuan?
8. Sebutkan ciri-ciri pubertas secara psikis
pada remaja laki-laki dan permpuan?
9. Sebutkan masalah-masalah yang sering
muncul pada diri remaja dalam masa perkembangan!
10. Perubahan apa saja yang terjadi pada
tubuhmu yang sudah kamu alami pada masa remaja ?
Lembar
Jawaban
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Diskusi Kelompok
Diskusikan dengan kelompokmu hasil
Refleksi dan Tagihan, hasilnya tuangkan pada lembar Jawaban berikut!
Lembar Jawaban Hasil Diskusi Kelompok
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………